6 Poin Luar Biasa Nasehat Dari Imam Al Ghazali Yang Sering Kita Abaikan

by

Nasehat Dari Imam Al Ghazali

Sudah bukan rahasia lagi jika Islam memiliki ulama dan para cendekiawan yang hingga saat ini masih dijadikan sebagai panutan utama setelah Rasulullah SAW. Salah satunya ialah Imam Al Ghazali. Untuk sedikit mengingatkan anda lagi mengenai Imam Al Ghazali ini, beliau merupakan seorang ulama besar, ahli filsafat Islam dan seorang ahli pikir yang memberikan banyak sekali sumbangsihnya untuk kemajuan manusia dan tentu saja agama Islam.

Karena pemikirannya yang mendalam mengenai agama Islam dan kehidupan, tidak heran jika beliau memiliki banyak sekali nasihat yang dirangkai dalam kata-kata indah dan sarat makna.Hingga saat ini, nasihat dari Imam AlGhazali ini masih banyak sekali dijadikan sebagai pegangan untuk umat Islam demi bisa menjalankan hidup yang lebih bermakna dan lebih dekat dengan-Nya.

Untuk dijadikan sebagai pengingat bersama, berikut enam nasihat dari Imam Al Ghazali yang sebaiknya bisa selalu diingat.

1.      Yang Paling Besar adalah Nafsu

Sebagai manusia, terlebih lagi anda yang masih muda dan mencari jati diri dan pengalaman, mungkin anda sering bertanya, sebenarnya apa yang paling besar didunia ini selain dari kehendak sang Pencipta Allah SWT? Tidak lain dan tidak bukan ialah nafsu yang ada pada dalam diri anda sendiri.

Nafsu pada diri anda ini akan sangat menentukan apa yang akan anda lakukan satu menit kemudian, baik nafsu untuk melakukan hal yang maksiat ataupun yang bisa mendatangkan berkat. Sayangnya, nafsu maksiatlah yang lebih sering menguasai manusia sehingga pada akhirnya melakukan hal-hal yang merusak, baik yang merusak dirinya sendiri ataupun lingkungannya.

Untuk itu, cobalah untuk lebih mengendalikan hawa nafsu diri anda dengan lebih mengingat Allah.Ingatlah, Allah tidak pernah memalingkan sedikitpun pengawasan-Nya dari para umat-Nya.Dan tidak ada yang lebih indah melainkan ketika anda sedang melakukan amalan baik dalam pengawasan Allah SWT.

2.      Yang Paling Dekat ialah Mati

Di suatu hari ketika sedang mengajar murid-muridnya, Imam Al Ghazali bertanya: wahai Muridku, sesungguhnya apa yang paling dekat itu? Murid-muridnya memberikan jawaban yang beragam, mulai dari sahabat, kerabat, guru, orang tua, pasangan hidup dan lainnya.

Setelah semua muridnya memberikan jawabannya, Imam Al Gazhali mengatakan bahwa sesungguhnya yang paling dekat ialah mati. Mengapa? Karena kematian ialah janji dari Allah SWT, dan Allah tidak pernah sekalipun mengingkari janji yang diberikan kepada umat-Nya.

Ya. Kematian ialah sesuatu yang akan menimpa siapa saja, tidak peduli seseorang tersebut sedang berada dimana, sedang melakukan apa, dengan sebab apa, atau sedang bersama siapa. Sebab takdir dari Allah adalah pasti. Itu sebabnya, anda sudah harus bersiap-siap dari saat ini untuk bekal kematian anda kelak, tidak peduli masih seberapa muda anda.

3.      Yang Paling Jauh adalah Masa Lalu (ciyeeee masa lalu :D)

Nasehat berikutnya yang juga sebaiknya selalu anda ingat ialah nasehat yang satu ini, yakni tidak ada yang lebih jauh dari masa lalu. Matahari atau bintang memang selama ini sudah dianggap cukup jauh oleh manusia, namun jaraknya masih bisa diperkirakan dan tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti akan ada seorang ilmuwan yang bisa mendekatinya.

Berbeda dengan masa lalu, seberapa keraspun anda mencoba, anda tidak akanbisa mendatanginya kembali, bahkan sekedar untuk bisa mendekatinya. Semakin anda berusaha untuk mendekatinya, maka semakin jauh juga jarak masa lalu tersebut.

Karena itu, tidak sedikit orang yang merasa menyesal atas sesuatu yang pernah dilakukannya dimasa lalu dan berharap bisa kembali untuk memperbaikinya. Supaya anda tidak termasuk dalam golongan orang yang menyesal, pikirkan terlebih dahulu hal-hal yang akananda lakukan saat ini, sehingga tidak akan menyakiti atau mengusik orang lain, karena Allah tidak menyukai hamba-Nya yang menyakiti sesama.

4.      Yang Paling Ringan adalah Meninggalkan Shalat

Pernahkan anda menggenggam segenggam kapas? Sangat ringan bukan? Namun ternyata masih ada hallain yang lebih ringan menurut Imam Al Ghazali, yakni meninggalkan shalat. Sudah ribuan bahkan jutaan kali dikatakan bahwa Shalat merupakan tiang agama, namun masih ada saja ribuan atau bahkan jutaan umat Muslim yang masih meninggalkan shalatnya.

Sebagian dari umat Muslim masih menyepelekan shalat karena shalat merupakan ibadah yang dilakukan lebih dari satu kali setiap harinya, sehingga mereka beranggapan masih bisa melaksanakan shalat Dzuhur ketika meninggalkan shalat Subuh. Padahal kedua shalat tersebut memiliki nilai amalan dan azab sendiri jika seseorang mengerjakan ataupun  meninggalkannya.

Agar tidak menjadi hamba yang merugi dan dibenci oleh Sang Pencipta, janganlah sekalipun meninggalkan shalat anda hanya karena alasan kesibukan dunia. Karena sesungguhnya sekali saja anda meninggalkan shalat anda, maka akan ada satu urusan dunia yang juga tidak akan terselesaikan.

5.      Yang Paling Tajam adalah Lidah

Pernahkan anda melihat pertunjukan yang memperlihatkan benda atau senjata-senjata yang tajam dan bisa memotong apa saja yang ada di depannya? Namun sesungguhnya masih ada yang lebih tajam dibandingkan dengan benda-benda tadi.

Ya, Imam Al Ghazali meninggalkan nasehat bahwa sesungguhnya yang paling tajam itu ialah lidah manusia.Meskipun tidak memiliki permukaan setajam pedang samurai, namun satu perkataan dari lidah manusia bisa melukai seseorang dan sulit sekali untuk bisa ditemukan obatnya.

Itu sebabnya, janganlah sekalipun dengan sengaja mengatakan hal-hal untuk menyakiti orang lain, atau anda sendiri yang nantinyaakantersakiti dan merugi. Cobalah untuk menjadi seorang hamba yang bisa menjaga hati hamba lainnya, niscaya anda juga akan dijaga oleh Allah SWT.

6.      Yang Paling Berat adalah Menanggung Amanah

Tahukah anda? Bahwa sesungguhnya binatang, tumbuhan, malaikat, gunung-gunung dan ciptaan Allah yang lainnya tidak ada yang menerima ketika ditunjuk sebagai seorang khalifah? Hanya manusia yang mau menerimanya, dan sebagian diantaranya dengan sangat mudahnya melupakan amanah tersebut dan malah berbuat banyak kerusakan.

Setiap manusia merupakan khalifah dan memiliki amanah untuk dirinya sendiri. Jadi, jika saat ini anda sedang berada dalam kesulitan, tanyakan pada diri anda sendiri apa yang sudah atau saat ini anda lakukan hingga bisa dalam posisi tersebut.

Ya, menanggung amanah bukanlah hal yang mudah. Jika anda ditunjuk untuk menanggung amanah tertentu dan merasa belum sanggup untuk menerimanya,jangan malu untuk menolaknya terlebih dahulu hingga anda merasa mampu. Daripada anda harus memaksakan diri anda sendiri, dan gagal melaksanakan amanah yang diberikan.

Itulah keenam nasehat dari Imam Al Ghazaliyang sarat akan makna, semoga keenam nasehat tersebut bisa selalu anda ingat dan bisa menuntun anda menjadi seorang hamba yang lebih baik dan lebih taat. Ingatlah,apa yang terjadi pada anda saat ini tidak lain adalah akibat dari yang anda lakukan, dan Allah tidak pernah salah dalam menempatkan umat-Nya pada suatu posisi tertentu. Mari bersama-sama berusaha menjadi hamba yang taat dan bisa mendatangkan manfaat.