Al Habib Umar bin Hafidh, Ulama Sunni yang Hafal 100 Ribu Hadits Abad Ini

by

Habib Umar AlHafiz

Habib Umar bersama Kyai NU
Habib Umar ke Indonesia

Perlu diketahui, yang dimaksud hafal hadits di sini bukanlah hanya hafal matannya saja. Namun juga harus mampu hapal dengan nama-nama perawi di rantai sanadnya (dari fulan yang mengabarkan dari fulan, dari fulan, dari fulan, dst sampai kepada Rasulullah), juga hapal tahun lahir perawinya, keadaan hidupnya, asalnya dan sebagainya.

Sedangkan satu hadits yang pendek saja, bisa menjadi dua halaman bila disertai hukum sanad dan hukum matannya.

Al Habib Umar bin Hafidh, beliau adalah salah satu ulama yang mampu mencapai derajat Al Hafidh di abad ini. Beliau hapal 100.000 hadits lebih beserta hukum-hukum sanad dan matannya secara keseluruhan.

Untuk mencapai derajat Al hafidh di abad 21 ini bukanlah perkara gampang. Dimana jumlah hadits diatas muka bumi yang bertebaran di kitab-kitab jika di kumpulkan tidak mencapai 100.000 hadits!.

Artinya jika kita berusaha mengumpulkan seluruh buku hadits yang ada sekarang, jumlah keseluruhan haditsnya tak akan mencapai 100 ribu hadits.

Kita lihat, misalnya, Kitab Shahih Bukhari haditsnya berakhir di nomor 7.124 (jika ada pendapat lain pun jumlahnya tidak akan jauh dari angka tsb)

  • Kitab Shahih Muslim berakhir di hadits no 3.033 (sebagian pendapat mengatakan sekitar 5 ribuan)
  • Sunan Abu Daud memuat sekitar 5 ribuan hadits
  • Sunan Tirmidzi memuat sekita 4 ribuan hadits
  • Sunan Nasa’i memuat sekitar 5 ribuan hadits
  • Sunan Ibnu Majah sekitar 4.300an hadits
  • Shahih Ibnu Hibban sekitar 3 ribuan hadits
  • Al Muwatha’ Imam Malik sekitar 1.600an hadits
  • Musnad Ahmad bin Hambal sekitar 27 ribuan hadits

Mungkin masih terdapat puluhan kitab hadits lainnya, namun jika di kumpulkan semua, Insya Allah tidak mencapai 100.000 hadits,

Siapa pula yg mampu di zaman itu menulis semua hadits?.

Jadi, bagaimana caranya seseorang bisa menghapal sebanyak 100.000 hadits di zaman ini?
Sedangkan jumlah semua hadits di kitab-kitab tidak sampai 100.000 hadits?.

Selain menghapal semua hadits yang sudah tertulis di kitab, tentu saja harus diteruskan untuk menghapal hadits yang belum dibukukan,

Cara ini hanya bisa di dapatkan dengan jalan berguru kepada ulama hadits yang menyimpan hadits yang mungkin didapatkan dari guru-gurunya,
Gurunya dapat dari guru dari gurunya,
Dst hingga kepada Rasulullah saw,
namun mungkin hadits tersebut belum pernah dibukukan.

Demikianlah Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidh, beliau mampu mencapai derajat Al Hafidh di zaman ini. Dalam kehidupan sehari-hari, hampir disemua gerak-gerik dan penampilan beliau berdasarkan sunnah dan ada landasan haditsnya.

Mulai dari cara berpakaian, cara duduk, cara berjalan, cara makan, cara tidur, cara minum, cara berbicara, sampai kepada kegiatan sehari-hari beliau hampir sama dengan cara Rasulullah saw.

Jadi jika kita misalnya suatu kali melihat cara duduk beliau dengan gaya A, lalu kita cari-cari dihadits apakah Rasulullah pernah duduk dengan gaya semacam itu?

Pasti kita akan menemukannya, ternyata ada, dan memang Rasulullah pernah melakukan duduk dengan gaya seperti itu.

Maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa beliau adalah kitab hadits yang berjalan, karena hampir dari semua gerakan dan kegiatan yang beliau lakukan selalu berdasarkan sunnah, ada landasannya.

Tapi lihatlah bagaimana ahlak beliau? Bagaimana tawadlu’nya beliau?
Beliau pernah berkata;

“Tidaklah aku berdiri di hadapan orang-orang untuk mendakwahi mereka kecuali aku meyakini bahwa mereka lebih baik dan lebih mulia dariku,
Dan tidaklah aku berdiri dihadapan mereka kecuali aku mengharapkan berkah pandangan mereka dan berkah doa-doa mereka” subhanalloh..