Begini Akibatnya Jika Wanita Rajin Beribadah Namun Tidak Menutup Aurat (KISAH)

by
Kisah Wanita Rajin Beribadah Namun Tidak Menutup Aurat

Kisah Wanita Rajin Beribadah Namun Tidak Menutup Aurat

Masihkah anda mengingat dengan satu pepatah yang mengatakan bahwa sebaik-baiknya perhiasan di dunia ialah wanita yang sholehah? Tentu  masih bukan? Karena hingga saat ini pun pepatah ini masih sering kali digunakan sebagai pengingat atau bahkan sindiran bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sungguh sebuah anugerah bukan jika anda memiliki istri yang sholehah? Anda tidak perlu bersusah payah mengingatnya shalat karena ia sendiri pun sudah memiliki kesadaran yang tinggi agar tidak pernah meninggalkan shalatnya. Atau bisa saja malah istri yang nantinya mengingatkan suaminya untuk melaksanakan shalat berjamah.Bukankah secara otomatis tanggung jawab dan beban anda sebagai seorang kepala keluarga menjadi berkurang.

Namunsebenarnya kriteria seperti apa yang bisa membuat seorang wanita dianggap menjadi wanita sholehah? Apakah ia yang tidak pernah meninggalkan shalat wajibnya, rajin menyempurnakannya dengan shalat sunnah, rajin juga berpuasa sunnah dan juga mengaji. Bukankah hal ini sudah menjadi kriteria sebagai wanita yang sholehah? Lalu, bagaimana jika wanita yang rajin beribadah tadi masih belum mau menutup auratnya? Masihkah ia dianggap sebagai wanita shalehah?

Mungkin  sering diantara anda mendengar seorang wanita mengatakan: “biar hatinya dulu saja yang dihijabi, nanti kepalanya insya Allah akan  segera menyusul.”Padahal sudah sangat jelas bahwa Allah memerintahkan untuk semua umatnya yang perempuan agar menutup auratnya untuk melindungi dirinya sendiri dan sebagai tanda.

Untuk mengingatkan anda kembali bahwa menutup aurat ialah sepenting-pentingnya perkara bagi wanita muslim, simaklah kisah tentang seorang wanita yang rajin sekali beribadah namun masih belum menutup auratnya berikut ini.

Dikisahkan ada seorang wanita yang sangat rajin ibadahnya. Setiap hari ia melaksanakan shalat lima waktu,pun  masih menambahkannya dengan dengan beberapa shalat sunnah, baik di pagi dan juga malam hari. Di lingkungannya pun, wanita ini terkenal sebagai wanita baik, dan rajin sekali beribadah.

Hanya satu kekurangan wanita yang taat beribadah ini, ia masih belum menggunakan hijab untuk menutupi auratnya. Sudah banyak sekali orang yang menasehatinya agar menutup auratnya, baik dari keluarganya sendiri hingga para ustadzahyang ingin wanita ini menjadi sosok wanita shalehah yang sempurna.

Setiap kali ada orang yang menasehatinya, jawaban dari wanita yang taat beribadah ini selalu sama, yakni “Insya Allah untuk saat ini yang penting hatinya dulu yang berhijab.” Hingga beberapa orang yang sudah sering menasehatinya menjadi merasa sedikit putus asa dan mulai membiarkannya saja.

Hingga sampailah pada suatu malam, seperti biasa wanita yang taat beribadah ini shalat isya dan tidak lama kemudian memutuskan untuk tidur. Ketika tidur, wanita ini bermimpi tengah berada pada sebuah taman yang sangat indah dan belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Di sejauh matanya memandang, matanya dimanjakan dengan rumput hijau, dan bunga warna-warni yang sedang bermekaran.

Di taman ini juga terdapat sungai yang sangat jernih airnya, sehingga siapa saja bisa bercermin pada aliran airnya. Udara dan suasana di sekitar taman ini juga berbeda dengan taman biasanya. Di sini, udara dan suasanya begitu segar, menyenangkan dan menenangkan. Tidak pernah ia rasakan sebelumnya yang pasti.

Di taman yang indah ini, terdapat juga beberapa wanita lainnya. Wanita-wanita itu merupakan wanita yang cantik dan terlihat sholehah. Wanita yang taat beribadah tadi menghampiri salah satu wanita yang wajahnya sangat bersih bersinar dan tidak terlalu jauh dari dirinya. Ia menyapanya dengan mengucapkan salah “assalamu’alaikum saudariku”.

Wanita tersebut menjawabnya dengan senyum ramah “wa’alaikum salam, selamat datang saudariku”. Kemudian percakapan di antaranya pun berlanjut. Wanita yang taat beribadah tadipun mulai bertanya.

“saudariku, apakah ini Surga?”

Dan wanita yang dihampirinya menjawab “bukan saudariku, ini hanyalah tempat untuk menunggu sebelum surga.”

Ia kembali bertanya: “benarkah wahai saudariku? Masya Allah, jika tempat menunggunya saja seindah ini, maka tidak bisa ku bayangkan bagaimana indahnya Surga itu nantinya.”

Tidak puas, wanita tadi kembali bertanya, “amalan apa yang telah engkau lakukan sehingga bisa membuatmu kembali ke sini wahai saudariku? Wanita tadi menjawabnya dengan tersenyum “sama sepertimu, saudariku”

Tidak lama setelah percakapan tadi, tiba-tiba saja diujung taman wanita yang taat beribadah namun masih belum berhijab tadi melihat sebuah pintu yang benar-benar indah. Secara perlahan, pintu tersebut terbuka, dan ia mulai melihat beberapa wanita yang sedang menikmati keindahan taman tadi berjalan kearah pintu tersebut dan memasukinya satu persatu.

Hingga wanita yang diajak berbicara tadi berseru “ayo kita ikuti mereka kepintu itu” sambil setengah berlari takut ketinggalan. Masih belum memahami apa yang sedang terjadi, wanita ini bertanya “apa yang ada dibalik pintu indah itu?”dengan semangat wanita satunya menjawab: “Tentu saja Surga saudariku”.

Setelah menjawabnya, entah mengapa lari wanita itu semakin cepat, dan wanita yang taat beribadah tadi semakin jauh tertinggal. Ia berusaha berlari semakin kencang lagi, namun  tetap tidak bisa mengejarnya. Semakin kencang ia berlari, maka terasa semakin kencang juga wanita satunya berlari, dan terasa semakin jauh juga pintu Surga tadi.

Merasa semakin tertinggal, wanita yang rajin beribadah namun tidak menutup auratnya berteriak dan bertanya: “amalan apa yang telah engkau lakukan sehingga bisa berlari dengan begitu ringannya, saudariku?” Dan kemudian terdengar jawaban “sama denganmu saudariku”.

Sadar bahwa wanita yang diajaknya akan segera sampai di pintu Surga, wanita ini bertanya kembali “amalan apalagi yang engkau lakukan namun tidak aku lakukan?” wanita tersebut akhirnya tersenyum, dan kemudian menjawab “Apakah engkau masih tidak memperhatikan dan menyadari apa yang membuatmu berbeda denganku, saudariku?”

Akhirnya wanita yang masih belum berhijab ini seperti kehabisan nafas dan tidak lagi mampu untuk menjawabnya. Hingga ia pun mendengar lagi apa yang dikatakan oleh wanita lainnya berupa “Apakah engkau  berpikir bahwa Allah akan  mengizinkan masuk ke dalam  Surga-Nya tanpa jilbab yang dapat menutup auratmu?”

Setelah mengatakan kalimat itu, wanita tadi pun berhasil mencapai Pintu Surga dan masuk ke dalamnya. Namun kemudian ia mengintip  kembali dan mengatakan “sungguh sayang sekali, amalan yang kau lakukan selama ini masih belum mampu membawamu ke Surga ini hanya karena engkau masih belum menutup aurat. Cukuplah Surga sampai di hatimu saja karena niatmu hanyalah menghijabihatimu saja”.

Setelah itu, wanita yang rajin beribadah ini tertegun dan terbangun dari tidurnya. Ia beristighfar beberapa kali dan kemudian bangkit untuk mengambil wudhu dan melaksanakan shalat malam seperti biasanya. Setelah shalat, ia menangis dan merasa sangat menyesal karena selama ini masih belum mau menutup auratnya.

Sejak saat itu, wanita yang rajin beribadah tersebut memutuskan untuk menggunakan hijab dan tidak  lagi menampakkan aurat pada mereka yang bukan mukhrimnya. Maha Besar Allah yang memberikan hidayah dan peringatan untuk hamba-Nya melalui mimpi seperti ini.

Dari kisah tadi, dapat disimpulkan bahwasanya Allah benar-benar tidak menyukai wanita muslim yang tidak menutup auratnya meskipun taat dalam melakukan ibadah. Hal ini juga sebaiknya menjadi peringatan bagi anda agar tidak lagi menunda-nunda diri untuk berhijab.