Contoh Hadits Dhaif; Munkar, Matruk, dan Maudhu’ Ust Adi Hidayat

by

Tidak semua hadits dhaif (lemah) itu ditolak. Belum tentu bahwa hadits dhaif itu harus ditinggalkan (tidak bisa dijadikan patokan hukum). Ada urut-urutan dalam kedhaifan hadits.

Berdasar kesepakatan ulama hadits, Hadits dhaif yang tidak bisa dijadikan landasan hukum ada 3 jenis:

  1. Munkar yaitu hadits yg diriwiyatkan oleh orang-orang yang seringkali berbuat maksiat contoh hadits tentang doa rajab Allahumma barik lana gi rajaba,,,, waballighna ramadhan. Alasan karena di antara perawinya ada seseorang bernama Ziyad An Numairi (beliau dipersoalkan oleh para ulama sebagai munkarul hadits, yakni orang yang hadits-haditsnya diingkari)
  2. Matruk yaitu hadits yang diriwayatkan oleh orang yang tertuduh sebagai sering berdusta. Contoh hadits matruk adalah hadit tentang ramadhan yg awalnya rahmat, tengahnya maghfirah, dan akhirnya ….
  3. Maudhu’ (palsu) contohnya hadits tentang bahwa orang yang bahagia dengan datangnya ramadhan maka diharamkan bagi neraka menyentuh kulitnya.