Kisah Sukses Designer Muslimah Bernama Iman Aldebe

by

Kisah Sukses Iman Aldebe

Pernah dengan nama Aldebe Haute Coulture? Atau Iman Aldebe? Syukurlah  buat yang udah familiar dengan kedua nama itu. Bagi yang belum silakan gogling aja ya. Di sini, kami ingin cerita tentang “Kisah Sukses Desaigner Muslimah Bernama Iman Aldebe” saja.

Sukses merupakan sebuah pencapaian yang harus diraih untuk jaminan di hari tua. Ya, sebisa mungkin raihlah kesuksesan saat usia masih muda. Di saat masih muda pastinya semangat masih membara dan ini harus dimanfaatkan untuk meraih sebuah keberhasilan.

Menjadi seorang muslim tak menjadi penghalang bagi dirinya untuk bisa tampil fashionable dan trendy. Itulah keinginan terbesar dari seorang wanita muslim kelahiran Swedia bernama Iman Aldebe. Keinginan tersebut dapat diwujudkannya setelah melalui proses yang lumayan panjang dan menyulitkan.

Di mana ia harus mendengar celaan dari orang yang ada disekelilingnya tentang ide-ide anti mainstream yang dibuatnya. Namun, semua itu tidak meredupkan semangatnya dalam menekuni dunia fashion khususnya sebagai seorang desaigner.

Untuk mengetahui lika-liku perjalanan hidupnya yang penuh kejadian-kejadian yang mengesankan dan tidak terlupakan seumur hidupnya, simaklah rangkuman yang telah kami buat tentang sosok fenomenal yang begitu menggoncangkan negara tempat ia tinggal dan juga dunia.

Keputusannya untuk menekuni dunia fashion design

Iman Aldebe adalah seorang putri yang memperjuangkan Islam dalam dunia fashion. Ia dikenal sebagai sosok yang pekerja keras dan tidak mudah menyerah meskipun banyak orang yang memandangnya aneh. Ia tidak pernah ambil pusing dengan hinaan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Wanita yang tertarik di dunia fashion ini dikenal sebagai sosok yang pemberani. Ia berani menciptakan sebuah karya yang begitu kontroversial. Ya, karya-karyanya mungkin dianggap aneh oleh sebagian orang dan banyak juga yang menentangnya.

Iman Aldebe merupakan seorang putri dari imam masjid. Dengan gelar tersebut ternyata perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan dan tidak berjalan mulus seperti apa yang diinginkannya. Terutama di dalam dunia fashion yang menjadi kegemarannya.

Baginya fashion adalah dunianya. Kecintaanya terhadap dunia fashion memunculkan ide-ide kreatif yang anti mainstream dan tidak diduga-duga bagi penikmatnya. Inovasi-inovasi terbaru selalu muncul dari otak cerdasnya. Ia ingin memberikan warna yang berbeda di dalam dunia fashion.

Memilih dunia fashion desain sebagai dunianya merupakan sebuah pilihan yang sudah ia idam-idamkan. Namun keputusannya itu mendapat kritikan keras dari orang-orang yang ada di sekelilingnya. Kritikan-kritikan yang dilontarkan tidak pernah menciutkan semangatnya untuk menekuni dunia fashion.

Ia tidak terlalu memikirkan apa kata orang. Ia lebih senang mengikuti kata hatinya sendiri dan ia tidak mau mundur meskipun banyak orang yang mencelanya. Semua celaan yang ia dapat dijadikan motivasi untuk terus maju. Ia tidak mau cita-citanya hancur hanya gara-gara celaan dari orang-orang yang tidak mengenal kepribadiannya.

Dengan gelar putri seorang imam, menjadikannya memiliki beban sosial di dalam setiap tindakan yang akan diambilnya termasuk juga dalam berpenampilan. Di dalam kehidupannya, ia dituntut untuk memakai pakaian yang sederhana dan dengan warna yang itu-itu saja. Hal tersebut tentu membuatnya bosan.

Iman Aldebe merupakan sosok yang kreatif dan berinovasi tinggi, sehingga ia lebih cepat bosan dengan pakaian dengan model sama yang dikenakannya setiap harinya. Di dalam benak wanita yang ahli di bidang musik ini muncul sebuah keinginan untuk merubah pakaian yang biasa-biasa saja menjadi pakaian yang luar biasa.

Sifat kreatif yang dimilikinya menjadikan ia lebih suka untuk bereksperimen dengan warna-warna pakaian yang mencolok dan juga make up. Dari sinilahia mulai untuk mengubah kebiasaanya yang tadinya memakai pakaian dengan warna itu-itu saja menjadi mengenakan pakaian dengan warna yang lebih menarik.

Selain memakai pakaian dengan warna-warna menarik yang berbeda dengan pakaian yang dikenakan wanita di dalam komunitasnya, Iman Aldebe juga memutuskan untuk menekuni dunia fashion design saat umurnya baru menginjak 16 tahun. Ini merupakan sebuah keputusan berharga yang dia ambil.

Di usia tersebut ia menyadari bahwa kecintaannya terhadap dunia fashion bukan sekedar hobi saja. Ia menemukan dirinya yang sebenarnya setelah memutuskan menjadi desainer.Karirnya dimulai dengan mendesain gaun yang digunakan untuk wisuda dan seragam untuk pernikahan yang dibuat untuk keluarga dan teman-temannya. Sampai akhirnya karya iman dijadikan salah satu ikon fashion design di dunia.

Iman Aldebe Design

Menanggapi kritikan-kritikan pedas dengan prestasi

Perjalanan karirnya memang tidak mulus, banyak rintangan yang harus ia hadapi. Di awal perjalanan karirnya, ia harus menelan pil pahit karena desainnya ditolak oleh toko-toko ritel. Dari kejadian tersebut, wanita kelahiran Swedia ini mulai mengembangkan bisnisnya dan ingin membuktikan kepada toko-toko ritel yang telah menolaknya, bahwa busana muslim juga bisa menjadi eksis di dunia fashion.

Kemudian Iman Aldebe mulai mempelajari tentang mekanisme pasar dan merilis sebuah hijab simpel yang dinamakan Happy Turban. Desainnya yang unik akan membuat tampilan semakin nyentrik. ternyata hijab turban rancangan Iman Aldebe  ini tidak hanya disukai oleh wanita muslim saja, melainkan wanita nonmuslim juga menyukai jilbab turban.

Cobaan pun masih berlanjut ia harus menerima berbagai kritik pedas dari kaum muslim dan non-muslim.Terutama setelah terjadinya teror 11 September yang mengguncang Amerika yang menjadikan komunitas hijabersdunia mengalami masa-masa yang paling sulit.Selain itu beberapa muslimah yang ada dikomunitasnya menganggap bahwa yang dikerjakannya memang tidak pantas.

Tak hanya di dunia nyata, ia juga mendapat hinaan di dunia maya seperti di Facebook, Email, hingga blog pribadinya. Tidak hanya kritikan pedas dan hinaan saja melainkan juga ancaman yang dilontarkan para heaters.Ada juga yang membuat forum di media sosial yang membahas tentang dirinya. Mereka bahkan sampai berkata bahwa Iman Aldebe sudah tidak layak hidup.

Dengan kritikan tersebut, Iman Aldebe tidak menyerah, justru semakin memacu semangatnya untuk menciptakan gaya hijab yang nyaman digunakan oleh muslimah yang kerja di kantor, hijab yang cocok untuk untuk seragam polisi wanita, hijab untuk apoteker bahkan yang lebih unik lagi adalah menciptakan hijab untuk seragam tentara wanita.

Ia merasa bangga dapat menjadi pelopor dalam mendesain jilbab resmi yang cocok untuk dikenakan polisi, tentara, apoteker, dan lainnya. Dengan cercaan dari banyak orang, nyatanya sampai saat ini ia masih tetap berkarya dan bahkan bisa lebih sukses.

Selain label hijabnya, sekarang ini Iman Aldebe juga mempunyai clothing line yang diberi nama Aldebe Haute Coulture. Karya dari Iman Aldebe sudah dijual diberbagai toko-toko besar dan e-commerce manca negara. Ia juga berharap rancangannya dapat masuk ke negara fashion terbaik seperti Inggris.

Misinya dalam mendesain sebuah hijab adalah mengangkat mode sebagai penghilang prasangka buruk yang beredar di masyarakat muslim dan ia juga ingin mendongkrak citra wanita muslim yang begitu tertindas di negara Barat agar tidak terisolasi saat menjalankan hidupnya di tengah-tengah masyarakat.

Karyanya yang kontroversial berhasil mematahkan paradigma bahwa seorang muslim berhijab tidak dapat menjalankan pekerjaan yang tidak pantas seperti polisi, tentara, apoteker, dan pekerjaan wanita muslim tak umum lainnya.

Belajar dari kisah Iman Aldebe, bahwa orang-orang yang membenci dapat dijadikan sebuah motivasi untuk terus maju dan menciptakan karya yang tidak pernah terpikirkan oleh orang sebelumnya. Teladan yang bisa dicontoh dari kisah Iman Aldebe adalah tanggapi kritikan dengan prestasi.

https://www.youtube.com/watch?v=ZpKcCnUCIII