Legenda, Kisah Perjalanan Muhammad Ali (Petinju) dan Kata-kata Indahnya

by
Muhammad Ali Juara Tinju Dunia
Foto peti jenazah Muhammad Ali yang berada di Louisville, Kentucky (Foto: Reuters)

Kisah Perjalanan Muhammad Ali Petinju Legendaris

Muhammad Ali. Siapa yang tidak kenal nama itu, sosok petinju perkasa ini tidak hanya dikenal sebagai legenda dalam dunia tinju, namun juga dikenang sebagai seorang Muslim yang taat, dan banyak sekali kata-kata atau pesan-pesannya yang indah yang hingga saat ini masih terus diingat oleh umat Muslim karena menjadi inspirasi tersendiri untuk menjadi seorang Muslim yang lebih baik.

Hal pertama yang harus anda ketahui, Muhammad Ali merupakan seorang mualaf, dan namayang diberikan ketika ia lahir ialah Cassius Marcellus Clay. Ia lahir ditahun 1942 tepatnya pada tanggal 17 Januari di Amerika Serikat.

Jangan berharap bahwa legenda yang satu ini terlahir dalam keluarga kaya nan berkecukupan, karena Ali kecil terlahir dalam keluarga yang miskin. Apalagi pada saat itu isu-isu rasial masih sangat gencar-gencarnya, dan Ali berasal dari keluarga kulit hitam sehingga tidak jarang ia mendapatkan gangguan dan perlakuan yang tidak menyenangkan lainnya.

Hingga suatu hari, ketika Ali kecil sedang bermain, ada seseorang yang mencuri sepedanya. Mengetahui sepedanya sudah hilang, Ali tidak bisa menerimanya dan merasa sangat marah, bahkan kepada polisi Ali mengatakan dengan lantang bahwa ia akan menghajar sang pencuri hingga babak belur jika sudah mendapatkannya.

Mendengar seorang anak kecil hitam dan kurus berkata seperti itu, sang polisi hanya tertawa dan berkata dengan entengnya, bahwa jika ia ingin menghajar seseorang maka harus berlatih tinju terlebih dahulu. Meskipun terdengar bercanda, namun ternyata Ali menganggap serius perkataan polisi tersebut.

Baca: Kapolda NTB Gendong Sendiri Korban Kecelakaan Tabrak Lari

Ketika usia 12 tahun, yakni pada tahun 1954, Muhammad Ali mulai berlatih tinju dengan sungguh-sungguh. Tidak sia-sia, pada tahun 1960 seorang Muhammad Ali sudah memulai pertandingan professional. Tidak banyak yang menyangka bahwa kehilangan sepeda akan memberikan perjalanan hidup yang hebat untuknya.

Di usia 18 tahun, Muhammad Ali telah memenangkan medali emas pada Olimpiade Roma. Muhammad Ali mulai menjadi perbincangan dan pusat perhatian ketika di usia 22 tahun berhasil mengalahkan Sonny Litson, yang pada saat itu menjadi petinju yang sangat ditakuti. Padahal awalnya banyak orang yang memprediksi bahwa Muhammad Ali akan babak belur bahkan mati di ring pertandingan karena berani mengejek Sonny Litson.

Setelah mengalahkan Sonny Litson, nama Muhammad Ali langsung meroket dan menjadikannya seorang bintang tinju yang terkenal diseluruh dunia. Bahkan, ia disebut-sebut sebagai pahlawan bagi orang-orang kulit hitam di Amerika yang sebelumnya sering diremehkan.

Tidak selalu mulus, ditahun 1967 –1970  Muhammad Ali harus berhenti bertanding sebagai konsekuensi atas tidak bersedianya ia ikut dalam pasukan perang Amerika di Vietnam. Tidak hanya dilarang bertanding, paspor milik Muhammad Ali juga dicabut. Pada saat itu, Muhammad Ali seperti diasingkan. Hingga pada akhirnya bisa bertanding kembali dan bisa mengalahkan Oscar Bonavena, dan Joe Frazier setelah sempat dikalahkan satu kali, juga mengalahkan George Foreman sehingga menjadi juara dunia.

Ditahun 1975, barulah babak baru dalam hidup seorang Muhammad Ali dimulai, di tahun inilah ia mengumumkan telah menjadi seorang Muslim dan secara resmi mengganti namanya menjadi Muhammad Ali Clay. Banyak orang yang penasaran dengan keputusan besar legenda ini. Ketika ditanya, ia memberikan jawaban yang bisa membuat siapa saja terenyuh. Jawabannya ialah:

“Aku belum pernah melihat begitu banyak cinta. Saling memeluk dan mencium diantara mereka. Shalat lima waktu dalam sehari. Wanita yang memakai pakaian yang panjang. Cara mereka makan. Ketika engkau bisa pergi kemanapun dan menyapa mereka dengan Assalamu’alaikum – wa’alaikum salam. Engkau punya rumah, engkau punya saudara. Aku memilih Islam karena itu bisa menghubungkan perasaanku dengan siapa saja. Sedangkan sebagai orang Kristen di Amerika, aku tidak pernah bisa pergi ke gereja orang kulit putih. Dalam Islam aku merasakan kebaikan dan juga kebebasan.

Setelah itu, Muhammad Ali terus menjadi sorotan, bukan hanya sekedar legenda dari dunia tinju, namun juga sebagai umat Muslim yang rajin berbagi inspirasi dan membela siapa saja yang membutuhkannya.

Ditahun 2005, Muhammad Ali membangun Muhammad Ali center di Luisville sebagai pusat tempat dakwah. Ia juga meletakkan banyak koleksinya sehingga bisa menarik lebih banyak orang lagi untuk berkunjung dan bekenalan juga mempelajari Islam. Di tempat ini juga Muhammad Ali dan beberapa organisasi menuangkan idenyayang berkaitan dengan kesejahteraan Sosial, ide perdamaian, nilai-nilai luhur, juga membantu siapa saja yang memang membutuhkan bantuan.

Di beberapa kesempatan, Muhammad Ali sering mengucapkan kalimat-kalimat yang hingga saat ini masih diingat dan dijadikan inspirasi tersendiri. Beberapa ucapan Muhammad Ali yang mungkin  saja bisa anda jadikan  inspirasi di antaranya:

“Aku tidak merokok, tetapi aku selalu membawa korek api di saku celanaku kemanapun aku pergi. Setiap kali hatiku tergerak untuk melakukan dosa, maka aku membakar satu batang korek api, kemudian kurasakan panasnya di telapak tanganku. Dan aku berkata dalam hatiku: Ali, menahan panasnya korek api ini saja kau tidak sanggup, lalu bagaimana dengan dahsyatnya api neraka?”

“Mustahil hanya sebuah kata yang dilemparkan ke permuakaan oleh orang-orang kecil yang merasa lebih mudah untuk hidup di dunia yang sudah diberikan pada mereka, daripada mengeksplor kekuatan yang mereka punyai untuk bisa mengubahnya. Maka mustahil bukan fakta. Inilah pendapat. Mustahil adalah potensi. Mustahil ialah bersifat sementara. Dan mustahil bukan apa-apa.”

“Aku percaya pada Agama Islam. Aku percaya pada Allah dan kedamaian”

“Orang-orang mengatakan bahwa aku berbicara begitu lambat sekarang. Tidak mengherankan. Setelah aku hitung, aku telah melakukan 29.000 pukulan. Tapi aku mendapatkan $ 57.000.000 dan disimpan setengah dari itu. Jadi aku melakukan beberapa pukulan yang keras. Apakah anda tahu berapa banyak laki-laki berkulit hitam dibunuh setiap tahun oleh senjata dan pisau tanpa sepeserpun  untuk nama-nama mereka? Aku mungkin bicara lambat, tapi pikiranku baik-baik saja.”

“Mengapa mereka harus memintaku untuk mengenakan seragam dan pergi sepuluh ribu mil dari rumah untuk menjatuhkan bom dan peluru pada orang-orang berkulit cokelat di Vietnam, sementara yang disebut negro di Luisville diperlakukan seperti anjing dan menolak hak asasi manusia sederhana?”

Dalam sebuah wawancara, Muhammad Ali pernah ditanyai ada berapa pengawal yang ia miliki? Muhammad Ali diam dan pura-pura menghitung dengan jari tangannya, kemudian ia menjawab: “Saya punya satu bodyguard, Dia Maha Melihat dan Maha Mendengar, Dia juga Maha Tahu. Kalau Dia ingin sesuatu, Dia tinggal menciptakannya dan langsung jadi. Pengikut-Nya patuh dan Dia tahu apa yang orang bicarakan. Dia tahu semua rahasia, bahkan  apa yang ada didalam benak kita. Dia adalah Tuhan, ALLAH. Dia adalah bodyguard saya, Dia juga bodyguard anda.”

Ketika terjadi penyerangan di Paris pada tahun 2015 lalu dan ISIS mengklaim dirinya sebagai pelakunya, Muhammad Ali juga sempat mengatakan bahwa “Aku seorang Muslim. Tidak ada ajaran Islam tentang membunuh orang yang tidak bersalah di Paris San Bernardino, atau dimanapun di dunia ini. Muslim sejati tahu bahwa kekerasan dan kekejaman yang disebut Jihad Islam sangat bertentangan dengan ajaran agama kita.

Kisah Meninggalnya Muhammad Ali dan Prosesi Pemakaman

Mantan petinju Muhammad Ali meninggal pada Sabtu, 4 Juni atau Jumat malam, 3 Juni waktu setempat. Petinju berusia 74 tahun itu sebelumnya telah dirawat di rumah sakit di area Arizona, Amerika Serikat selama 1 pekan terakhir karena mengalami penyakit di bagian pernafasan.

Muhammad Ali Juara Tinju Dunia
Foto peti jenazah Muhammad Ali yang berada di Louisville, Kentucky (Foto: Reuters)

Umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat (AS), untuk menghadiri prosesi pemakaman petinju legendaris dunia Muhammad Ali yang dilaksanakan pada hari ini, Jumat 10 Juni 2016. Pemakaman sendiri akan dilakukan sesuai tradisi Muslim.

Sebagaimana diwartakan Al Jazeera, Jumat (10/6/2016), lebih dari 14 ribu orang sudah membeli tiket untuk menghadiri prosesi pemakaman sang legenda tinju dunia tersebut yang akan dilaksanakan di Kentucky Exposition Center.

Pihak penyelenggara menyatakan prosesi pemakaman ini diadakan untuk memberikan kesempatan bagi para warga Muslim untuk mengucapkan salam perpisahan kepada pria yang banyak orang, khususnya warga Muslim AS, pandang sebagai pahlawan di Islam.

Dilaporkan, banyak warga Muslim di AS berharap prosesi pemakaman Muhammad Ali akan membantu menggarisbawahi bahwa agama serta tradisi Islam memang menjadi bagian dari kehidupan di Negeri Paman Sam.

Zaid Shakir yang akan menjadi imam Salat Jenazah sang legenda tinju tersebut menuturkan bahwa Muhammad Ali ingin menjadikan prosesi pemakamannya sebagai pembelajaran bagi warga AS mengenai agama Islam.

“Muhammad merencanakan semua ini, dan ia merencanakannya (prosesi pemakamannya) sebagai momen pembelajaran,” ujar Shakir.

Shakir juga sempat menyatakan kepada Associated Press mengenai hal-hal yang membuat Muhammad Ali menjadi sosok panutan bagi para warga Muslim AS.

“Satu penyebab Muhammad Ali menyentuh banyak hati adalah karena rela mengorbankan ketenaran, uang, glamor, serta semuanya (yang ia dapat) demi kepercayaannya (iman terhadap Islam) dan prinsipnya,” tambah Shakir.