Profil Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar Septono SH,MH

by
Profil Kapolda NTB Umar Septono

Profil Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar Septono SH,MH

Tegas namun dermawan. Adalah tiga kata yang paling tidak bisa menggambarkan kepribadian Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar septono. Ya, menjabat sebagai Kapolda bukan berarti ia bisa memanfaatkan kedudukannya dengan meninggalkan tugas mutlak yang telah ia janjikan untuk masyarakatnya.

Tugas melayani dengan sepenuh hati, tanpa memandang latar belakang dan perbedaan strata yang ada, adalah semboyan yang selama ini dipegang teguh olehnya. Diterapkan bersama ribuan bintara di bawah pimpinannya. Tidak peduli sesulit apa hambatan dan rintangan yang akan ditemui di lapangan.

Baca: Kapolda NTB Pikul Beras Sendiri Untuk Warga Miskin

Baginya, menjadi pelayan masyarakat adalah tugas mulia yang resmi ia terima sejak menjabat sebagai Kapolda. Oleh karena itu, tidak ada sedikitpun keinginan membuat hati warga NTB kecewa dengan perilakunya yang mengesampingkan kepentingan mereka.

Melaksanakan tugas dan mengutamakan kewajibannya terhadap Sang Pencipta sudah sejak dulu diketahui sebagai dua hal yang melekat pada diri dermawan asal Purbalingga ini. Tak heran, jika banyak masyarakat yang kagum dan memujinya karena bisa begitu rapinya melaksanakan dua kewajiban tanpa ada keluhan maupun serentetan alasan ini itu.

Kewajiban akan tugas yang diemban sebagai aparat negara dan kewajiban pribadinya sebagai hambaNya. Ini bisa dibuktikan dengan berbagai program dan kegiatan yang dicanangkan sejak beliau terpilih sebagai kapolda menggantikan Brigjen. Pol. Srijono.

Sejak menjabat sebagai Kapolda, ia kerap melakukan berbagai kegiatan sosial untuk membantu warganya yang kesusahan. Sifatnya yang merakyat dan ramah, berani turun tangan tanpa mengandalkan anak buahnya saja, serta mampu bergaul dengan masyarakat dari semua lapisan membuat citra polisi NTB lebih baik lagi.hal ini dimaksudkan agar tercipta harmonisasi kehidupan antara polisi dan masyarakat.

Ia juga menerapkan berbagai peraturan tegas yang apabila dilanggar oleh bintara-bintaranya akan diganjar dengan pelajaran yang setimpal. Dibawah kepemimpinan Umar Septono, Polda NTB menjadi satu-satunya Polda di seluruh wilayah Indonesia yang telah lengkap menerapkan sistem satu desa satu polisi. Dia getol menggodok sistem tersebut karena meyakini bahwa untuk menekan tindak pidana dan memelihara kamtibmas, polisi harus lebih dekat dengan masyarakat.

Baca: Kapolda NTB: Shalat Jamaah 5 Waktu Di Masjid Itu Harga Mati!

Tidak cukup sampai disitu, orang nomor satu di NTB ini sering meluangkan waktunya untuk menyambangi warga yang kurang mampu.Seperti Umar Bin Khattab yang menjadi suri tauladan baginya.Tanpa ragu-ragu Umar Septono memikul karung beras dan bahan makanan lainnya untuk diserahkan ke warga yang sudah sejak lama menderita penyakit lumpuh.

Hal ini benar-benar dilakukan sendiri tanpa bantuan dari bawahannya.Ia juga tak segan untuk bercanda tau sekedarngobrol dengan warga sekitar. Menurutnya, ini sudah menjadi tugas seorang pemimpin yang mana dibutuhkan tanggung jawab sangat berat di hadapan Sang Pencipta.

Diambil dari nama sahabat sekaligus khalifah kedua setelah Abu Bakar As-shidiq, Nama Umar Septono bukan saja nama besar seorang Kapolda di tanah Nusa Tenggara Barat, nama umar adalah motivasi yang membuatnya selalu berusaha menerapkan hal-hal baik dari tauladannya untuk dicontohkan kepada bintara-bintara kepolisian.

Kapolda yang satu ini memang penuh kejutan.Ia tak segan melakukan tindakan luar biasa yang kerap membuat hati dan mata masyarakat NTB tercengang. Dalam sebuah acara pengajian rutin Polda NTB di Masjid Baiturrahman Polda NTB, ia juga sering ditunjuk sebagai salah satu pengisi acara. Lewat semboyan “Al-Qur’an yang jadi pegangan”, Brigjen #Umar Septono kerap menyuntikkan kata-kata motivasi di depan ratusan anggota polisi.

Baca: Kapolda NTB Gendong Sendiri Korban Kecelakaan Tabrak Lari

Motivasi untuk menjadi bintara yang melayani masyarakat dengan ikhlas dan senang hati. Satu hal yang tak luput untuk iasuntikkan ke dalam jiwa patriotisme para polisi ialah kewajiban menjalankan ibadah kepada Allah Ta’ala.

“Kita diciptakan didunia ini untuk apa.” Paparnya, “kita itu diciptakan untuk ibadah, dalam sebuah surat di Al-Qu’an Allah telah menjelaskannya bahwa Jin dan Manusia diciptakan hanya semata-mata untuk beribadah kepada-Nya.Hal-hal selain itu adalah pernak-pernik semata.Oleh karena itu, janganlah kita mengambil Hak-Hak Allah tersebut. Hak-Hak Allah, adalah kewajiban utama dan pernak-pernik itu jangan sampai mengganggu apalagi mengambil Hak-Hak Allah.” Lanjutnya, dan Umar benar-benar mengimplementasikannya dalam kesehariannya.

Hal ini terbukti saat ia rela menembus keramaian ribuan peserta yang menghadiri pertemuan penting dengan beberapa orang pejabat Negara diantaranya BPK RI dan Gubernur NTB. Disaat pertemuan sedang berlangsung dan membahas materi-materi penting yang lumrahnya tidak akan ditinggalkan oleh peserta manapun.

Baca: Demi Kejar Sholat Jamaah Awal Waktu, Kapolda NTB Pilih Tinggalkan Acara Festival Senggigi

Ia tanpa permisi meninggalkan acara dan keluar dari gedung. Kondisi ini jelas membuat semua peserta yang hadir heran dan penuh tanda tanya. Ternyata umar pergi bersama ajudannya untuk mencari masjid karena adzan dhuhur telah tiba. Kewajiban ini tidak bisa ditunda apalagi dilewatkan oleh apapun atau siapapun, walaupun itu urusan Negara sekalipun.

Brigjen Umar Septono pernah membuat semua jajarannya terpana karena membawa seorang tukang sapu dalam apelnya, menjemur 70 orang bawahannya karena mangkir dari solat dhuha, dan ikut serta membangun masjid saat kebetulan melintas di suatu desa padahal ia masih mengenakan seragam dinas.

Profil Kapolda NTB Umar Septono

BIODATA SINGKAT BRIGJEN POL. Drs. UMAR SEPTONO, SH. MH.

  1. Nama : Drs. UMAR SEPTONO, SH., MH
  2. PANGKAT / NRP : BRIGJEN POL / 62090699
  3. JABATAN : KAPOLDA NTB
  4. TTL :Purbalingga, 13 September 1962
  5. AGAMA / SUKU : ISLAM / JAWA

 

Terhitung Mulai tanggal tugas #Kapolda NTB : 05 Juni 2015

 

DIKPOL :

AKABRI 1985, PTIK 1994, SESPIM 1998, SESPATI 2 2008, LEMHANAS 47 TAHUN 2012

DIKUM :

SD 1974, SMP 1977, 1981

DIKJUR : PA DAS LANTAS 1989, PA DAS SERSE 1991, ASSESSMENT PATI TAHUN 2014

PANGKAT :

  1. IPDA 28 SEPTEMBER 1985 IPTU 01 OKTOBER 1989
  2.  AKP 01 Oktober 1992
  3. KOMPOL 01 Oktober 1996
  4. AKBP 01 Oktober 2001
  5. KOMBES POL 01 Oktober 2005
  6. BRIGJEN 01 Oktober 2013

RIWAYAT JABATAN

  1.  00-12-1985 : PAMAPTA POLRES DAERAH CIREBON
  2. 00-12-1986 : PA STAF SERSE POLRES DAERAH CIREBON
  3. 00-12-1987 : KAPOLSEK CIWARINGIN POLRES CIREBON
  4.  00-12-1988 : KAPOLSEK ARJAWINANGUN POLRES WILAYAH CIREBON
  5. 00-12-1990 : KAPOLSEK AREA LOSARI POLRES CIREBON
  6. 00-12-1992 : KAPOLSEK LIMANAN DAN POLRES CIREBON
  7. 00-12-1995 : KAPUSKODAL OPS POLRESTA DAERAH BANDAR LAMPUNG
  8. 00-12-1996 : KABAG SAMAPTA POLISI WILAYAH BENGKULU
  9. 00-12-1997 : KAPUSKODAL OPS POLTBES PALEMBANG
  10. 00-12-1997 : PAMEN POLISI DAERAH SUMSEL
  11. 01-06-1998 : KABAG TATIB LALU LINTAS DIT LALU LINTAS POLDA BALI
  12. 01-01-1999 : KASAT PRC DIT LANTAS POLDA BALI
  13. 03-10-2002 : KAPOLRES ASAHAN POLDA SUMUT
  14. 28-02-2003 : WADIR SAMAPTA POLISI DAERAH SUMUT
  15. 25-04-2003 : WAKA POLTABES SEMARANG POLDA JATENG
  16. 21-02-2004 : WAKA POLWILTABES SEMARANGPOLISI DAERAH JATENG
  17. 26-04-2005 : KAPOLTABES PADANG POLISI DAERAH SUMATERA BARAT
  18. 09-06-2006 : DIR LANTAS POLDA SUMBAR
  19. 07-12-2007 : WIDYAISWARA MUDA SESPIM POLRI
  20. 27-01-2009 : KASUBDIT MINREGIDENT DIT LANTAS BABINKAM POLRI
  21. 29-09-2010 : WAKAPOL DAERAH BENGKULU
  22. 23-02-2012 : ANALIS KEBIJAKAN MADYA BAGIAN DIKMAS KORLANTAS POLRI (DALAMRANGKA DIKLEMHANAS PPRA 47 2012)
  23. 08-02-2013 : SESLEM SESPIM POLRI LEMDIKPOL
  24. 07-06-2013 : KAROBINOPS SOPS POLRI
  25. 05-06-2015 : KAPOLDA NTB

Demikian sekilas info mengenai profil Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar Septono, sikap tegas dan dermawan yang dimilikinya adalah salah satu bukti bahwa perilaku pemimpin tak luput dari tanggung jawab kepada masyarakatnya.