kapolda ntb umar septono pikul beras untuk warga miskin
Teladani Umar Bin Khattab, Kapolda NTB Pikul Beras Sendiri Untuk Warga Miskin

Umar Bin Khattab, siapa yang tak mengenal sosok dermawan yang merupakan Sahabat Nabi sekaligus Khalifah kedua ini? ya, beliau bisa dibilang suri tauladan yang luar biasa. Selain dikenal tegas terhadap bawahannya, tegas menetapkan peraturan dan kedisiplinan untuk rakyatnya, beliau dijuluki “singa padang pasir” yang membuat musuh bertekuk lutut karena strategi perangnya.

Begitu tersohornya kedermawanan Umar Bin Khattab di mata rakyatnya, bahkan bisa dibilang pesona Umar Bin Khattab ini tak pernah lekang oleh waktu. Sekalipun beliau telah wafat. Hal ini membuktikan bahwa perilaku yang baik untuk dicontoh adalah harga mati yang abadi.

Sama halnya dengan Umar Bin Khattab, Umar Septono yang merupakan orang nomor satu di kepolisian NTB ini juga memiliki sifat bersahaja. Beliau dikenal memiliki pribadi yang tegas dan tidak segan untuk memberikan pelajaran kepada anggota kepolisian yang tertangkap basah melanggar peraturan.

Drs. Umar Septono adalah Kapolda NTB berpangkat Brigjen yang menggantikan Brigjen Pol. Srijono sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Baru-baru ini ia menjadi buah bibir masyarakat karena kesahajaan yang dimilikinya. Ia memikul karung yang berisi beras dan bahan makanan sendiri ke salah satu warga miskin. Hal ini seakan menjadi bukti bahwa segala peraturan yang ia tegakkan bukan hanya berlaku bagi para bintaranya saja.

Baca: Profil Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar Septono SH,MH

Ya, selama ia menjadi Kapolda NTB, telah banyak kegiatan sosial yang dicanangkan untuk membantu dan melayani masyarakat. Terutama untuk masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Minggu, 30 Oktober 2016. “Umar bin Khattab” kepolisian ini menyambangi kediaman Amaq Saini, salah satu warga miskin yang menderita sakit lumpuh selama beberapa tahun terakhir. Bertempat tinggal di Lingkungan Darul Falah Utara, Kelurahan Panjisari, Lombok Tengah, kondisi Amaq Saini sangat memprihatinkan. Ia hanya terbaring lemas di atas ranjang.

Kapolda NTB Pikul Beras Sendiri Untuk Warga Miskin

Saat mengetahui bahwa yang datang memikul kantong berisi berasa adalah seorang Kapolda, Amaq Saini tak kuasa menahan bulir airmatanya. Ia tak menyangka, bahwa orang nomor satu di kapolda NTB itu rela memikul kantong beras menyusuri jalan setapak untuk menuju ke rumahnya. Selain beras, kapolda NTB yang dikenal sangat merakyat ini juga membawakan 2 dus mie instan yang ia panggul sendiri.

“Beliau mendatangi rumah Amaq Saini di Darul Falah Utara, Kelurahan Panjisari, Lombok Tengah. Karena mendengar warganya lumpuh, dan hanya bisa terbaring di atas kasur” ujar Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti saat dihubungi pada hari minggu 30 Oktober 2016.

Baca: Demi Kejar Sholat Jamaah Awal Waktu, Kapolda NTB Pilih Tinggalkan Acara Festival Senggigi

Selepas memberikan kejutan kepada Amaq Saini berupa beberapa bahan makanan dan kedatangannya yang tiba-tiba. Brigjen Umar juga tak lupa menyempatkan berbincang-bincang dengan warganya ini. Bertanya seputar kondisi kesehatan dan keluarganya. Keakraban begitu terlihat jelas diantara mereka. Pecah oleh tawa natural sekaligus tangis haru yang sempat menghiasi sela-sela perbincangan mereka.

“Bapak itu datang sore, sama pak Babin dengan membawa beras,” kata AmaqSaini saat diwawancarai Lombokinfo, Senin (31/10).

Kedatangan jenderal bintang satu itu, menurut AmaqSaini (51) memang tidak diketahuinya. Tanpa pengawalan layaknya seorang ‘Datu’ (pemimpin dalam bahasa sasak) Kapolda datang didampingi oleh babinkamtibmas Panjisari yang sering berkunjung ketempatnya menjadi penunjuk jalan.

“Bapak (Kapolda) memikul 1 karung beras dan 2 dus mie instan yang diberikan langsung ke saya,” Ungkap Amaq Saini terharu dan tak bisa menahan bulir airmatanya.

Ia mengaku masih tak percaya kalau yang datang menemuinya adalah #Kapolda NTB setelah diberitahu oleh Babinkamtibmas.

“Kami berbincang-bincang lumayan lama,” ujarnya menambahkan.

Baca: Kapolda NTB: Laki-laki Yang Shalat di Rumah Namanya Muslim Sholihah Alias Bencong

Sementara itu Kepala Bidang Humas Polisi daerah Nusa Tenggara Barat AKBP Tribudi Pangastuti saat ditemui di kantornya mengatakan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan Kapolda NTB itu bukan untuk pertama kali. Selama ini Kapolda memang tidak pernah meminta pengawalan, apalagi mengusulkan dana untuk kegiatan sosial tersebut.

“Sejak menjabat sebagai Kapolda NTB, Brigjen Umar memang sering melakukan kegiatan amal itu. Bisanya disela-sela kerja, beliau datang ke pelosok daerah untuk menyambangi warga yang memang telah diketahuinya sangat membutuhkan bantuan. Itu sudah menjadi kebiasaan mulia Kapolda,” ujarnya.

Entah bagaimana, pemandangan yang tak biasa ini terjadi. Memang bisa dibilang hal langka yang hampir jarang sekali kita temui di masyarakat. Mengingat pangkat dan jabatan yang tinggi seringkali membuat beberapa orang lupa akan pentingnya berbagi kepada sesama. Namun, Brigjen Pol. Drs. Umar Septono membuktikan bahwa letak kedudukan dan jabatan bukanlah penghalang untuk berbagi kepada sesamanya yang membutuhkan. Lewat pangkat dan kedudukan tinggi yang dimilikinya, ia masih bisa memberikan bantuan kepada warga miskin yang membutuhkan.

Lahir di purbalingga pada tanggal 13 september 1962, Brigjen Umar Septono kecil berhasil menamatkan pendidikan SD nya pada tahun 1974. Kemudian melanjutkan ke SMP dan lulus pada tahun 1977. Selain dikenal ramah terhadap masyarakat, Brigjen Umar Septono gemar sekali mengadakan kegiatan bakti sosial.Hal ini dilakukan agar citra polisi yang tadinya terkenal tegas dan galak berganti menjadi polisi yang ramah dan siap melayani masyarakat dengan segenap hati.

“Masyarakat tidak butuh Jenderal, mereka butuh Bintara-Bintara yang ikhlas melayani dan tersenyum” kata Kapolda NTB Umar Septono saat melaunching aplikasi kepolisian yang berbasis teknologi informasi di gedung Sasana Dharma, Selasa (25/10).

Umar menjelaskan, Polda NTB merupakan satu-satunya Polda di Indonesia yang telah lengkap menerapkan sistem satu desa satu polisi.Dia getol menggodok sistem tersebut karena meyakini bahwa untuk menekan tindak pidana dan memelihara kamtibmas, polisi harusdekat dengan masyarakat agar peran negara benar-benar dirasakan sampai ke bawah.

“Butuh kebijakan radikal dan hal itu saya lakukan.Peran bhabinkamtibmas harus ditingkatkan untuk menyelesaikan masalah-masalah di bawah sebelum itu menyebar ke mana-mana” ujarnya.

Baca: Kapolda NTB Gendong Sendiri Korban Kecelakaan Tabrak Lari

Lebih lanjut brigadir jenderal bintang satu ini mengatakan, untuk menyelesaikan masalah tidak lah cukup dengan peran perwira di balik meja.Butuh sesuatu yang lebih mendasar, yaitu dengan memahami karakteristik dan budaya lokal daerah tertentu dan itu diyakininya dimiliki oleh setiap anggota bhabinkamtibmas.

“Pantauan saya selama setahun lebih ini di Nusa Tenggara Barat, belum pernah ada protes dari masyarakat mengenai bhabinkamtibmas, malah banyak yang minta agar polisi tersebut tidak dipindah” pungkasnya.

Sejak program satu desa satu polisi dijalankan, sangat banyak kasus yang kemungkinan bisa menjadi besar dapat ditekan dikarenakan kesiapan prajurit yang ada dilapangan tersebut. Terutama untuk soal konflik sosial yang sering terjadi.

“Jadi menurut saya, bintara ini lah sesungguhnya pahlawan bhayangkara yang sigap dalam melayani masyarakat dengan senyuman. Saya mengapresiasi tindakan itu, dan tugas saya memotivasi mereka” tegasnya. Itulah jawaban Brigjen Umar Septono saat diwawancarai oleh beberapa media lokal. Rendah hati, tegas, penyayang, namun penuh wibawa adalah citra dari seorang ‘Umar Bin Khattab’nya Polri yang sangat lekat di hati masyarakat.

Baca: Kapolda NTB: Shalat Jamaah 5 Waktu Di Masjid Itu Harga Mati!

Sudah sepantasnya hal ini menjadi teladan yang baik bagi kita semua. Sebab terciptanya keharmonisan antara polisi dan masyarakat adalah jembatan agar kehidupan yang aman dan nyaman dapat diwujudkan.

Profil Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar Septono SH,MH

Tegas namun dermawan. Adalah tiga kata yang paling tidak bisa menggambarkan kepribadian Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar septono. Ya, menjabat sebagai Kapolda bukan berarti ia bisa memanfaatkan kedudukannya dengan meninggalkan tugas mutlak yang telah ia janjikan untuk masyarakatnya.

Tugas melayani dengan sepenuh hati, tanpa memandang latar belakang dan perbedaan strata yang ada, adalah semboyan yang selama ini dipegang teguh olehnya. Diterapkan bersama ribuan bintara di bawah pimpinannya. Tidak peduli sesulit apa hambatan dan rintangan yang akan ditemui di lapangan.

Baca: Kapolda NTB Pikul Beras Sendiri Untuk Warga Miskin

Baginya, menjadi pelayan masyarakat adalah tugas mulia yang resmi ia terima sejak menjabat sebagai Kapolda. Oleh karena itu, tidak ada sedikitpun keinginan membuat hati warga NTB kecewa dengan perilakunya yang mengesampingkan kepentingan mereka.

Melaksanakan tugas dan mengutamakan kewajibannya terhadap Sang Pencipta sudah sejak dulu diketahui sebagai dua hal yang melekat pada diri dermawan asal Purbalingga ini. Tak heran, jika banyak masyarakat yang kagum dan memujinya karena bisa begitu rapinya melaksanakan dua kewajiban tanpa ada keluhan maupun serentetan alasan ini itu.

Kewajiban akan tugas yang diemban sebagai aparat negara dan kewajiban pribadinya sebagai hambaNya. Ini bisa dibuktikan dengan berbagai program dan kegiatan yang dicanangkan sejak beliau terpilih sebagai kapolda menggantikan Brigjen. Pol. Srijono.

Sejak menjabat sebagai Kapolda, ia kerap melakukan berbagai kegiatan sosial untuk membantu warganya yang kesusahan. Sifatnya yang merakyat dan ramah, berani turun tangan tanpa mengandalkan anak buahnya saja, serta mampu bergaul dengan masyarakat dari semua lapisan membuat citra polisi NTB lebih baik lagi.hal ini dimaksudkan agar tercipta harmonisasi kehidupan antara polisi dan masyarakat.

Ia juga menerapkan berbagai peraturan tegas yang apabila dilanggar oleh bintara-bintaranya akan diganjar dengan pelajaran yang setimpal. Dibawah kepemimpinan Umar Septono, Polda NTB menjadi satu-satunya Polda di seluruh wilayah Indonesia yang telah lengkap menerapkan sistem satu desa satu polisi. Dia getol menggodok sistem tersebut karena meyakini bahwa untuk menekan tindak pidana dan memelihara kamtibmas, polisi harus lebih dekat dengan masyarakat.

Baca: Kapolda NTB: Shalat Jamaah 5 Waktu Di Masjid Itu Harga Mati!

Tidak cukup sampai disitu, orang nomor satu di NTB ini sering meluangkan waktunya untuk menyambangi warga yang kurang mampu.Seperti Umar Bin Khattab yang menjadi suri tauladan baginya.Tanpa ragu-ragu Umar Septono memikul karung beras dan bahan makanan lainnya untuk diserahkan ke warga yang sudah sejak lama menderita penyakit lumpuh.

Hal ini benar-benar dilakukan sendiri tanpa bantuan dari bawahannya.Ia juga tak segan untuk bercanda tau sekedarngobrol dengan warga sekitar. Menurutnya, ini sudah menjadi tugas seorang pemimpin yang mana dibutuhkan tanggung jawab sangat berat di hadapan Sang Pencipta.

Diambil dari nama sahabat sekaligus khalifah kedua setelah Abu Bakar As-shidiq, Nama Umar Septono bukan saja nama besar seorang Kapolda di tanah Nusa Tenggara Barat, nama umar adalah motivasi yang membuatnya selalu berusaha menerapkan hal-hal baik dari tauladannya untuk dicontohkan kepada bintara-bintara kepolisian.

Kapolda yang satu ini memang penuh kejutan.Ia tak segan melakukan tindakan luar biasa yang kerap membuat hati dan mata masyarakat NTB tercengang. Dalam sebuah acara pengajian rutin Polda NTB di Masjid Baiturrahman Polda NTB, ia juga sering ditunjuk sebagai salah satu pengisi acara. Lewat semboyan “Al-Qur’an yang jadi pegangan”, Brigjen #Umar Septono kerap menyuntikkan kata-kata motivasi di depan ratusan anggota polisi.

Baca: Kapolda NTB Gendong Sendiri Korban Kecelakaan Tabrak Lari

Motivasi untuk menjadi bintara yang melayani masyarakat dengan ikhlas dan senang hati. Satu hal yang tak luput untuk iasuntikkan ke dalam jiwa patriotisme para polisi ialah kewajiban menjalankan ibadah kepada Allah Ta’ala.

“Kita diciptakan didunia ini untuk apa.” Paparnya, “kita itu diciptakan untuk ibadah, dalam sebuah surat di Al-Qu’an Allah telah menjelaskannya bahwa Jin dan Manusia diciptakan hanya semata-mata untuk beribadah kepada-Nya.Hal-hal selain itu adalah pernak-pernik semata.Oleh karena itu, janganlah kita mengambil Hak-Hak Allah tersebut. Hak-Hak Allah, adalah kewajiban utama dan pernak-pernik itu jangan sampai mengganggu apalagi mengambil Hak-Hak Allah.” Lanjutnya, dan Umar benar-benar mengimplementasikannya dalam kesehariannya.

Hal ini terbukti saat ia rela menembus keramaian ribuan peserta yang menghadiri pertemuan penting dengan beberapa orang pejabat Negara diantaranya BPK RI dan Gubernur NTB. Disaat pertemuan sedang berlangsung dan membahas materi-materi penting yang lumrahnya tidak akan ditinggalkan oleh peserta manapun.

Baca: Demi Kejar Sholat Jamaah Awal Waktu, Kapolda NTB Pilih Tinggalkan Acara Festival Senggigi

Ia tanpa permisi meninggalkan acara dan keluar dari gedung. Kondisi ini jelas membuat semua peserta yang hadir heran dan penuh tanda tanya. Ternyata umar pergi bersama ajudannya untuk mencari masjid karena adzan dhuhur telah tiba. Kewajiban ini tidak bisa ditunda apalagi dilewatkan oleh apapun atau siapapun, walaupun itu urusan Negara sekalipun.

Brigjen Umar Septono pernah membuat semua jajarannya terpana karena membawa seorang tukang sapu dalam apelnya, menjemur 70 orang bawahannya karena mangkir dari solat dhuha, dan ikut serta membangun masjid saat kebetulan melintas di suatu desa padahal ia masih mengenakan seragam dinas.

Profil Kapolda NTB Umar Septono

BIODATA SINGKAT BRIGJEN POL. Drs. UMAR SEPTONO, SH. MH.

  1. Nama : Drs. UMAR SEPTONO, SH., MH
  2. PANGKAT / NRP : BRIGJEN POL / 62090699
  3. JABATAN : KAPOLDA NTB
  4. TTL :Purbalingga, 13 September 1962
  5. AGAMA / SUKU : ISLAM / JAWA

 

Terhitung Mulai tanggal tugas #Kapolda NTB : 05 Juni 2015

 

DIKPOL :

AKABRI 1985, PTIK 1994, SESPIM 1998, SESPATI 2 2008, LEMHANAS 47 TAHUN 2012

DIKUM :

SD 1974, SMP 1977, 1981

DIKJUR : PA DAS LANTAS 1989, PA DAS SERSE 1991, ASSESSMENT PATI TAHUN 2014

PANGKAT :

  1. IPDA 28 SEPTEMBER 1985 IPTU 01 OKTOBER 1989
  2.  AKP 01 Oktober 1992
  3. KOMPOL 01 Oktober 1996
  4. AKBP 01 Oktober 2001
  5. KOMBES POL 01 Oktober 2005
  6. BRIGJEN 01 Oktober 2013

RIWAYAT JABATAN

  1.  00-12-1985 : PAMAPTA POLRES DAERAH CIREBON
  2. 00-12-1986 : PA STAF SERSE POLRES DAERAH CIREBON
  3. 00-12-1987 : KAPOLSEK CIWARINGIN POLRES CIREBON
  4.  00-12-1988 : KAPOLSEK ARJAWINANGUN POLRES WILAYAH CIREBON
  5. 00-12-1990 : KAPOLSEK AREA LOSARI POLRES CIREBON
  6. 00-12-1992 : KAPOLSEK LIMANAN DAN POLRES CIREBON
  7. 00-12-1995 : KAPUSKODAL OPS POLRESTA DAERAH BANDAR LAMPUNG
  8. 00-12-1996 : KABAG SAMAPTA POLISI WILAYAH BENGKULU
  9. 00-12-1997 : KAPUSKODAL OPS POLTBES PALEMBANG
  10. 00-12-1997 : PAMEN POLISI DAERAH SUMSEL
  11. 01-06-1998 : KABAG TATIB LALU LINTAS DIT LALU LINTAS POLDA BALI
  12. 01-01-1999 : KASAT PRC DIT LANTAS POLDA BALI
  13. 03-10-2002 : KAPOLRES ASAHAN POLDA SUMUT
  14. 28-02-2003 : WADIR SAMAPTA POLISI DAERAH SUMUT
  15. 25-04-2003 : WAKA POLTABES SEMARANG POLDA JATENG
  16. 21-02-2004 : WAKA POLWILTABES SEMARANGPOLISI DAERAH JATENG
  17. 26-04-2005 : KAPOLTABES PADANG POLISI DAERAH SUMATERA BARAT
  18. 09-06-2006 : DIR LANTAS POLDA SUMBAR
  19. 07-12-2007 : WIDYAISWARA MUDA SESPIM POLRI
  20. 27-01-2009 : KASUBDIT MINREGIDENT DIT LANTAS BABINKAM POLRI
  21. 29-09-2010 : WAKAPOL DAERAH BENGKULU
  22. 23-02-2012 : ANALIS KEBIJAKAN MADYA BAGIAN DIKMAS KORLANTAS POLRI (DALAMRANGKA DIKLEMHANAS PPRA 47 2012)
  23. 08-02-2013 : SESLEM SESPIM POLRI LEMDIKPOL
  24. 07-06-2013 : KAROBINOPS SOPS POLRI
  25. 05-06-2015 : KAPOLDA NTB

Demikian sekilas info mengenai profil Kapolda NTB Brigjen Pol Drs. Umar Septono, sikap tegas dan dermawan yang dimilikinya adalah salah satu bukti bahwa perilaku pemimpin tak luput dari tanggung jawab kepada masyarakatnya.

Kapolda NTB Umar Septono

Kapolda NTB Brigadir Jederal Polisi Drs Umar Septono SH, MH dengan gagah berani menegaskan bahwa beliau rela mengorbankan pangkat, jabatan bahkan nyawa sekalipun demi menegakkan shalat berjamaah di masjid. Di setiap kesempatan, orang nomer wahid di jajaran Polda Nusa Tenggara Barat ini selalu menekankan pentingnya menjaga jamaah di masjid dalam setiap shalat 5 (lima) waktu. “Shalat Tepat Waktu di Masjid Itu Harga Mati”, tegasnya.

Baca: Demi Kejar Sholat Jamaah Awal Waktu, Kapolda NTB Pilih Tinggalkan Acara Festival Senggigi

Dalam sebuah tausiyah di masjid yang dihadiri para anggota, #Kapolda NTB Umar Septono kembali menyemangati para polisi untuk senantiasa rajin-rajin berjamaah ke masjid ketika menjalankan shalat. Beliau mengatakan, laki-laki yang sholat di rumah itu namanya muslim sholihah. Selengkapnya simak tausiyah beliau di video berikut:

Baca: Kapolda NTB Gendong Sendiri Korban Kecelakaan Tabrak Lari

Di samping dikenal sebagai jenderal bintang satu yang rajin shalat berjamaah, Umar Septono juga dikenal karena kebersahajaannya. Ini yang membuat banyak orang menaruh hormat dan kagum. Beliau pernah memikul beras di pundaknya sendiri untuk di antarkan ke warga kurang mampu. Pak Kapolda juga pernah terekam kamera menolong langsung dan membopong korban kecelakaan ke dalam mobil.