Orang yang tidak masuk surga

Menjadi sebaik-baiknya hamba sudah sepantasnya menjadi tujuan utama bagi seluruh umat Muslim. Meskipun sayangnya masih ada beberapa muslim yang entah dengan sengaja atau tidak masih saja berbuat maksiat dan kerusakan. Lewat firman-firman-Nya di dalam Al Qur’an, Allah telah menegaskan bahwa Ia membenci umat-Nya yang melakukan maksiat dan tidak  segan-segan memberikan azab yang pedih.

Azab yang dijanjikan tersebut tidak lain dan tidak bukan ialah Neraka, tempat penyiksaan paling kejam dan paling pedih yang sudah disediakan khusus bagi para umat yang membangkang dihari kiamat kelak. Berbeda dengan umat yang membangkang dan terus menerus melakukan maksiat, Allah juga telah menyediakan tempat penuh kebaikan dan rahmat yang disebut Surga. Tempat inilah yang menjadi impian dan tujuan setiap umat manusia.

Artikel terkait: 7 Golongan Manusia Yang Akan Masuk Surga. Apakah Anda Termasuk Ahli Surga?

Namun, tidak semua golongan manusia berhak masuk ke dalam Surga. Allah juga sudah dengan gamblang menjelaskan golongan-golongan manusia apa saja yang diharamkan masuk ke dalam Surga. Adapun golongan-golongan yang merugi tersebut ialah sebagai berikut.

1.      Anak Durhaka

Tidak akan bahagia anak yang tidak menghargai dan tidak patuh pada orang tuanya karena restu Allah hanya akan didapatkan dari restu kedua orang tuanya. Bukankah orang tuamu ialah senyata-nyatanya malaikat yang Allah ciptakan tepat di depanmu dan kapan bisa anda sentuh dan bisa anda lihat? Orang tua anda ialah orang pertama yang mengajari anda, membela anda, dan melindungi anda dari apa saja yang bisa membuat anda dalam bahaya, itu sebabnya anda harus menyayangi dan menghormati mereka dengan sebaik-baiknya.

Seperti dalam surat Al Isra’ di mana Allah berfirman yang artinya: maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah keduanya perkataan yang baik. Dalam firman tersebut, sudah sangat jelas bahwa mengucapkan ‘ah’ saja sudah menjadi dosa besar, terlebih membentaknya. Maka, sayangilah orang tua anda dengan sebaik-baiknya, atau nanti anda akan menjadi hamba yang paling merugi.

2.      Pecandu Minuman Keras

Golongan kedua yang juga diharamkan oleh Allah untuk masuk ke dalam Surga-Nya ialah mereka yang sudah menjadi pecandu minuman dan obat-obatan lainnya yang bisa menghilangkan kesadaran. Dengan menggunakan minuman dan obat-obatan seperti ini, itu berarti seseorang sudah menjadi kufur dengan nikmat akal yang telah diberikan, padahal akal lah yang membuat manusia berbeda dengan makhluk Allah yang lainnya.

Ketika seseorang sudah dalam keadaan mabuk karena minuman keras atau obat-obatan lainnya, maka tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan melakukan dosa atau kejahatan lainnya karena sudah hilang akal, seperti zina, mencuri, melakukan kekerasan dan lainnya. Itu sebabnya juga banyak orang yang mengatakan bahwa mabuk ialah pintu untuk melakukan kejahatan atau tindakan maksiat lainnya, maka anda harus bisa menghindari hal-hal seperti ini jika tidak mau masuk dalam daftar golongan-golongan manusia yang diharamkan masuk Surga oleh Allah SWT.

3.      Seorang Lelaki yang Membiarkan Kekejian di dalam Keluarganya

Menjadi seorang lelaki berarti siap menjadi seorang pemimpin, di mana nantinya harus bertanggung jawab atas apa saja yang dilakukan oleh orang-orang yang dipimpinnya, begitu juga dengan keluarganya. Sebagai seorang kepala rumah tangga, dihari akhir nanti anda akan dimintai pertanggungjawaban atas apa saja yang anda lakukan, juga dengan istri dan anak anda.

Jika seorang laki-laki membiarkan hal-hal keji terjadi dalam rumah tangganya, atau membiarkan anggota keluarganya melakukannya di luar rumahnya, maka seorang laki-laki tersebut juga akan diharamkan untuk masuk kedalam Surga. Sungguh tugas yang tidak mudah bukan? Itu sebabnya, sebagai seorang laki-laki, anda harus bisa bertindak tegas, dan sebagai seorang wanita anda harus bisa menjaga diri anda dari hal-hal yang keji sehingga tidak menyebabkan pemimpin keluarga anda masuk ke dalam neraka.

4.      Pengadu Domba

Dalam kehidupan bermasyarakat, anda akan bisa menemukan berbagai macam kepribadian manusia, ada yang baik dan ada juga yang tidak baik. Namun, yang paling berbahaya ialah seseorang yang baik didepan orang lain namun ternyata berniat buruk dan ingin orang tersebut bermasalah dengan orang lain, atau biasa disebut sebagai pengadu domba.

Orang dengan karakter ini sangat berbahaya karena bisa menyulut permusuhan diantara dua orang atau dua golongan, dan bisa menyebabkan kerusakan-kerusakan yang parah tanpa alasan yang pasti, sedangkan sang pengadu domba akan menjadi penonton yang dengan bahagianya melihat kerusakan yang ia sebabkan sedang berlangsung. Hal seperti inilah yang sangat dibenci oleh Allah SWT, dan langsung dilaknat dengan tidak akan diterima di Surga-Nya.

5.      Seorang Germo

Di jaman sekarang ini, anda mungkin sudah sering mendengar istilah germo, yang berarti seseorang yang pekerjaannya mencari dan menyediakan seorang perempuan atau laki-laki untuk memenuhi nafsu seseorang dengan cara membayarnya. Hal ini sama saja seseorang sudah menjadi penyebab utama dalam perzinahan, dan zina merupakan salah satu dosa besar yang tidak mudah diampuni oleh Allah SWT.

Yang lebih mengkhawatirkan, kini seseorang tidak hanya bisa menjadi seorang germo secara langsung, namun juga menggunakan teknologi seperti internet atau ponsel pintar, sehingga hal seperti ini semakin mudah terjadi. Jika tidak ingin menjadi hamba yang dilaknat oleh Allah SWT, janganlah sekali-kali mencoba untuk mendekati dunia-dunia maksiat seperti ini, atau anda akan menjadi orang yang paling menyesal dihari akhir nanti.

6.      Orang yang Tidak Mau Memaafkan Orang Lain

Dalam kehidupan sehari-hari, sangat wajar rasanya jika seseorang melakukan kesalahan, karena memang tidak ada manusia yang sempurna perbuatannya. Yang terpenting bukanlah kesalahan yang sudah diperbuat itu, namun usaha seseorang yang sudah melakukan kesalahan untuk memperbaiki kesalahannya dengan meminta maaf. Walaupun tidak semua orang dapat memaafkannya.

Namun tahukah anda, jika Allah sangat membenci hamba-Nya yang tidak memaafkan hamba yang lainnya? Karena Allah adalah Maha pemaaf. Allah akan selalu memberikan kesempatan hamba-Nya untuk bertobat selama tidak akan mengulanginya lagi. Lalu, mengapa anda yang juga masih sering melakukan kesalahan tidak bisa memaafkan orang lain?

Baca juga: 12 Macam Azab Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat Menurut Rasulullah SAW

7.      Orang yang Suka Mencari Muka dan Memberi Keterangan Palsu

Menjadi seorang bawahan memang gampang-gampang sulit, karena anda harus bekerja dengan baik sehingga tidak mengecewakan atasan anda. Yang tidak boleh anda lupa, Allah sangat membenci seseorang yang dengan sengaja mencari muka didepan atasannya, dan sering memberikan laporan atau keterangan palsu hanya untuk menguntungkan dirinya sendiri.

Hal ini juga tidak jarang merugikan pekerja lainnya, karena seseorang yang hobi mencari muka tidak segan-segan mengorbankan rekan kerjanya sendiri hanya untuk menjadi yang paling baik dimata atasannya. Orang seperti inilah yang juga diharamkan oleh Allah untuk masuk ke dalam Surga-Nya yang indah.

Nah, itulah ketujuh golongan manusia yang dilaknat oleh Manusia dan tidak akan dimasukkan  kedalam Surga-Nya. Namun, jika seseorang mau bertobat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan selalu memberinya kesempatan. Maka, janganlah menunda-nunda waktu lagi untuk segera bertaubat dan menjadi umat yang bisa diterima di Surga Allah SWT.

Artikel lain: 9 Etika Yang Wajib Dilakukan Saat Anda Jadi Orang Kaya Menurut Imam Ghazali

Adab Dalam Menuntut Ilmu Menurut Imam Al Ghazali Yang Perlu Kamu Tau

Agama Islam merupakan agama yang sempurna, dimana tidak hanya mengajarkan apa-apa saja yang berkaitan dengan keagamaan dan akhirat, namun juga memberikan ajaran yang tegas dan jelas mengenai keduniawian. Ini sebabnya, tidak heran jika seorang Muslim yang tangguh kehidupannya menjadi lebih tertata dan teratur, sehingga lebih menarik dan bisa lebih dipercaya oleh orang lain dibandingkan yang tidak.

Salah satu anjuran yang diberikan oleh Rasulullah SAW ialah menuntut ilmu. Hal ini bukanlah tanpa dasar, karena wahyu pertama yang diberikan kepada Rasulullah ialah “iqra” yang artinya membaca. Bukan hanya sekedar membaca, namun makna dari iqra ini jauh lebih luas, dan sangat erat hubungannya dengan menuntut ilmu.

Lalu, apa yang sebaiknya anda lakukan ketika sedang menuntut ilmu? Apalagi saat ini sudah terdapat beragam cara untuk menuntut ilmu sesuai dengan apa yang anda inginkan, tidak hanya dari lembaga sekolah formal. Sebagai seorang Muslim, anda hendaklah selalu mengedepankan identitas Muslim dengan beberapa adab yang telah diajarkan oleh Imam Al Ghazali. Menurut Imam Al Ghazali, adab-adab yang harus anda jaga dalam menuntut ilmu ialah sebagai berikut.

1.      Menjaga Kebersihan Jiwa

Ilmu bukan sekedar kebutuhan fisik anda untuk bisa hidup dengan lebih baik, melainkan juga berkaitan erat dengan jiwa dan akhlak anda. seperti yang sering anda temui, mereka yang memiliki akhlak baik bisa menerima ilmu dengan lebih baik daripada yang tidak. Mengapa demikian?

Imam Al Ghazali mengatakan, jika batin anda belum bersih dari hal-hal yang kurang baik, maka ilmu itu akan sulit untuk bisa diterima dan ilmunya pun tidak akan bisa berguna bagi orang lain dan agamanya sendiri. Bahkan, Ibnu Mas’ud juga mengatakan bahwa: bukan ilmu namanya hanya karena banyak meriwayatkan, melainkan ilmu ialah cahaya yang dimasukkan kedalam hati.

Artikel Lain: 9 Etika Yang Wajib Dilakukan Saat Anda Jadi Orang Kaya Menurut Imam Ghazali

2.      Bersungguh-sungguh Hingga Seperti Memberikan Seluruh yang anda Miliki

Ilmu bukanlah hal main-main yang bisa anda dapatkan dengan hal yang main-main pula. Dalam menuntut ilmu, ada banyak hal yang harus diperjuangkan dan dikorbankan, karena itu tidak heran jika banyak orang yang dengan suka rela meninggalkan tempat tinggal lamanya ketempat tinggal baru hanya untuk menuntut ilmu.

Perjuangan dan pengorbanan seperti ini tentu saja hanya bisa dilakukan  jika seseorang benar-benar memiliki niat yang tulus dan bersungguh-sungguh. Itu sebabnya, sebelum anda mulai menuntut ilmu, maka anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa anda akan melakukannya dengan sungguh-sungguh, sehingga proses menuntut ilmu tidak akan berakhir dengan sia-sia, karena Allah sangat membenci seseorang yang menyia-nyiakan segala sesuatu.

3.      Tidak Menentang Guru dan Tidak Merasa Sombong Ketika Menuntut Ilmu

Masihkah anda ingat dengan pepatah yang mengatakan bahwa guru ialah seorang tanpa tanda jasa? Masihkah anda mempercayainya? Seharusnya iya, karena guru adalah yang tidak hanya memberikan suatu materi, namun terus sabar menjelaskan kepada muridnya ketika sang murid masih belum bisa memahamiya, berbeda dengan  ketika anda belajar sendiri.

Itu sebabnya, Imam Al Ghazali menegaskan bahwa anda tidak boleh menentang guru selama semua yang dilakukannya ialah untuk kebaikan muridnya. Tidak hanya itu saja, ketika sedang menuntut ilmu, anda juga tidak boleh merasa sombong karena jika anda berlaku demikian, maka tidak akan bisa terseraplah ilmu tersebut.

4.      Menghindarkan Diri dari Perselisihan yang Terjadi diantara Manusia

Saat sedang mempelajari sesuatu, tidak jarang seseorangterjebak atau terlibat dalam perbedaan pendapat diantara guru atau seorang guru dengan orang lainya yang merasa memiliki pengetahuan serupa. Hal ini biasanya akan menimbulkan kebingungan dan keraguan dalam  benak sang murid.

Itu sebabnya, Imam Al Ghazali juga menyarankan agar seseorang yang sedang menuntut ilmu menghindari hal tersebut. Anda sebaiknya bisa menentukan sendiri mana yang bisa diterima dan anda percayai sebagai ilmu yang lebih masuk akal. Jika memang masih sedikit ragu untuk memutusnya, maka mintalah petunjuk pada Sang Maha Tahu Allah SWT, maka anda bisa mendapatkan kemantapan dalam menuntut ilmu.

5.      Lebih Terfokus pada ilmu yang Terpenting, yakni Akhirat

Sudahkah anda mengetahui untuk apa anda ketika masih hidup? Jika belum, renungkan terlebih dahulu, hingga menemukan jawabannya yang tidak lain tidak bukan ialah mengabdikan diri bagi Sang Maha Pencipta, Allah SWT, dan memantaskan diri menjadi seorang hamba yang taat sehingga tidak sekalipun berani melakukan apa-apa saja yang sudah jelas diharamkan oleh Allah.

Oleh karena hal tersebut juga, maka sebaiknya anda lebih memfokuskan diri dalam ilmu agama demi hari akhirat kelak. Imam Al Ghazali menyebut ini dengan Makrifatullah, yang berarti mengenal Allah. Imam Al Ghazali juga menegaskan bahwa ilmu ini merupakan ilmu yang paling mulia, karena secara otomatis bisa mendekatkan anda kepada sang Khalik.

Baca juga: 6 Poin Luar Biasa Nasehat Dari Imam Al Ghazali Yang Sering Kita Abaikan

6.      Tidak serta merta menolak bidang ilmu yang terpuji, namun harus menekuninya hingga paham dengan maksudnya.

Meskipun sudah ditegaskan bahwa anda sebaiknya lebih terfokus pada akhirat, bukan berarti anda langsung tidak peduli dengan keilmuwan lainnya. Bukankah Al-Qur’an juga menjelaskan hal-hal ilmiah seperti terbentuknya bumi dan proses-proses dalam kehamilan yang selama ini sering dibahas dalam pengetahuan alam?

Ilmu-ilmu tersebut malah membuktikan bahwa semua firman  Allah ialah nyata adanya, dan tidak ada yang bisa menentang atau merubah apa-apa saja yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Karena alasan ini, tidak seharusnya  anda langsung acuh tak acuh dengan ilmu-ilmu lainnya. Jika anda mempelajari hal-hal lain seperti ini, bisa saja anda bisa menyempurnakannya dan menjadikannya menjadi lebih nyata.

7.      Mengingat Bahwa Tujuan Menuntut Ilmu adalah untuk Menghiasi Jiwa dan kemudian Menyebarkanya Kembali

Tahukah anda manusia seperti apa yang bisa menjadi sebaik-baiknya manusia? Ialah manusia yang kehadirannya bisa berguna untuk orang lain. Akan hanya menjadi kesia-siaan semata jika anda memiliki banyak ilmu namun tidak bisa menjadikannya berguna bagi orang lain. Itu sebabnya, jangan lupakan adab terakhir dalam menuntut ilmu menurut Imam Al Ghazali ini, yakni untuk menyampaikannya lagi hanya karena Allah SWT.

Dalam menyampaikan ilmu yang sudah dimilikinya, ia tidak akan memikirkan harta, kekuasaan, kedudukan ataupun yang lainnya. Yang ia pikirkan hanya bagaimana ia bisa memberikan sesuatu yang baik dan berguna bagi orang lain, sehingga bisa menaikkan derajatnya di sisi Allah, dan bisa mendapatkan tempat yang baik juga nantinya ketika hari akhir telah tiba.

Itulah ketujuh adab yang dikatakan Imam Al Ghazali untuk anda yang akan atau sedang menuntut ilmu. Bidang keahlian apapun yang kini sedang anda pelajari, jangan pernah lupakan tujuan utama anda untuk menjadi umat yang berguna dan lebih taat kepada Allah SWT, karena hanya dengan cara ini anda bisa meraih kesuksesan di mata Allah SWT.

Semoga adab-adab yang sudah dijelaskan tadi dapat membuat proses menuntut anda menjadi lebih bermakna, dan ilmu yang sudah anda dapatkan pun menjadi lebih berguna di jalan Allah SWT.

Baca juga: 9 Amalan dan Dzikir Penghapus Dosa Dalam Islam

Nasehat Dari Imam Al Ghazali

Sudah bukan rahasia lagi jika Islam memiliki ulama dan para cendekiawan yang hingga saat ini masih dijadikan sebagai panutan utama setelah Rasulullah SAW. Salah satunya ialah Imam Al Ghazali. Untuk sedikit mengingatkan anda lagi mengenai Imam Al Ghazali ini, beliau merupakan seorang ulama besar, ahli filsafat Islam dan seorang ahli pikir yang memberikan banyak sekali sumbangsihnya untuk kemajuan manusia dan tentu saja agama Islam.

Karena pemikirannya yang mendalam mengenai agama Islam dan kehidupan, tidak heran jika beliau memiliki banyak sekali nasihat yang dirangkai dalam kata-kata indah dan sarat makna.Hingga saat ini, nasihat dari Imam AlGhazali ini masih banyak sekali dijadikan sebagai pegangan untuk umat Islam demi bisa menjalankan hidup yang lebih bermakna dan lebih dekat dengan-Nya.

Untuk dijadikan sebagai pengingat bersama, berikut enam nasihat dari Imam Al Ghazali yang sebaiknya bisa selalu diingat.

1.      Yang Paling Besar adalah Nafsu

Sebagai manusia, terlebih lagi anda yang masih muda dan mencari jati diri dan pengalaman, mungkin anda sering bertanya, sebenarnya apa yang paling besar didunia ini selain dari kehendak sang Pencipta Allah SWT? Tidak lain dan tidak bukan ialah nafsu yang ada pada dalam diri anda sendiri.

Nafsu pada diri anda ini akan sangat menentukan apa yang akan anda lakukan satu menit kemudian, baik nafsu untuk melakukan hal yang maksiat ataupun yang bisa mendatangkan berkat. Sayangnya, nafsu maksiatlah yang lebih sering menguasai manusia sehingga pada akhirnya melakukan hal-hal yang merusak, baik yang merusak dirinya sendiri ataupun lingkungannya.

Untuk itu, cobalah untuk lebih mengendalikan hawa nafsu diri anda dengan lebih mengingat Allah.Ingatlah, Allah tidak pernah memalingkan sedikitpun pengawasan-Nya dari para umat-Nya.Dan tidak ada yang lebih indah melainkan ketika anda sedang melakukan amalan baik dalam pengawasan Allah SWT.

2.      Yang Paling Dekat ialah Mati

Di suatu hari ketika sedang mengajar murid-muridnya, Imam Al Ghazali bertanya: wahai Muridku, sesungguhnya apa yang paling dekat itu? Murid-muridnya memberikan jawaban yang beragam, mulai dari sahabat, kerabat, guru, orang tua, pasangan hidup dan lainnya.

Setelah semua muridnya memberikan jawabannya, Imam Al Gazhali mengatakan bahwa sesungguhnya yang paling dekat ialah mati. Mengapa? Karena kematian ialah janji dari Allah SWT, dan Allah tidak pernah sekalipun mengingkari janji yang diberikan kepada umat-Nya.

Ya. Kematian ialah sesuatu yang akan menimpa siapa saja, tidak peduli seseorang tersebut sedang berada dimana, sedang melakukan apa, dengan sebab apa, atau sedang bersama siapa. Sebab takdir dari Allah adalah pasti. Itu sebabnya, anda sudah harus bersiap-siap dari saat ini untuk bekal kematian anda kelak, tidak peduli masih seberapa muda anda.

3.      Yang Paling Jauh adalah Masa Lalu (ciyeeee masa lalu :D)

Nasehat berikutnya yang juga sebaiknya selalu anda ingat ialah nasehat yang satu ini, yakni tidak ada yang lebih jauh dari masa lalu. Matahari atau bintang memang selama ini sudah dianggap cukup jauh oleh manusia, namun jaraknya masih bisa diperkirakan dan tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti akan ada seorang ilmuwan yang bisa mendekatinya.

Berbeda dengan masa lalu, seberapa keraspun anda mencoba, anda tidak akanbisa mendatanginya kembali, bahkan sekedar untuk bisa mendekatinya. Semakin anda berusaha untuk mendekatinya, maka semakin jauh juga jarak masa lalu tersebut.

Karena itu, tidak sedikit orang yang merasa menyesal atas sesuatu yang pernah dilakukannya dimasa lalu dan berharap bisa kembali untuk memperbaikinya. Supaya anda tidak termasuk dalam golongan orang yang menyesal, pikirkan terlebih dahulu hal-hal yang akananda lakukan saat ini, sehingga tidak akan menyakiti atau mengusik orang lain, karena Allah tidak menyukai hamba-Nya yang menyakiti sesama.

4.      Yang Paling Ringan adalah Meninggalkan Shalat

Pernahkan anda menggenggam segenggam kapas? Sangat ringan bukan? Namun ternyata masih ada hallain yang lebih ringan menurut Imam Al Ghazali, yakni meninggalkan shalat. Sudah ribuan bahkan jutaan kali dikatakan bahwa Shalat merupakan tiang agama, namun masih ada saja ribuan atau bahkan jutaan umat Muslim yang masih meninggalkan shalatnya.

Sebagian dari umat Muslim masih menyepelekan shalat karena shalat merupakan ibadah yang dilakukan lebih dari satu kali setiap harinya, sehingga mereka beranggapan masih bisa melaksanakan shalat Dzuhur ketika meninggalkan shalat Subuh. Padahal kedua shalat tersebut memiliki nilai amalan dan azab sendiri jika seseorang mengerjakan ataupun  meninggalkannya.

Agar tidak menjadi hamba yang merugi dan dibenci oleh Sang Pencipta, janganlah sekalipun meninggalkan shalat anda hanya karena alasan kesibukan dunia. Karena sesungguhnya sekali saja anda meninggalkan shalat anda, maka akan ada satu urusan dunia yang juga tidak akan terselesaikan.

5.      Yang Paling Tajam adalah Lidah

Pernahkan anda melihat pertunjukan yang memperlihatkan benda atau senjata-senjata yang tajam dan bisa memotong apa saja yang ada di depannya? Namun sesungguhnya masih ada yang lebih tajam dibandingkan dengan benda-benda tadi.

Ya, Imam Al Ghazali meninggalkan nasehat bahwa sesungguhnya yang paling tajam itu ialah lidah manusia.Meskipun tidak memiliki permukaan setajam pedang samurai, namun satu perkataan dari lidah manusia bisa melukai seseorang dan sulit sekali untuk bisa ditemukan obatnya.

Itu sebabnya, janganlah sekalipun dengan sengaja mengatakan hal-hal untuk menyakiti orang lain, atau anda sendiri yang nantinyaakantersakiti dan merugi. Cobalah untuk menjadi seorang hamba yang bisa menjaga hati hamba lainnya, niscaya anda juga akan dijaga oleh Allah SWT.

6.      Yang Paling Berat adalah Menanggung Amanah

Tahukah anda? Bahwa sesungguhnya binatang, tumbuhan, malaikat, gunung-gunung dan ciptaan Allah yang lainnya tidak ada yang menerima ketika ditunjuk sebagai seorang khalifah? Hanya manusia yang mau menerimanya, dan sebagian diantaranya dengan sangat mudahnya melupakan amanah tersebut dan malah berbuat banyak kerusakan.

Setiap manusia merupakan khalifah dan memiliki amanah untuk dirinya sendiri. Jadi, jika saat ini anda sedang berada dalam kesulitan, tanyakan pada diri anda sendiri apa yang sudah atau saat ini anda lakukan hingga bisa dalam posisi tersebut.

Ya, menanggung amanah bukanlah hal yang mudah. Jika anda ditunjuk untuk menanggung amanah tertentu dan merasa belum sanggup untuk menerimanya,jangan malu untuk menolaknya terlebih dahulu hingga anda merasa mampu. Daripada anda harus memaksakan diri anda sendiri, dan gagal melaksanakan amanah yang diberikan.

Itulah keenam nasehat dari Imam Al Ghazaliyang sarat akan makna, semoga keenam nasehat tersebut bisa selalu anda ingat dan bisa menuntun anda menjadi seorang hamba yang lebih baik dan lebih taat. Ingatlah,apa yang terjadi pada anda saat ini tidak lain adalah akibat dari yang anda lakukan, dan Allah tidak pernah salah dalam menempatkan umat-Nya pada suatu posisi tertentu. Mari bersama-sama berusaha menjadi hamba yang taat dan bisa mendatangkan manfaat.

Golongan Manusia Yang Akan Masuk Surga

Surga memang menjadi tujuan utama dan impian semua umat beragama. Namun, seperti yang anda ketahui, mendapatkan tempat terindah disisi Allah ini tidaklah bisa diberikan untuk orang yang sembarangan. Anda harus menjadi hamba yang taat dan terpilih sehingga pantas untuk berada di Surga.

Nabi Muhammad sebagai Rasul utusan terakhir Allah pun sudah memberikan petunjuk yang jelas mengenai siapa saja yang nantinya akan bisa masuk Surga. Hal ini semata-mata untuk membuat anda sebagai seorang Muslim bisa menjadi seorang hamba yang taat dan dicintai oleh Allah.

Dengan menjadi seorang hamba yang taat yang menjalankan apa saja yang diperintahkan Allah dan meninggalkan semua yang sudah diharamkan, maka akan lebih terbuka lagi jalan bagi anda untuk bisa memasuki Surga-Nya.

Lewat Sabda Rasulullah SAW, sesungguhnya ada 7 golongan manusia yang nantinya akan dinaungioleh Allah SWT dihari kiamat dan dimasukkan kedalam Surga, ketujuh golongan manusia tersebut ialah.

1.      Seorang Pemimpin yang Adil

Menjadi seorang pemimpin bukanlah perkara yang mudah, apalagi menjadi seorang pemimpin yang adil.Terlebih seorang pemimpin juga memiliki urusan pribadi yang terkadang sudah membebani pikirannya. Itu sebabnya,jika anda bisa menjadi seorang pemimpin yang benar-benar adil, maka Surga ialah ganjarannya.

Salah satu contoh pemimpin yang paling dekat ialah sebagai seorang kepala rumah tangga atas istri dan beberapa anak.Setiap anak anda memiliki kesenangan dan kebutuhan yang berbeda, selain harus memberikan pendidikan dan rasa nyaman yang sama, anda juga harus bisa memberikan hal lainnya yang berhubungan dengan bakat mereka.

Disinilah keadilan dan kebijaksanaan anda diuji, terlebih tidak jarang juga seorang anak merasa diperlakukan tidak adil padahal anda sudah berusaha menjadi seadil mungkin, sehingga anda juga dituntut harus bisa memberikan pengertian sehingga tidak ada kecemburuan diantara anak-anak anda.

2.      Pemuda yang Tumbuh dalam Ibadah Kepada Allah

Allah mencintai hamba-Nya yang senantiasa mengingta-Nya dan tidak pernah merasa malas untuk berdzikir kepadanya. Itu sebabnya, Allah sangat menyukai pemuda yang hidup dan tumbuh dengan terus beribadah kepada-Nya.Allah mencintai ia yang tidak pernah malas melangkahkan kakinya menuju tempat-tempat baik seperti Mesjidatau tempat Majelis Ta’lim.

Hal ini juga mengisyaratkan betapa pentingnya ajaran agama didalam keluarga sejak masih kecil. karena tidak mungkin seorang pemuda gemar melakukan ibadah jika orang-orang dikeluarganya memiliki kegemaran serupa.

Seperti yang sudah sering anda dengar, bahwa belajar diwaktu kecil seperti mengukir diatas batu, sedangkan belajar ketika sudah tua seperti mengukir diatas air, dimana ilmunya akan semakin sulit saja untuk menempel dikepala anda.

Itu sebabnya, mulailah memberikan ajaran agama sejak anak anda masih kecil, mulai dari hal-halkecil pula dengan contoh nyata yang langsung anda lakukan, sehingga anak anda bisa langsung menirunya.

3.      Orang Yang Mencintai Mesjid

Selain mencintai orang tua, sebagai seorang Muslim anda juga dianjurkan untuk mencintai Mesjid. Bukan dengan cara menyimpan fotonya dan membawanya kemana-mana seperti anda mencintai sesama manusia, melainkan dengan cara rajin mendatanginya dan selalu menjaga kebersihan juga kesuciannya.

Ada juga orang yang sering mendatangi Mesjid, nmun hatinya tidak pernah tinggal didalam Mesjid. Sedangkan yang benar-benar dicintai Allah ialah seorang hamba yang hatinya memiliki keterikatan dengan Mesjid, meskipun tidak selalu datang dan melaksanakan shalat di Mesjid.

Dikisahkan bahwa ada seseorang yang sangat mencintai Masjid Haram dan Masjid Nabawi sehingga memajang foto kedua masjid tersebut didalam rumahnya, dan ketika memandangi mesjid tersebut, maka mengalirlah air matanya karena masih belum bisa datang langsung kemasjid tersebut.

4.      Dua Orang Yang Menyayangi Satu Sama Lain Karena Allah

Istilah menyayangi atau mencintai saat ini mungkin akan selalu anda hubungkan dengan berpacaran, padahal Allah tidak memperbolehkan umatnya berpacaran. Menyayangi disini adalah menyayangi dan mendukung untuk bisa mendapatkan rahmat dan mencapai keluhuran ibadah, bisa saja untukteman mengaji bersama.

Menemukan seorang pendamping karena Allah juga tentu saja menjadi impian bagi semua orang, dan biasanya hal ini tidak didapatkan dengan cara berpacaran,  melainkan dengan cara berkenalan secara Islami atau ta’aruf. Dimana anda dan calon pasangan anda masih bisa saling menjaga pandangan dan sentuhan, juga tidak memiliki keinginan untuk bisa saling memiliki seperti kebanyakan orang berpacaran, melainkan merasa bersyukur karena bisa dipertemukan karena Allah.

5.      Laki-laki atau Perempuan  yang Menghindari Zina

Zina merupakan salah satu perkara yang sangat dibenci oleh Allah dan akan mendatangkan azab yang sangat pedih. Dijaman serba majudan terbuka ini,semakin banyak orang yang meremehkan perkara yang satu ini, dengan mengatakan yang penting belum melakukan hubungan suami istri.

Padahal zina terbagi dalam banyak kategori, contohnya  zina mata yang selama ini mungkin cukup sering dilakukan dan belum banyak orang yang menyadarinya.Anda harus selalu mengingat bahwa Allah sangat mencintai hamba-Nya yang bisa menghindari zina.

Seperti dikisahkan bahwa ada seorang wanita yang cantik jelita dan merayu pria untuk melakukan zina. Awalnya ia meminta sang pria untuk menutup matanya,  dan ketika pria tersebut membuka matanya maka sudah dibuka semua pakaian wanita. Namun sang pria langsung memalingkan pandangannya dan berkata bahwa ia memohon perlindungan Allah dari zina dan takut akan azabnya. Maka Allah melindungi pria tersebut dan membuat wajah sang wanita menjadi hitam legam.

6.      Seseorang Yang Bersedekah secaraDiam-diam

Tidak semua orang bisa hidup dalam keadaan berkecukupan, itu sebabnya anda yang bisa hidup dalam keadaan yang cukup atau malah berlebihan dianjurkan  untuk membantu orang lain dengan cara bersedekah. Namun tidak semua orang yang bersedekah dicintai oleh Allah, karena ada diantaranya yang menyimpan  sikap ria dan sengaja memamerkannya.

Jika anda ingin mendapatkan balasan berupa pahala dan surga, makaberikanlah sedekah tanpa mengharapkan balasan atau pengakuan dari orang lain. Karena sesungguhnya mereka yang melakukan sedekah dengan ikhlas dansembunyi-sembunyi dijanjikan Surga oleh Allah SWT.

7.      Orang yang Selalu Mengingat Allah

Allah tidak pernahmelupakan apalagi meninggalkan hamba-Nya, maka begitu jugalah anda seharusnya. Setiap hari, setiap jam, atau bahkan setiap menit, selalulah mengingat Allah, sehingga anda tidak memiliki keinginan untuk melakukan perbuatan maksiat sedikitpun.

Sesungguhnya Allah sangat mencintai seorang hamba yang mengingat-Nya dalam kesendirian hingga mengalir air matanya, karena rasa syukur dan takutnya ia terhadap azab yang akan diberikan kepada orang-orang yang tidak bertaqwa.

Dengan mengingat Allah, maka urusan anda didunia juga akan lebih mudah untuk selesai karena anda tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna. Tidak hanya urusan dunia, urusan akhirat anda juga tentu saja akan terjamin.

Nah, itulah ketujuh golongan manusia yang akan masuk Surga dihari kiamat nanti. Semoga hal ini bisa menjadi pengingt dan pelajaran bersama, sehingga bisa menjadi umat yang lebih bertaqwa dan lebih dicintai oleh Allah SWT.

Azab Orang yang meninggalkan sholat

Perintah dari Allah adalah mutlak adanya. Tidak ada satu orangpun yang bisa merubah perintah dan ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT. Itu sebabnya, anda sebagai umat muslim diharuskan untuk menjalankan segala hal yang telah diperintahkan oleh Allah SWT, juga meninggalkan apa-apa saja yang telah diharamkan.

Salah satu perintah paling utama dan harus dilakukan  oleh setiap Muslim tanpa terkecuali ialah shalat. Amalan yang juga berupa tiang dari agama ini harus anda lakukan setidaknya lima kali dalam satu hari, dan bisa ditambahkan dengan shalat-shalat sunat. Atau jika anda tidak melakukannya maka azab dari Allah akan segera didatangkan  untuk diri anda.

Namun sayangnya, meskipun sudah diperintahkan dengan cukup jelas mengenai kewajiban atas shalat ini, masih ada sebagian muslim yang masih merasa enggan untuk melaksanakannya. Untuk menyelamatkan umatnya dari azab yang sangat pedih, maka Rasulullah menjelaskan azab apa saja yang akan diberikan jika seorang muslim masih meninggalkan shalat, dengan harapan tidak ada lagi Muslim yang meninggalkan shalat dengan sengaja.

Menurut Rasulullah, azab-azab yang akan diberikan kepada mereka yang tidak menjalankan shalat wajib ialah sebagai berikut.

1. Azab atau bahaya yang akan dirasakan ketika masih hidup di dunia

Sebagian muslim mungkin berpikir bahwa azab kebanyakan diberikan untuk orang-orang yang sudah mati saja. Namun sebenarnya azab ini akan  diberikan kapanpun Allah menginginkannya. Tidak terkecuali untuk orang-orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat.Azab yang akan diberikan ketika masih hidup ialah

  1. Hal pertama ialah seorang muslim yang tidak shalatakan dijauhi oleh orang-orang yang beriman. Bukankah sudah sangat wajar jika orang-orang yang baik berada dilingkungan yang baik, dan begitu juga sebaliknya?
  2. Azab kedua yang sering sekali dialami oleh muslim yang tidak melaksanakan shalat ialah hilangnya rezeki dan berkah dari setiap usaha yang dilakukannya. Hal ini sering kali membuat orang-orang putus asa dan menyalahkan Allah karena sudah bekerja cukup keras namun hasilnya tidak pernah mencukupi, padahal dirinya sendirilahyangkurang bersyukur kepada Allah SWT.
  3. Azab ketiga berupa dicabutnya nur (cahaya) orang-orang mukmin atas dirinya. Hal ini juga akan membuat siapa saja merasa hidupnya tidak tenang dan bahagia. Ntah apapun yang sedang atau akan mereka lakukan, mereka akan sering merasa gelisah dan seperti sulit untuk menyelesaikan setiap perkara yang sedang dihadapinya.

2. Azab atau bahaya yang akan dirasakan ketika hendak mati

Proses sakaratul maut dikatakan sebagai suatu proses yang menegangkan dan juga menakutkan. Namun, proses ini akan menjadi lebih mudah jika seseorang yang akan dicabut nyawanya merupakan orang yang memiliki tingkat keimanan yang baik, berbeda dengan mereka yang semasa hidupnya jarang melaksanakan shalat. Beberapa bahaya yang akan dirasakan orang yang tidak shalat ketika akan mati ialah

  1. Hal pertama yang akan dirasakan seorang muslim yang tidak mengerjakan shalat ketika akan  dicabut ruhnya ialah rasa haus yang teramat sangat. Bahkan ia akan terus merasa haus meskipun sudah minum sebanyak air laut. Ia akan menjadi sangat gelisah dan menyalahkan siapa saja yang ada didekatnya sambil terus meminta minum.
  2. Ketika ruhnya dicabut, seorang muslim yang meninggalkan shalat juga akan merasa kepedihan yang teramat sangat. Saking pedihnya, ia tidak bisa lagi menggambarkan kepedihan tersebut. Bagi orang-orang yang mengerti, biasanya bisa melihat tandanya dengan  cara meninggalnya yang terlihat tersiksa.
  3. Bahaya atau azab yang juga akan dirasakan ialah rasa gelisah atau risau bahwa ia akan kehilangan imannya. Hal ini semata-semata karena selama ini ia tidak melaksanakan shalat sehingga merasa tidak memiliki apapun.

3. Azab atau bahaya yang akan dirasakan ketika berada dialam kubur

Setelah proses pencabutan ruh selesai, bukan berarti bahaya atau azab bagi mereka sudah berakhir begitu saja. Malahan, azab ini akan semakin pedih ketika berada didalam kubur. Para muslim yang ingkar dan tidak melaksanakan shalat selama hidupnya ialah muslim yang paling merugi, dan akan merasakan azab berupa

  1. Kubur seorang muslim yang tidak menjalankan shalat akan menjadi gelap dan sempit. Semakin lama, tempat ini akan menjadi semakin gelap saja. Sehingga siapa saja yang ada didalamnya akan merasa sangat menyesal dan ingin hidup kembali untuk selalu menjalankan shalat wajib dan sunat.
  2. Bahaya selanjutnya berupa kesulitan untuk menjawab pertanyaan malaikat. Seperti yang anda tahu, Allah telah menyediakan malaikat yang bertugas untuk menanyai apa saja yang anda lakukan didunia, dan anda akan merasa sangat kesulitan untuk menjawabnya, sehingga akan mendapatkan penyiksaan atas setiap pertanyaan yang diberikan.
  3. Dan hal paling menyedihkan yang akan dirasakan seorang muslim yang tidak shalat didalam kubur ialah tulangnya akan dihimpit oleh kuburnya sendiri. Semua tulang rusuknya akan bersatu, dan bisa dibayangkan betapa pedih dan menyiksanya azab yang satu ini.

4.  Azab atau bahaya yang akan dirasakan ketika hari kiamat

Dan kini sampailah pada hari penentuan, di mana setiap orang akan mendapatkan keputusan dan balasan atas amalan apa saja yang sudah dilakukan di masa hidupnya dahulu. Untuk muslim yang taat dan tidak pernah melanggar perintah Allah SWT, saat ini merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu. Berbeda dengan umat yang ingkar dan lebih sering melakukanapa saja yang sudah diharamkan oleh Allah SWT. Bahaya yang akan dirasakan oleh mereka yang tidak melaksanakan shalat ialah sebagai berikut.

  1. Allah menjadi sangat murka kepadanya. Dimarahi oleh orang tua atau atasan kerja saja tentu sudah sangat tidak mengenakan bagi anda. Lalu, bagaimana jika pencipta dan pemilik hiduplah yang murka pada anda? Anda akan merasa sangat takut, gelisah dan lainnya. Hingga hanya menunggu azab dan penyiksaan lainnya datang dengan penyesalan atas apa saja yang anda lakukan selama masih hidup.
  2. Azab berikutnya akan dirasakan ketika seorang muslim yang meninggalkan shalat sedang dihisab setiap amalannya. Ketika dihisab, hisab ke atasnya akan menjadi sangat berat, sehingga satu-satunya balasan yang akan didapatkan ialah pusatnya penyiksaan, neraka jahannam.
  3. Dan yang terakhir dan paling mengerikan ialah siksaan api neraka. Mereka yang meninggalkan shalat dengan alasan apapun akan dimasukkan ke dalam api neraka oleh Allah SWT. Di sinilah setiap penyiksaan yang paling pedih, menyiksa dan belum pernah dibayangkan sebelumnya diberikan. Setiap orang hanya bisa berteriak meminta pengampunan dan diberi kesempatan untuk bisa hidup kembali dan melaksanakan shalat. Namun sekali lagi, Allah tidak akan  mencabut semua penyiksaan itu.

Itulah dua belas azab dan bahaya yang akan dirasakan orang-orang yang tidak melaksanakan shalat. Shalat bukanlah hal yang berat untuk dilaksanakan, maka utamakanlah shalat anda semu kebaikan dan kemudahan hidup anda sendiri. Jangan pernah melupakan bahwa sekali saja anda meninggalkan shalat, maka anda telah mendekatkan diri anda dengan siksa api neraka. Karena sesungguhnya Allah sangat mencintai hamba-Nya yang taat dan melaksanakan shalat.

Amalan Penghapus Dosa

Menjadi manusia berarti menjadi gudangnya salah dan dosa. Tidak ada satu manusia pun yang tidak pernah melakukan dosa, tidak terkecuali dengan mereka yang masih muda ataupun yang sudah cukup tua. Yang membuat setiap orang berbeda ialah apakah ia mau mengakui kesalahan dan dosanya dan mencari cara untuk memperbaikinya, atau membiarkan dosa-dosa itu menyelimuti dirinya.

Yang tidak boleh dilupakan, Allah Swt ialah zat yang Maha Sempurna dan Maha Pemaaf, itu sebabnya akan selalu ada kesempatan bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin menebus kesalahan yang telah diperbuat dan menghapus atau setidaknya mengurangi dosanya

Lalu, apa saja amalan-amalan yang bisa menghapuskan dosa yang sudah pernah dilakukan dimasa lalu? Apakah ada jaminan bahwa Allah akanlangsung menghapuskan dosa anda? tentu saja tidak. Bukankah yang terpenting anda mencoba yang terbaik terlebih dahulu untuk menjadi seorang hamba yang lebih baik?

Beberapa amalan yang bisa menghapuskan dosa-dosa dimasa yang telah lalu ialah sebagai berikut.

1.  Membaca Tasbih dan Tahmid 100 Kali

Ada 2 (dua hadits) yang bisa kami ketengahkan di sini. Hadits pertama menunjukkan bahwa membaca Subanallah wa bihamdihi bisa menghapus kesalahan. Hadits kedua, tentang pahala dan keutamaan membaca dzikir ini. Masing-masing sebagai berikut:

a. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Barangsiapa yang mengucapkan: SUBHANALLAHI WABIHAMDIH (Maha suci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) sehari 100 (seratus) kali, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni (Allah) walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Imam Al-Bukhari no. 5926 dan Muslim no. 2691).

b. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

Artinya: “Barang siapa yang ketika pagi dan sore membaca: SUBHANALLAHI WABIHAMDIH (Maha suci Allah dan dengan segala pujian hanya untuk-Nya) sebanyak 100 (seratus) kali, maka pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang akan mendatangkan amalan yang lebih utama daripada apa yang dia
datangkan. Kecuali orang yang juga mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dari itu.” (HR. Muslim no. 2692).

2.      Puasa dihari Arafah dan ‘Asyura

Amalan pertama yang bisa dilakukan untuk menghapuskan dosa ialah berpuasa pada hari tertentu, yakni pada hari Arafah dan ‘Asyura. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang artinya: Dengan puasa hari Arafah hamba berharap dari Allah untuk menghapuskan dosa di satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya, dab puasa hari Asyura’ ini hamba berharap dari Allah untuk menghapus dosa setahun yang lalu.

Dari sabda Rasulullah tersebut, maka bisa diambil kesimpulan bahwa amalan puasa ini dapat menghapuskan dosa yang sudah diperbuat ditahun sebelumnya dan tahun yang akan datang. Yang pasti, sebagai umat muslim anda harus melakukannya dengan sepenuh hati, dan hanya untuk mencari ridha dari Allah semata.

3.      Menyempurnakan Wudhu dan Pergi Ke masjid

Berwudhu bukanlah hal yang asing bagi umat muslim. Meskipun cukup sederhana, namun ternyata amalan ini juga bisa untuk menghapuskan dosa umat manusia. Hal ini diketahui melalui sabda Rasulullah yang artinya:

Jika seseorang berwudhu, kemudian menyempurnakan wudhunya dan berangkat shalat dengan berniathanya untuk shalat, maka tidaklah melangkah satu langkah kecuali Allah angkat satu derajatnya dan menghapus satu dosanya.

Hadits lainnya yang juga menerangkah hal serupa ialah hadits yang berarti:

Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat? Mereka menjawab: Iya wahai Rasulullah. Beliau berkata: menyempurnakan wudhu ketika masa sulit dan memperbanyak langkah ke masjid serta menunggu shalat satu ke shalat yang lain, karena hal itu adalah ribath.

Dari kedua hadits di atas juga, anda sebaiknya memahami bahwa makna dari pergi kemasjid ialah menuju masjid dengan berjalan kaki.

4.      Haji Yang Mabrur

Sebagai umat muslim, anda tentu saja sudah hafal betul dengan rukun Islam. Dan rukun Islam yang terakhir ialah menunaikan ibadah haji. Lalu, apakah semua orang yang sudah melaksanakan ibadah haji telah terhapuskan seluruh dosanya? Ternyata tidak juga.

Seperti yang sudah diberitahukan Rasulullah melalui sunnahnya, yang artinya: haji Mabrur balasannya hanyalah surga. Dan hadits lainnya yang juga menyebutkan bahwa:  siapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan maka kembali seperti hari ibunya melahirkannya.

5.      Shalat Tarawih

Bulan Ramadhan memang bukanlah bulan sembarangan. Ada banyak sekali keistimewaan di dalamnya, karena setiap amalan baik akan dilipatgandakan pahalanya. Tidak hanya itu saja, amalan yang hanya bisa dilakukan ketika bulan Ramadhan yakni shalat Tarawih juga bisa menghapuskan dosa-dosa yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.

Hal ini bisa dilihat lewat sabda Rasulullah, yaitu: Siapa yang menegakkan Ramadhan (shalat tarawih) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu.

6.      Bersabar atas Musibah yang Diberikan

Allah mencintai seluruh hamba-Nya, namun dengan cara yang berbeda-beda, ada yang dilimpahkan banyak kemudahan dan harta untuknya, ada juga yang dicintai melalui ujian dan musibah. Itu sebabnya, ketika mendapatkan musibah jangan pernah sedikitpun meragukan dan menyalahkan Allah atas apa yang sedang terjadi, karena ini hanyalah bagian dari cara Allah mencintai umat-Nya.

Allah berfirman yang artinya: Sungguh Aku bila menguji seorang hamba-Ku yang mukmin, lalu ia memuji-Ku atas ujian yang Aku timpakan kepadanya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya tersebut bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya.

7.      Mengikhlaskan Hutang Orang Yang Sulit Membayarnya

Memberikan pinjaman uang atau barang lainnya kepada orang lain memang penuh resiko, karena bisa saja orang tersebut tidak mengembalikannya atau sebenarnya ingin membayar hutang tersebut namun masih belum mampu untuk membayarnya. Kesal memang, namun jika anda bisa mengikhlaskannya, maka Surga adalah ganjaran yang akan anda terima.

Seperti dalam sebuah hadits yang berarti:

Dari Hudzaifah beliau berkata Allah memanggil seorang hamba-Nya yang Allah karuniai harta. Maka Allah berkata kepadanya: Apa saja yang kau kerjakan di dunia? Maka orang itu menjawab: Wahai Rabb, Engkau telah menganugerahkanku harta-Mu lalu aku bermuamalah dengan orang-orang. Dan dahulu akhlakku adalah memaafkan, sehingga aku dulu mempermudah orang yang mampu dan menunda pembayaran hutang orang yang sulit membayar. Maka Allah berfirman: Aku lebih berhak darimu maka maafkanlah hamba-Ku ini.

8.      Menjaga Shalat dan Puasa Ramadhan

Amalan selanjutnya yang juga bisa menghapuskan dosa ialah melaksanakan shalat lima waktu, shalat Jumat dan juga berpuasa pada bulan Ramadhan. Shalat memang suatu amalan yang banyak sekali manfaatnya bagi anda, baik ketika seorang Musli masih hidup dan juga ketika sudah meninggal. Sehingga tidak heran jika azab yang diberikan untuk mereka yang meninggalkannya juga sangat pedih.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah menjelaskan bahwa ketiga amalan tadi dapat menghapuskan dosa setiap muslim. Yang mana hadits tersebut berbunyi: Shalat lima waktu dan Jumat ke Jumat dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa diantara keduanya selama menjauhi dosa besar.

9.      Melakukan Amal Kebaikan setelah Melakukan Dosa

Seperti yang sudah disinggung, tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat dosa. Dan sekali lagi yang terpenting ialah kemauan anda untuk segera memperbaiki dan menghapus dosa tersebut. Yang pasti, sebagai seorang muslim anda harus terus melakukan amalan yang baik setelah berbuat dosa.

Seperti yang disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW yang artinya: Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan pergauli manusia dengan etika yang mulia.

Hadits tersebut menjelaskan dengan sangat terang bahwa amalan baik yang anda lakukan setelahnya akan sangat membantu anda menghapus kesalahan-kesalahan yang sudah anda lakukan dimasa lalu. Hal ini juga sebaiknya dijadikan sebagai motivasi tersendiri agar terus menerus melakukan sesuatu yang baik.

Dengan beberapa amalan yang sudah dijelaskan tadi, semoga saja setiap muslim bisa menjadi lebih baik dan tidak lagi merasa enggan memperbaiki diri dan masa lalunya. Karena Allah ada sebenar-benarnya Maha Pemaaf, dan sesempurna-sempurnya Dzat sehingga tidak ada yang bisa menandinginya.

Orang Kaya
Seorang pemuda kaya yang tetap rendah hati dan rajin ngaji

Islam agama yang syamil dan kamil komprehensip dan sempurna. Hingga, ketika Anda menjadi orang kaya pun ada tatakrama yang harus Anda patuhi. Harta yang sudah Anda peroleh, baik secara susah payah maupun secara mudah, adalah karunia Allah. Rizki yang berupa kekayaan itupun harus diperlakukan secara baik tanpa menabrak rambu-rambu dari Sang Pemberi rizki. Sebagai pemilik harga, Anda tidak boleh serta merta bertindak sak karepe dewe. Karena, setiap yang dimiliki manusia terkandung tanggung jawab yang harus dipikul. Sikap etis dalam memiliki kekayaan termasuk dari implementasi tanggung jawab tersebut.

Imam Ghazali mengupas etika yang harus dipraktekkan ketika seseorang menjadi orang kaya. Tata krama sebagai orang kaya itu ditulis oleh ulama terkenal bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali dalam salah satu risalahnya berjudul Al-Adabu fid Dîn, persisnya dalam fasal Âdâbul Ghanî (dalam Majmû‘ Rasâil al-Imâm al-Ghazâlî, Kairo: al-Maktabah at-Taufîqiyyah). Beliau menuliskan 9 adab penting yang harus diejawentahkan oleh orang mereka yang tergolong aghniya (orang-orang kaya).

  1. Senantiasa mengedepankan sikap tawadlu’ (luzûmut tawadlu’).
  2. Menghilangkan sifat sombong (nafyut takabbur). Orang yang memiliki kelebihan, termasuk kelebihan harta benda, diharuskan untuk melestarikan sifat rendah hati, tidak angkuh, terhadap orang lain baik miskin maupun kaya seperti dirinya. Sifat ini bisa muncul jika si kaya menginsafi bahwa kekayaan hanyalah titipan atau sekadar amanat.
  3. Selalu bersyukur (dawâmusy syukr). Lawan dari syukur adalah kufur alias mengingkari kekayaan sebagai karunia yang sangat berharga. Kufur biasanya dipicu oleh sifat tamak, tak puas dengan apa yang sedang dimiliki.
  4. Terus bekerja untuk kebajikan (at-tawâshul ilâ a‘mâlil birr). Di antara modal orang kaya yang tak dimiliki orang miskin adalah kekuatan ekonomi. Karena itu hendaknya kekuatan ini dimanfaatkan untuk kemaslahatan orang lain, bukan dibiarkan menumpuk, bukan pula untuk kegiatan mubazir atau yang menimbulkan mudarat.
  5. Menunjukkan air muka yang berseri-seri kepada orang fakir dan gemar mengunjunginya (al-basyâsyah bil faqîr wal iqbâl ‘alaihi). Sikap ini adalah bukti bahwa si kaya tak membedakan pergaulan berdasarkan status ekonomi seseorang.
  6. Menjawab salam kepada siapa saja (raddus salâm ‘alâ kulli ahadin). Orang kaya juga dituntut untuk membalas sapaan yang datang dari setiap orang, terlepas dari latar belakang keturunan, kekayaan, status sosial, profesi, dan lain-lain. Manusia memang diciptakan setara dan sama-sama mulia, dan demikianlah seharusnya tiap orang saling bersikap.
  7. Menampakkan diri sebagai orang yang berkecukupan (idh-hârul kifâyah). Artinya, orang kaya tak sepatutnya bersikap memelas atau menunjukkan tanda-tanda sebagai orang yang butuh bantuan. Tentu ini berbeda dari sikap hidup sederhana, yang menjadi lawan dari berfoya-foya dan terlalu bermewah-mewahan.
  8. Lembut dalam bertutur dan berperangai ramah (lathâfah al-kalimah wa thîbul muânasah). Artinya, tidak mentang-mentang kaya dan bisa melakukan banyak hal dengan kekuatan ekonominya, orang kaya lantas boleh berbuat apa saja, termasuk berkata kasar dan merendahkan orang lain.
  9. Gemar berinfaq untuk urusan kebaikan (al-musâ‘adah ‘alal khairât). Contoh dari sikap ini adalah bersedekah, membangun fasilitas umum, memberi bantuan modal usaha, menanggung biaya pendidikan orang miskin, dan lain-lain.