Awal Mula Datangnya Jamaah Tabligh Temboro dan Indonesia

by -7 views

Jamaah Tabligh memiliki agenda rutin; pertemuan tahunan. Acara ini sering disebut-sebut sebagai the second biggest muslims gathering after hajj’. Sebuah Konferensi internasional rutin tahunan khusus Jamaah Tabligh ini merupakan berkumpulnya umat Islam terbesar kedua setelah perhelatan ibadah haji di Mekkah.

Organisasi para juru dakwah yang telah menggurita di seluruh dunia ini didirikan oleh syeikh Muhammad Ilyas bin Syeikh Muhammad Ismail, bermazhab Hanafi, Dyupandi, al-Jisyti, Kandahlawi (1303-1364 H).

Jamaah Tabligh (JT) berpusat di perkampungan Nidzammudin, Delhi, India. Mereka memiliki masjid sebagai pusat tabligh yang dikelilingi oleh 4 kuburan wali. Dari Niszamudin inilah gerakan Jamaah Tabligh dikendalikan.

Kini, pengikut Jamaah Tabligh (JT) telah menyebar di 215 negara di 5 benua. Tak terkecuali Indonesia. Bagaimana asal muasal Jama’ah Khuruj ini datang ke Indonesia? Serta di mana pusatnya untuk wilayah nusantara?

Kisah Awal Mula Jama’ah Tabligh Masuk Temboro Indonesia

KH Uzairon Thoifur Abdillah hafidzahullah (pengasuh pesantren Temboro, wafat hari Senin, 21 Juli 2014 bertepatan dengan 22 Ramadhan 1435 H) pernah mengisahkan tentang awal mula Jamaah Tabligh (JT) di bumi Temboro, Magetan, Jawa Timur, Indonesia.

jamaah tabligh temboro

Beliau berkata bahwa Jamaah pertama yang sampai ke Temboro adalah Jemaah Ulama dari Pakistan, di awal tahun 80-an.

Jamaah ini datang ke Pondok Kyai Mahmud (sekarang pondok al-Fatah), ketika waktu shalat Zuhur baru masuk , santri2 pondok dan Kyai Mahmud baru sedang memulai shalat Zuhur dimana Kyai Mahmud sendiri yang menjadi Imam dalam shalat berjemaah tersebut, jemaah ini kemudian turut bershalat bersama di belakang Kyai Mahmud .

Kemudian, setelah selesai shalat Zuhur tersebut, Kyai Mahmud yang saat itu merupakan mursyid Tariqat Naqsabandiyah Al Mujaddadiyah Al Khalidiyah di Indonesia, merasakan sesuatu yang luar biasa dari makmunnya ketika sedang sholat tadi , (satu rohaniat yang luar biasa). kemudian kyai berbisik memanggil santrinya dan bertanya siapakah yang menjadi makmun ini? , kemudian salah satu santri beliau menjawab bahwa yang menjadi makmun kepada kyai dalam shalat Zuhur ini ialah Jemaah dakwah dari Pakistan yang baru saja datang ke pondok mereka dan mengambil wudhu bersama salah satu santri ,

Kyai begitu terkejut dengan khabar tersebut, lantas bersilaturrahim dengan mereka, kemudian jemaah ini di jadikan tetamu di pondok kyai. setelah lama berbincang ,kyai pun bertanya apakah amalan kamu (Jemaah dakwah) sehingga saya merasakan sesuatu yang luar biasa ? , (telah berkata Kyai Ubaidillah, yaitu adik kyai Uzairon, perkara ini merupakan perkara biasa yang mana kebiasaan kepada ahli zikir karena dapat merasai rohaniat orang lain).

Kemudian jemaah ini memberitahu bahwa mereka mempunyai maksud besar di mana mereka (Jemaah) ini di utuskan oleh Hadrat ji (Amir Jemaah Dakwah) Maulana Inamul Hassan rah supaya datang ke pondok Kyai untuk mengajak kyai bergabung dalam usaha dakwah, kata jemaah ini lagi, sebelum mereka diputuskan ke sini (pondok kyai), mereka telah diberikan bayan hidayah (penerangan) dan amalan khusus dari Hadratji yaitu dakwah khuruj fisabilillah , Kemudian, kyai begitu terkejut karena menyangka bahwa yang dirasakan rohaniat yang hebat itu datang dari jemaah ini, dan kyai beranggapan bahwa pasti yang mengijazahkan amalan ini lebih hebat amalannya, kemudian setelah lama berbincang dengan Jemaah, Jemaah ini membuat tashkilan / ajakan kepada Kyai Mahmud untuk datang menziarahi sendiri Hadratji Maulana Inamul Hassan rah.
Kemudiannya, setelah keberangkatan Kyai Mahmud ke India Markaz Masjid Banglawali , Hadratji Maulana Inamul Hasan menyambut kyai dengan mesra sekali seakan sudah lama mereka tak bertemu, sedangkan itu merupakan safar pertama Kyai Mahmud ke Markaz Masjid Banglawali. Setelah, menetap beberapa hari di markaz, Kyai Mahmud pun berangkat pulang ke Indonesia dengan membawa amanah besar kerja dakwah tabligh dari Hadratji Maulana Inamul Hassan .
Alhamdulillah, berkat perjuangan Kyai Mahmud dalam memimpin gerakan dakwah ini, kini bumi Temboro kian subur di sinari amalan dakwah yang kelihatan begitu bersinar dalam masyarakatnya. Kita akan begitu terkejut jika kita berada di sana, kita menaiki taxi atau becak, maka kita akan di dakwah perkara agama oleh pemandu taxi atau becak ini. Kawasan ini kini mendapat julukan perkampungan Madinah , menjadi salah satu percontohan kampung islami di Asia Tenggara , dan ada yang menjulukinya Little Raiwind .
Begitu juga kemajuan pusat pengajiannya yaitu Pondok Al-Fatah yang pernah di bina oleh anak Kyai Mahmud sendiri yaitu Kyai Uzairon Thaifury Abdilla , yang belum lama ini meninggal dunia , bahkan pondok ini juga mempunyai ribuan santri / pelajar agama dari seluruh pelosok negara di Asia Tenggara bahkan pondok ini telah melahirkan ilmuan-ilmuan agama yang telah berkhidmat di negara atau kampung halamannya masing-masing .
SubhanAllah …

Leave a Reply