Selama ini, kita mengenal Pondok Pesantren Temboro sebagai markas Jamaah Tabligh terbesar di Asia Tenggara. Ternyata di samping itu, pesantren salaf ini juga telah melahirkan ribuan santri penghafal Hadits. Ada penghafal Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Bulughul Maram, dll.

Pondok Al Fatah Temboro

Mengapa menghafal Hadits? Mengapa tidak menghafal Al Qur’an?

Jangan salah. Hafalan hadits dilakukan setelah para santri menghafal Al Qur’an. Rata-rata pesantren di Indonesia mengajarkan kitab-kitab kuning. Ini juga diajarkan di Al Fatah Temboro. Tak terhitung pesantren di nusantara yang fokus pada mencetak para penghafal Qur’an. Dan, pondok Temboro pun gudangnya penghafal Al Qur’an. Bahkan, ketika Ramadhan di sana di adakan tarawih 20 rakaat dengan mengkhatamkan hafalan Qur’an semalam. Al Hasil dalam sebulan khatam 30 kali. Jadi, bisa dikatakan bahwa ciri khas Ponpes Al Fatah Temboro adalah Tahfidz Hadits dan Dakwah.

Pesantren Harapan di Tengah Minimnya Penghafal Hadits

Tidak banyak pondok pesantren yang mempunyai perhatian berlebih pada pembelajaran, kajian dan tahfidz Hadits. Padahal, hampir setiap Ulama dan ilmuan muslim memulai karir keilmuannya dengan menghafal al-Qur’an, dilanjutkan dengan ilmu hadits, dan ilmu-ilmu dasar keislaman lainnya.
Seperti dikemukakan Imam al-Nawawi, mereka memulai belajar dengan menghafal al-Qur’an. Ilmu hadits, fiqih dan lainnya baru diajarkan setelah hafal al-Qur’an.

Pesantren Temboro


Para sahabat banyak yang bergelar huffaz atau qurra’ untuk dipersiapkan menjamin keterpeliharaan al-Qur’an. Ibn ‘Abbas, selain hafal al- Qur’an juga hafal berbagai sair Arab klasik (jahiliyah). Setiap kali ditanya oleh Ibn al-Azraq tentang makna kosa kata sulit dalam al-Qur’an, dengan piawai ia mendatangkan dari hafalannya berbagai syair Arab yang menjelaskan maknanya.

Alhamdulillah, kita punya Pesantren Al Fatah Temboro yang melaksanakan pembelajaran dan kajian hadits serta memberlakukan kebijakan menghafal hadits (tahfidz al-Hadits kepada para santrinya. PP. Al-Fatah berada di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (selanjutnya, disebutkan dengan “Pondok Temboro”).

Kebijakan menghafal hadits di Pondok Temboro bermula dari adanya anjuran pengelola pesantren yang diawali sekitar tahun 2007/2008 agar para santri memiliki hafalan hadits, yang akhirnya sampai tahun 2012 kegiatan menghafal hadits ini menjadi sebuah tradisi.

Wisuda Penghafal Shahih Bukhari PP Al Fatah 2012

Pada acara Wisuda Kelas Daurah dan Takhassus 2 September 2012, Pondok Al Fatah mewisuda 10 santri hafal Shahih Bukhari.

Ke 10 santri yang hafal Bukhari mendapatkan hadiah kehormatan Umrah gratis.

Salah satu wisudawan ada yang bernama Ali Mahmud (23th) asal Riau. Di samping hafidz Qur’an, santri yang sudah 8 tahun belajar di Al Fatah ini juga hafal 500 hadits Shahih Muslim, dll.

Ada juga nama Hasan Biki (20th), Surabaya. Hafal Alfiyah Ibnu Malik. Dan yang pasti sudah selesai Hafalan Al Qur’an 30 juz.

Dan, yang paling menarik ada nama Kholil Ahmad (19th). Beliau adalah KH Uzairon Thoiful Abdillah (pengasuh PP Al Fatah). Beliau sudah hafal Qur’an usia 9 tahun.

Dan hasilnya, di antara 2000 santri yang diwisuda pada tahun 2015, diantaranya terdapat:
  • 1 santri yang mampu menghafal 10.000 hadits1 santri yang mampu menghafal 7.500 hadits
  • 6 santri yang mampu menghafal 7.313 hadits
  • 28 santri yang mampu menghafal 5.000-5600 hadits
  • 46 santri yang mampu menghafal 3000-4300 hadits
  • 16 santri yang mampu menghafal Bulugh al-Maram
  • 22 santri yang mampu menghafal Mukhtasar Bukhari.

Dan, semua santri yang mampu menghafal hadits tersebut sekaligus mampu menghafal al-Quran dengan rincian:
  • 27 santri mampu menghafal al-Qur’an tanpa salah 
  • 163 santri mampu menghafal al-Quran dengan disertai adanya beberapa kesalahan.


Bisa disimpulkan dari banyaknya jumlah santri yang mampu menghafalkan ribuan hadits, bahwa kajian hadits di Pesantren Temboro menunjukkan hasil yang perlu diapresiasi, terlebih di antara mereka terdapat juga sebagian besar yang telah hafal al-Qur’an.

Kondisi ini menunjukkan, bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang berfungsi sebagai lembaga tafaqquh fi al-Din, telah mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kajian Islam. Karena mampu menghasilkan para penghafal al-Qur’an (hamil al-Qur’an) dan penghafal hadits.

Menengok sejarah, bahwa menghafalkan hadits merupakan bagian kegiatan yang tak terpisahkan dari periwayatan hadits. Periwayatan hadits adalah sebuah proses penerimaan (naql dan tahammul) hadits oleh seorang periwayat dari gurunya, setelah terlebih dahulu hadits tersebut dipahami, dihafalkan (dhabt), dihayati, diamalkan, ditulis, dan disampaikan kepada orang lain sebagai murid dengan menyebutkan sumber pemberitaan riwayat tersebut.

Di antara hadits yang telah diterima oleh para sahabat Nabi, ada sebagian yang dihafal dan ada pula sebagian yang dicatat. Di antara sahabat yang banyak menghafal hadits adalah Abu Hurairah. Sedangkan sahabat yang membuat catatan hadits adalah Abu Bakar, Ali ibn Abi Talib, ‘Abd Allah ibn ‘Amr ibn Al-’As dan ‘Abd Allah ibn ‘Abbas ra.


Pondok Temboro Magetan

Pesantren Al Fatah Tempat Belajar Hadits Rekomendasi Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad, ketika ditanya tempat-tempat yang baik untuk belajar Hadits. Beliau merekomendasikan Ponpes Al Fatah Temboro sebagai pesantren Hadits Terbesar. Beliau memberikan urutan sebagai berikut:
  1. Pondok Pesantren Al Fatah Temboro
  2. Masjis Tafaqquh Fid Din, Syeih Nuruddin, Bogor
  3. Darul Hadits, Maghribi
  4. Majlis Sayyid Ahmad Mekkah. Beliau adalah putra sekaligus penerus halaqah Sayid Muhammad bin Alawy bin Abbas Al Hasani Al Maliki.
  5. Darul Musthofa di Tarim, Yaman (Habib Umar Al Hafidz)
Apa Saja Kitab yang Dipelajari di Ponpes Al Fatah?

Berikut kurikulum Pesantren Al Fatah Temboro yang kami copy dari Kang Muhajid.

Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro
InsyaAllah lengkap…
.
Sekolah Formal ada, Hafalan Qur’an ada , kitab kuning ada..
.
Berkuda, memanah ,beladiri boxing ada…
.
Dibaca sampai selesai ya 😊
.
FIQIH
==========
Kelas 1 mabadi fiqh
Kelas 2 matan taqrib
Kelas 3 baijuri
Kelas 4 baijuri
Kelas 5 i’anah
Kelas 6 i’anah

NAHWU
==========
Kelas 1 jurumiyah
Kelas 2 mukhtasor jidan
Kelas 3 imrithi
Kelas 4 qowaidul lughoh
Kelas 5 & 6 ibnu aqil

TAUHID
==========
Kelas 1 aqidatul awam
Kelas 2 tijan darori & qothrul ghoits
Kelas 3 jawahir kalamiyah
Kelas 4 kifayatul awam
Kelas 5 & 6 dasuki

TAJWID
==========
Kelas 1 syifaul jinan
Kelas 2 tuhfatul atfal
Kelas 3 jazariah

SHOROF
==========
Kelas 1 penunjang shorof
Kelas 2 qowaidul ilal
Kelas 3 maqsud

HADITS
==========
Kelas 1 hadits miah
Kelas 2 arbain nawawi
Kelas 3 fathul qorib mujib
Kelas 4 & 5 misykah
Kelas 6 hayatus shbah

USUL FIQIH
==========
Kelas 4 mabadi awaliah
Kelas 5 sulam
Kelas 6 waroqot

FAROIDH
==========
Kelas 4 & 5 kitab mawaris karya syeikh shobuni

MUSTHOLAH
==========
Kelas 4 qowaidul asasiyah
Kelas 5 & 6 manhal latif

Lanjut…
==========
Daurah 1 ( tahun ke 7 mondok ) , memperdalam hadits shahih Muslim, Tirmidzi, Nasai

Daurah 2 ( tahun ke 8 mondok ),memperdalam shahih Bukhari, Abu Dawud Ibnu Majah

Takhosus 1 ( tahun ke 9 )
Takhosus 2 ( tahun ke 10 )

Khuruj 1 tahun untuk santri putra…


Pondok Temboro Dan Jamaah Tabligh“, begitu judul asli tulisan ini. Penulisnya bukan pemuda sembarangan. Beliau adalah Gus Yusuf Al-Baqir (26 th), hafidz Qur’an sejak usia 9 tahun, hafal kitab shahih Bukhari serta ribuan hadits lain. Beliau adalah putra KH Uzairon TA (pengasuh Ponpes Al Fatah yg wafat pada 2014).

Yuk kita baca tulisan beliau berikut ini dengan bacaan Bismillaahirrahmaanirrahiim:

pesantren al fatah temboro


Perjuangan demi perjuangan di lalui, cobaan demi cobaan di lewati tanpa henti. Namanya hidup didunia dilanda suatu ujian itu hal biasa. Sebaik apapun syiar islam atau sebuah pondok pesantren jika yang menilai orang yang memiliki rasa dengki dan iri hati, maka seribu satu macam jalan yang dibuat untuk menyebarkan fitnah, menggiring opini agar ummat tidak lagi berimpati kepada syiar islam atau pondok pesantren tersebut. Andai saja pendiri atau pengasuhnya bukan seorang kekasih Allah, mungkin sudah lama pondok pesantrennya ditutup, sebab mereka yang hatinya di penuhi rasa benci.

Tapi tidak semudah itu, sebab pesantren kami tidak dibangun berasaskan materi, dengan hasil meminta profosal dan donasi sana-sini, meminta sumbangan dari orang yang mengiming-ngimingkan janji. Apa lagi mereka yang hanya sekedar lewat mencari dukungan demi menjadi petinggi negri, kemudian hilang seakan ditelan bumi. Tidak juga dengan meminta bayaran pendaftaran dan bulanan (SPP) yang besar kepada setiap santri, dengan menjual nama Pesantren lebel Sunnah.

Akan tetapi pesantren kami berasaskan rasa cinta yang berlandaskan amal agama. Doa-doa beliau, wali-wali Allah yang ada didalamnya, serta santri-santri yang datang dari berbagai penjuru nusanntara, bahkan dari belahan dunia. Doa dan wujud kerja sama yang baik dengan ahli kampungnya, dan para wali santri yang notabenenya adalah jamaah tabligh, yang telah berjuang untuk menjadikan anak-anaknya orang yang sholeh-sholehah, alim-alimah, hafidzoh-hafidzoh, agar kelak senantiasa mengamalkan agama.

Doa para da’i Allah di seluruh penjuru tanah air indonesia dan dunia, yang mana doa-doa tersebut dipanjatkan penuh keikhlasan, sertai rasa cinta dan air mata. Sehingga dengan kekuatan ini pesantren kami wujud, berdiri kokoh, dan tidak mudah tergoyahkan fitnah ulah media yang sengaja ingin merusak citra pondok dan kampung kami tercinta. Sebab ini pula yang menjadikan kampung kami barokah, menjadi asbab hidayah bagi siapa saja mengunjunginya.

Mereka yang membenci, mencaci dan mencela, terkadang hanya korban isu berita media yang tidak bertanggung jawab dan manipulasi. Dan kemungkinan besar juga mereka belum pernah menginjakkan kakinya dipesantren kami, dan belum pernah berkunjung ke kampung temboro tempat pesantren kami berada.

Atau bisa jadi, mereka hanyalah orang-orang yang memiliki kepentingan dunia, berpura-pura baik demi memcari popularitas, tapi dibenak mereka tidak ingin melihat agama ini tegak dan di amalkan dengan sempurna dalam satu kampung dan oleh setiap individu ummat. Mereka datang untuk melihat, mencari titik kelemahan dan kesalahan, bukan untuk memetik sebuah hikmah.

Atau mereka adalah orang-orang yang berfaham sekuler, menginginkan kebebasan hidup, tanpa di atur-atur agama. Mereka pengadu domba, dengan membenturkan agama dengan aturan suatu negara. Mencari sasaran sebab utama dalam penyebaran agama, maka ditemukanlah jamaah tabligh yang berpusat didesa Temboro, sebelumnya ditemukan dimasjid kebun jeruk JKT, Seri Petaling Malaysia, dan juga NIDZOMUDDIN india sebagai markas dunia.

Dan mereka ada juga dari segelintir manusia, yang hanya fanatik buta pada satu kelompok, yang mana mulut mereka mudah mengkafirkan, membid’ahkan siapa saja yang tidak sependapat atau berseberangan dengan mereka. Dan itu merupakan inti dari da’wah yang didoktrin oleh guru mereka dalam kajiannya. Bahkan dalam sakte mereka sendiri, sering terjadi kontradiksi satu sama lain. Mulai dari ustadznya sampai kepada murid-muridnya.

Orang-orang yang punya kerakter seperti keterangan di atas, lalu apa tanggapan dari pihak pondok pesantren kami dan Jamaah Tabligh? Tidak lain, hanya mendoakan hidayah, bersyukur.. karena dengan cobaan-cobaan hidup itu dapat menggugurkankan dosa. dan berterima kasih kepada mereka, karena tidak perlu susah payah, pihak pesantren kami dan jamaah tabligh dapat hadiah istimewa dari mereka berupa kado pahala yang akan terus mengalir.

Jika orang yang dihatinya sudah tersimpan secercah titik hidayah, maka ketika berkunjung kedesa temboro, dia akan terharu, dan akan mudah menerima kebaikan-kebaikan. Bagaimana tidak, sebelum masuk desa temboro sudah terpampang tulisan “KAWASAN WAJIB BERBUSANA MUSLIM”. Iya! disana semua wanitanya yang menutup aurot dengan sempurna, laki-lakinya serempak belajar mengamalkan sunnah, mulai dari berpakaian, berjenggot dan sunnah-sunnah lainnya. Jika tiba waktu sholat serempak untuk berjamaah di masjid-masjidnya, tanpa terkecuali dari kalangan apapun juga.

Disini juga kita bisa menemukan tukang ojek yang lebih mementingkan sholat berjamaah, ketimbang mengejar orderan penumpangnya. Maka ketika melihat kenyataan ini, hati mereka yang kunjungpun terketuk untuk turut mendoakan, bukan seperti mereka ikutan-ikutan membenci, mencaci dan mencela.!

Jika saudara datang kepesantren kami, di sana sudah ada pelayan ruang tamu yang siap melayani 24 jam, dan menyediakan ruang tamu dengan pelayanan komplit, mulai dari kamar tidur, kamar mandi, dan makan gratis. Bagitu pula jika saudara datang ke Markas Tablighnya, disana sudah ada istiqbal yang siap menyambut 24 jam, dan menyediakan ruang tidur, kamar mandi dan makan gratis. Sesekali datang berkunjunglah kesana, agar saudara tidak cepat tertipu dan terhasut berita media.

Kita sering mendengar berita mereka yang terekspos di media, mereka yang membanggakan tanah air indonesia. Mereka yang membawa berbagai prestasi dari luar dan dalam negri, menjuarai berbagai event agamis. Yang jika mendengarnya sangat membanggakan hati, dan itu merupakan sauatu kebanggaan juga buat kami.

Tapi tahukah saudara bahwasanya, dipondok pesantren kami setiap tahunnya mengeluarkan puluhan santri yang yang telah wisuda belajar dan menghafal ribuan hadist, bahkan pernah menjadi pemecah rekor dunia tak terkalahkan sampai hari ini, dengan menghafal 10.000 hadist. Mengeluarkan puluhan santri yang menghafal kitab Mukhtasor Bukhori, menghafal kitab Minhaj Ath-Tholibin. Mengeluarkan ratusan santri Khatam Qubro Al-qur’an, ratusan santri Khatam Sugro Al-qur’an, dan Khatam Hafalan kitab lainnya.

Tidak cukup sampai disitu, setelah berbulan-bulan belajar, mereka akan ada latihan menyampaikan ilmunya, melalui kerja Dakwah Watabligh, dikirim keseluruh penjuru tanah air indonesia, sampai keluar negri. Sehingga kalau ada yang nyinyir orang dakwah meniggalkan kelurga, terbantahkan sebab mereka masih anak-anak muda.

Maka ketika saudara membenci, menghina dam mencela pesantren kami atau jamaah tabligh, sacara tidak langsung saudara telah membenci, menghina dan mencela mereka mulai dari para Ulamanya, santri-santrinya yang telah belajar dan menghafal hadist-hadist Nabi dan mereka yang hafidz-hafidz Al-Qur’an. Yang mana mereka anak-anak yang latar belakang orang tuanya adalah Jamaah Tabligh.

Andai semua prestasi ini diekspos dimedia, tentu lebih membanggakan, bukan hanya indonesia, bahkan mungkin dunia. Semangat mereka dalam mendalami ilmu agama, oleh guru kami “Syeikhuna Ubaidillah Al-Ahror Rohimahullahu Taala Anhu” tidak diabaikan begitu saja, mereka di beri hadiah yang begitu istimewa, yaitu berupa uang tunai dan umroh ke baitullah.

Mungkin kita sedikit bertanya : Lalu dari mana dananya semua itu?. Jawabnya : Dari uang pribadi beliau, bukan minta donasi atau dapat sumbangan dari luar negri.!

Satu lagi, orang sibuk bicara kontradiksi bid’ahnya tarawih 20 rokaat, tapi tetap saja dikerjakan diMekkah dan Madinah hingga hari ini, dan Alhamdulillah pondok pesantren kami dan desa temboro tarawihnya 20 rakaat, dengan membaca berjuz-juz Al-Qur’an, mulai dari ada yang 1 juz, 2, 3 hingga sampai 30 juz Al-Qur’an dalam satu malam. Ketika seluruh dunia mengggap mustahil untuk dibuat, pondok pesantren kami dan desa temboro yang mengawali.

Siapapun insya Allah akan bangga dengan prestasi ini, kecuali mereka yang dihati dan akalnya sudah terbentuk sifat membenci, mencaci, mencela yang kemungkinan besar itu juga dianggap sebagai sebuah prestasi buat mereka. Maaf, berita ini tidak bisa did
apatkan melalui media, jika saudara ingin mendengarkannya langsung, silahkan berkunjung kesana, kepondok dan desa kami.

Pondok pesantren kami tidak membatasi berapa dan siapapun yang berkunjung, baik dari kalangan Jamaah Tabligh, Nahdlatu Ulama, Muhammadiyah, Salafi, dan lain sebagainya. Di sana akan ditegur sapa dengan ramah. Berbeda itu hal biasa, yang penting tidak saling membenci, mencaci, dan mencela yang akan menimbulkan sebuah permusuhan.

Benar jika ada yang mengatakan pesantren kami adalah basis Jamaah Tabligh, karena Jamaah Tabligh bukanlah suatu kelompok organisasai yang membeda-bedakan kefahaman. Hanya sebuah nama sebutan yang membentuk satu fikir, satu kerja, yaitu mengajak ummat untuk taat kepada Allah dan kembali kepada sunnah baginda Rosulullahu Shollallahu Alaihi Wasallam. Mengajak ummat untuk ramai-ramai menghidupkan amal agama, dirumah, dimasjid dan dalam kehidupan sehari-hari.

Saudaraku, Jagalah jari dan lisanmu dari menulis dan membicarakan sesuatu yang kamu tidak ketahui kebenarannya, karena itu semua kelak akan kamu pertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhanahu Wataala.

Salam kami untuk semua, semoga setelah covid19 berlalu, kita bisa beraktifitas kembali sebagaimana biasanya. Kerja, ibadah dan saling selaturrohim satu sama lain. Santri-santri kembali dengan sehat dan memulai aktifitas belajar sebagaimana mestinya. amin….

” Anggaplah cobaan hidup itu seperti air, ia mungkin membuatmu basah, menggigil, dan tak nyaman. tapi yang jelas ia akan membuatmu bersih dari kotoran-kotoran (Dosa)”

Muballigh Islam,
8 Mei 2020 /15 Romadhon 1441 H

======oleh Gus Yusuf Al-Baqir Rohimahullahu Taala Anhu._ atau biasa dipanggil Gus Yusuf, putra K.H. Uzairon Thoifur Abdillah pendiri Pesantren Al-Fatah Temboro. Saya sangat kagum dengan kedalaman ilmu beliau, selain beliau sudah hafal al-Qur’an pada umur Sembilan tahun, juga hafal ribuan Hadis Rasulallah saw.

berapa jumlah malaikat keseluruhanBismillah, innal hamda lillah…

Sebelum membahas berapa jumlah malaikat, kita akan muroja’ah dan menyegarkan ingat kita. Bahwa, iman (percaya) terhadap adanya malaikat adalah bagian dari rukun Iman. Yakni menduduki posisi kedua setelah iman kepada Allah.

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ, لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ, حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, فأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ, وَ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِسْلاَمِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ : صَدَقْتَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا, قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا, وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ, ثم اَنْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ, أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِل؟ قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
 
Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata : Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata : “Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya. Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.” Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?” Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.” Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!” Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.” Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [HR Muslim, no.8]
 
 

Lalu, Ada Berapa Ribu Milyar Jumlah Malaikat?

 
Jumlah total malaikat tidak terhitung oleh manusia. Hanya Allah saja yang tahu.
Malaikat adalah tentara Allah (junudullah). Tidak ada yang tahu berapa jumlah tentara Allah selain Dia sendiri Yang Maha Tahu.
Sebagaimana telah ditegaskan dalam QS. Al-Muddatsir: 31.
 
 
وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكْرَى لِلْبَشَرِ
 
“Tidak ada yang tahu berapa jumlah pasukan Tuhanmu kecuali Dia. Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS. Al-Muddatsir: 31).
 
Yang pasti berapa tepatnya populasi malaikat itu bukan urusan kita. Ilmu kita sangat terbatas sehingga kita hanya bisa mengatakan jumlah Malaikat itu sungguh sangat banyak.
 
Beberapa Bukti Bahwa Malaikat itu Sangat Banyak Jumlahnya:
 
 
1. Hadits Pemegang Tali Jahannam
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallan bersabda:
 
يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَها سَبْعُوْنَ أَلْفِ زَمامٍ، مَعَ كُلِّ زَمامٍ سَبْعُوْنَ أَلْفِ مَلَكٍ يَجُرُّوْنَها
 
“Jahannam akan didatangkan pada hari itu dan jahannam itu memiliki 70.OOO tali kekang, yang setiap tali kekangnya ditarik oleh 70.000 malaikat”. [HR. Muslim no.2842]
 
 
2. Hadits tentang langit merintih
 
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ، وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ أَطَّتِ السَّمَاءُ، وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا
 
“Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat, aku mendengar sesuatu yang tidak kalian dengar. Langit merintih… dan layak baginya untuk merintih. Tidak ada satu ruang selebar 4 jari, kecuali di sana ada malaikat yang sedang meletakkan dahinya, bersujud kepada Allah. Demi Allah, andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan sering menangis…” (HR. Ahmad 21516, Ibnu Majah no.3397, Turmudzi 2312, Baihaqi no.12.967).
 
 
3. Hadist Tentang Baitul Ma’mur
 
Ketika Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dimi’rajkan, maka diantaranya beliau oleh Malaikat Jibril -‘alaihis shalaatu wa sallam- ditunjukkan suatu tempat ibadah yang namanya Baitul ma’mur:
 
فَرُفِعَ لِي البَيْتُ المَعْمُورُ، فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: هَذَا البَيْتُ المَعْمُورُ يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ
 
Kemudian ditunjukkan kepadaku baitul ma’mur. Akupun bertanya kepada Jibril, beliau menjawab, “Ini Baitul ma’mur, setiap hari ada 70.000 malaikat yang shalat di dalamnya. Setelah mereka keluar, mereka tidak akan kembali lagi, dan itu menjadi kesempatan terakhir baginya”. [HR. Bukhari no.3207, Muslim no.164, Ahmad no.17.380, Nasa’i no.448, Ibnu Khuzaimah no.301]
 
 
Subhanallah… Allahu Akbar!

Siapa umat Islam di negeri ini yang tak mengenal Ust Yusuf Manshur? Saya yakin, semua sudah pada tahu, minimal pernah melihat Pendiri Daarul Qur’an Internasional School ini di TV. Ajaran paling melekat pada diri ustadz yang satu ini adalah pelajaran SEDEKAH. Kisah di bawah ini semoga makin mendekatkan diri kita kepada-Nya. Amin….

Kisah Ustadz Yusuf Mansur Pergi Haji

Ustadz Yusuf Mansur, mengaku pernah lupa bahwa manusia tak boleh memastikan sesuatu yang belum terjadi. Yusuf berkisah, pada 1990 lalu, ia yakin dan telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunaikan ibadah haji.

Namun, menjelang hari pemberangkatan ia memliliki masalah sehingga batal ke Tanah Haram. Begitu pula pada tahun 2003. Saat itu, Yusuf kembali memiliki segala persiapan untuk berangkat ke Arab Saudi. Namun karena terganjal masalah keluarga, lagi-lagi ia batal untuk menunaikan ibadah haji.

”Astaghfirullah. Saya pernah lupa sudah merasa yakin dan memastikan hal yang belum terjadi. La haula wala quwwata illa billah,” ujarnya.

Tahun 2005, media massa kerap menggunakan gelar haji yang melekat pada dirinya. ”Padahal waktu itu saya belum berhaji. Alhamdulillah, itu saya anggap sebuah doa,” ujarnya. Ia pun sengaja tidak mengklarifikasi masalah itu karena gelar haji memotivasinya untuk terus memohon agar Allah mengijzinkannya berhaji.

Baca juga: 5 Hikmah Dan Keutamaan Terdahsyat Surat Al-Fatihah Yang Belum Anda Ketahui

Setahun kemudian, sebuah travel terkemuka menawarkan dirinya untuk menunaikan ibadah haji secara gratis. Ia pun diamanahkan untuk menjadi pimpinan rombongan. Ia sempat menolak lantaran belum pernah menunaikan haji. Namun pihak travel terus mendesak ustadz yang pernah keranjingan balap motor ini.

Akhirnya, ia pun setuju dan iklan pun dipajang untuk mengajak masyarakat berangkat haji bersamanya. Pendaftaran para calon jamaah haji pun mengalir. Antusias masyarakat yang ingin pergi bersamanya begitu tinggi.

Tapi Allah masih berkehendak lain. Menjelang pemberangkatan, pihak travel membatalkan dengan alasan jika belum berhaji tidak diizinkan memimpin rombongan. Akhirnya, pihak travel menawarkan dirinya menjadi jamaah lebih dulu, dan tahun berikutnya menjadi pemimpin rombongan.

Tapi tawaran tersebut tak lagi gratis namun mendapat diskon hampir setengah harga. Pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1976 ini mengaku sempat menangis. Bukan karena biaya gratis yang dibatalkan. Ia khawatir merasa membohongi masyarakat dan membuat kecewa banyak calon jamaah.

Namun, ia lebih sedih lantaran Allah tak jua memanggilnya untuk ke Tanah Suci. Ayah empat putra tersebut hampir saja khilaf dan memarahi pimpinan travel. Tapi ia terus bersabar dan bertawakal. Penggarap juga pemain film Kun Fa Yakun ini sempat pesimis dirinya takkan pernah berhaji. Yusuf sempat trauma membicarakan masalah haji, tapi kemudian bangkit lagi. Ia kemudian menyerahkan keinginan mulianya kepada Sang Khalik.

Baca juga:

Begini Akibatnya Jika Wanita Rajin Beribadah Namun Tidak Menutup Aurat (KISAH)

Di tengah kondisi yang kurang mengenakkan, tiba-tiba seorang sahabatnya dari luar kota datang dan hendak meminjam uang sebesar Rp 40 juta. Uang tersebut akan digunakan sahabatnya memberangkatkan saudaranya ke Tanah Suci. Karibnya itu memberi jaminan sebuah mobil tua yang kalau dijual harga tertingginya sekitar Rp 30 juta.

”Subhanallah walhamdulillah, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi,” ujarnya. Dengan kesabaran dan keikhlasan, ia pun memberikan uang tersebut kepada kawannya. Sedangkan mobil tua itu ia biarkan saja.

Yusuf sempat bertanya pada Allah tentang hikmah apa yang ada di balik semua ujian kegagalannya berhaji. Setelah pendaftaran haji 2006 ditutup, ia pun pasrah. Tapi di luar dugaan, ia bertemu dengan seorang Habib keturunan Arab yang mengajaknya makan siang.

Di akhir pertemuannya, sang Habib menanyakan kapan berangkat haji. ”Saya cuma katakan, tidak jadi berangkat. Tidak punya uang,” ujar Yusuf.

Baca juga: [Kisah Nyata] Yusuf dan Zulaikha, Jodoh Yang Tidak Pernah Tertukar

Allah kemudian menunjukkan Kuasa-Nya. Di saat pendaftaran haji sudah tutup, ia bersama istrinya justru berangkat ke Tanah Haram. Yusuf pun semakin sadar apa yang ada dalam persepsi manusia tidak sepenuhnya benar. Ia pun semakin merasakan kehebatan sedekah yang luar biasa. ”Allah memiliki skenario terbaik,” tuturnya.

Hikmah Dan Keutamaan Terdahsyat Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah sudah sering sekali dibacakan atau dihafalkan setiap harinya. Ya, surat ini termuat dalam bacaan sholat lima waktu, sehingga tidak akan terlepas dari keseharian Anda. Tahukah Anda hikmah dan keutamaan dari surat ini? Sayang sekali jika setiap hari melafalkan surat ini tapi tidak tahu apa hikmah serta keutamaannya.

Surat yang begitu dihafal oleh umat muslim ini, tentu memiliki hikmah dan keutamaan yang sangat luar biasa. Sebagai seorang muslim, tentunya perlu mengetahui hikmah dan keutamaan dari surat yang istimewa tersebut. Untuk itu berikut akan disajikan informasi mengenai hikmah dan keutamaan surat Al-Fatihah bagi muslim yang akan memperkaya wawasan Anda tentang agama islam.

1.      Allah menjanjikan pahala bagi setiap muslim yang membaca surat Al-Fatihah

Jika Anda membaca apalagi mengamalkan surat Al-Fatihah, insyaallah akan mendapatkanhikmah dan keutamaan surat Al-Fatihah bagi muslim berupa pahala yang begitu luar biasa. Berikut adalah pahala-pahala yang akan Anda dapatkan.

©     Anda akan memperoleh pahala layaknya membaca sepertiga dari Al-Qur’an.

©     Membaca surat Al-Fatihah seakan-akan Anda telah memberikan sedekah berupa emas di jalan Allah S.W.T.

©     Umat muslim yang membaca surat Al-Fatihah seakan-akan telah membaca kitab injil, kitab taurat, kitab zabur, kitab Al-Qur’an, Suhuf Ibrahim As, dan Suhuf Idris As sebanyak tujuh kali.

2.      Sebagai penutup pintu neraka

Setiap satu ayat dari surat Al-fatihah yang And baca, akan menutup satu pintu yang ada di neraka. Jadi, jika Anda membaca Anda membaca surat Al-Fatihah secara terus menerus maka tertutuplah pintu neraka bagi Anda. Tentu semua itu atas seizin Allah yang berkuasa atas segala-galanya.Sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berserah diri kepada-Nya.

 

3.      Mempermudah dalam memperoleh ilmu pengetahuan

Barang siapa yang membaca surat Al-Fatihah setiap harinya sebanyak 70 kali dalam keadaan masih suci atau dalam keaadan berwudlu yang kemudian ditiupkan ke dalam gelas yang berisi air dan diminumnya selama tujuh hai berturut-turut, niscaya Allah akan memberikan Anda kemudahan dalam memperoleh ilmu pengetahuan.

Selain daripada itu, insyaallah Anda akanakan diberikan hikmah dan keutamaan surat Al-Fatihah bagi muslim yang lainnya seperti kemudahan dalam mengontrol hati dan juga pikiran dari hal-hal yang merusak diri Anda. Mengontrol hati dan pikiran merupakan hal yang penting agar Anda tidak mudah stres dan tetap enjoy menikmati hari-hari yang akan dilalui.

4.      Menghindarkan dari godaan setan yang terkutuk

Mendapat ketentraman dan terhindar dari godaan setan yang terkutuk adalah hikmah dan keutamaan surat Al-Fatihah bagi muslim yang selanjutanya. Syaratnya Anda harus melafalkan surat Al-Fatihah saat menjelang tidur dengan ditambah surat-surat lainnya seperti surat An-Nas dan surat Al-Falaq.

5.      Hajat baik yang Anda inginkan akan segera terkabul

Keistimewaan dari surat Al-Fatihah memang tidak ada habisnya. Hajat yang ingin Anda capai insyaAllah akan terwujud dengan mengamalkan surat Al-Fatihah dengan ketentuan membacanya sebanyak 41 kali setiap harinya.

Waktu yang sangat disarankan yaitu berada diantara sholat sunnah dan sholat wajib subuh. Lakukan amalan ini selama 40 hari dan atas seizin Allah S.W.T, do’a Anda akan segera terkabul.

6.      Diberikan kemudahan dalam segala urusan

Dengan membaca surat Al-Fatihah sebanyak 20 kali setelah melaksanakan sholat fardu, maka akan diberikan kemudahan berupa rezekinya diperlancar, mendapat perlindungan Allah S.W.T, diberikan pangkat yang baik di masyarakat dan masih banyak lagi kemudahan yang akan Anda dapatkan.

Tentu masih banyak lagi hikmah dan keutamaan surat Al-Fatihah bagi muslim. Dengan menyimak informasi tersebut, semoga Anda lebih banyak lagi dalam mengamalkan surat Al-Fatihah agar senantiasa diberi petunjuk dan kemudahan oleh Allah S.W.T.

Kisah Refleksi Sebuah Doa

Do’a adalah sebuah permintaan yang dipanjatkan kepada Allah S.W.T. Dalam mengucapkan do’a tentunya ada adab yang harus dijalankan, agar do’a tersebut cepat terkabul. Salah satunya adalah do’a yang baik-baik entah itu untuk sendiri ataupun untuk orang lain.

Mendo’akan yang jelek-jelek kepada orang lain, maka hukumnya tidak diperbolehkan dan bahkan do’a tersebut akan kembali ke orang yang memanjatkan do’a tersebut. Itulah yang dimaksud dengan refleksi sebuah do’a.

Untuk itu hati-hatilah dengan lisan Anda, jangan sampai terucap do’a yang tidak baik untuk orang lain. Karena sejatinya refleksi sebuah do’a itu benar-benar terjadi di dalam kehidupan. Seseorang yang mendo’akan kebaikan kepada orang lain, maka Allah akan memberikan kebaikan tersebut kepada dirinya sendiri barulah kemudian orang lain tersebut akan mendapatkan kebaikan.

Agar Anda lebih yakin lagi akan adanya refleksi sebuah do’a di dalam kehidupan Anda, berikut adalah kisah-kisah nyata yang berkaitan dengan refleksi dari do’a.

1. Kisah seorang ibu yang melihat seorang anak menderita sakit kulit

Suatu hari ada seorang ibu yang melihat anak kecil sedang merintih kesakitan karena penyakit kulit yang dideritanya. Sang ibu pun merasa prihatin hingga terlintas dibenaknya “Anakku dalam keadaan sehat dan tidak tertimpa penyakit kulit seperti anak itu”

Tak selang berapa lama, anak dari sanga ibu yang awalnya sehat wal afiat menjadi menderita penyakit kulit sebagaimana yang diderita oleh anak yang dilihatnya tempo hari.

Dari kisah yang dialami ibu tersebut, bisa disimpulkan bahwa musibah dapat datang kapan saja dan menimpa siapa saja.untuk itu jangan merasa aman dan merasa percaya diri jika Allah sedang memberikan suatu kebahagiaan, sehingga manusia sering lupa untuk bersyukur kepada Tuhannya.

Baca: 9 Amalan dan Dzikir Penghapus Dosa Dalam Islam

2.      Cerita tentang membuang sampah sembarangan

Suatu ketika seorang bu melihat tetangganya sedang membuang sampah sembarangan dan sempat berpikir negative dengan mengucapkan hal buruk di dalam batinnya “ buang sampah kok tidak pada tempatnya” lalu batinnya berkata lagi “ mungkin saja ia sedang lelah sampai-sampai tidak konsentrasi atau sedang ditimpa banyak masalah.”

Beberapa menit kemudian sang anak yang sedang enak menikmati es krim, tiba-tiba es krimnya berjatuhan dan esnya berceceran kemana-mana, sama persisi seperti sang tetangga saat membuang sampahnya.

Jika dilihat dari kasus tersebut, betapa refleksi sebuah do’a benar-benar terjadi, padahal itu hanya terlintas di dalam hati dan tidak terucap oleh mulut.Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala-galanya.

Baca: 7 Orang Yang Tidak Bisa Masuk Surga. Hati-hati Dengan No. 3

3.      Kisah seorang pengendara motor yang tak memakai kaos kaki

Suatu saat ada seorang pengendara motor perempuan yang melintas di hadapan seorang ibu. Pengendara motor tersebut tidak memakai kaos kaki padahal pakaiannya begitu muslimah dan syar’i.

“Pergi keluar rumah kok nggak pakai kaos kaki!” itulah kata yang terucap oleh ibu di dalam hati. Tak lama berselang, sang anak meminta dan merengek kepada ibunya untuk dibelikan jajan yang kebetulan warungnya terletak jauh dari rumahnya.

Seketika itu sang ibu yang terburu-buru karena anaknya menangis, akhirnya membawa  anaknya dan mengendarai sepeda motor dengan tanpa kaos kaki. Sungguh kejadian yang sangat mirip.

Masih banyak lagi kisah-kisah tentang refleksi dari do’a. Untuk itu, tetaplah berpikir positif, karena sebuah do’a jelek kepada orang lain yang terlintas di benak pun dapat menimpa diri sendiri.

Baca: 6 Poin Luar Biasa Nasehat Dari Imam Al Ghazali Yang Sering Kita Abaikan

Semoga informasi mengenai refleksi sebuah do’a tadi dapat menjadi pembelajaran bagi Anda. Hindarilah pikiran negatif dengan selalu mengingat nama-nama Allah S.W.T dan jagalah lisan Anda agar tak terucap do’a-do’a yang buruk.

Kapolda NTB Gendong Sendiri Korban Kecelakaan Tabrak Lari
Kapolda NTB Gendong Sendiri Korban Kecelakaan Tabrak Lari

Nama Kapolda NTB Brigadir Jenderal Polisi Drs Umar Septono SH, MH tengah menjadi perbincangan hangat di media masa. Ya, apa yang dilakukannya membuat para netizen kagum dan tak segan untuk memujinya. Bagaimana tidak? Orang nomor satu di kepolisian NTB ini tanpa ragu-ragu mengulurkan bantuannya kepada sesama. Sikapnya yang penolong, penyayang namun tegas adalah beberapa hal yang melatarbelakangi eksistensi brigadir jenderal NTB ini sebagai salah satu pemimpin yang dikenal rendah hati dan dermawan kepada siapapun. Bahkan, beberapa stasiun televisi dan media lokal yang meliputnya pun dibuat terkagum dengan kesahajaan beliau sebagai orang penting yang memiliki pangkat tinggi namun tetap rendah hati.

Salah satu hal yang berhasil mencuri hati netizen ialah aksinya yang begitu spontan menggendong anak kecil korban kecelakaan tabrak lari. Dengan baju dinasnya, ia langsung turun dari mobil kemudian menghampiri 3 korban yang tengah tergeletak di pinggir jalan. Salah satu dari ketiga korban tersebut ialah anak kecil laki-laki yang sedang menangis karena ada memar dan goresan luka di tumitnya. Kapolda yang tak pernah mangkir dari shalat berjamaah tepat waktu ini menolong langsung korban kecelakaan sebagaimana dikatakan oleh ajudannya Briptu Ramdan yang dikutip dari forums.merdeka.com sepulang dari tugas dinasnya di Lombok.

Baca: Kapolda NTB: Shalat Jamaah 5 Waktu Di Masjid Itu Harga Mati!

Saat itu, beliau baru saja selesai melaksanakan tugas dinasnya di lombok tengah. Brigjen umar Septono berpatroli untuk memantau kinerja para anggotanya yang sedang menjalankan tugas pengamanan tahun baru 2016. Tepatnya pada hari jum’at tanggal 1 Januari 2017. Tanpa disengaja, saat beliau sedang mengamati kondisi sekitar terdengar riuh dan keramaian dipinggir jalan. Melihat kejadian itu, beliaupun langsung tergerak hatinya. Ternyata pada hari itu ada sebuah kecelakaan lalu lintas di Jalan Lingkar Selatan Mataram dengan 3 orang korban tergeletak bersimbah darah. Parahnya lagi, kecelakaan ini merupakan kecelakaan tabrak lari. Sehingga tidak ada seorangpun yang bertanggung jawab menanggung biaya pengobatan para korban ini.

Ketika Kapolda Umar Septono melihat kejadian kecelakaan tersebut, beliau langsung memerintah supirnya untuk memutar balik menujulokasi kejadian berada pada sisi jalur yang lain dari arahnya di Jalan Lingkar selatan yang memang satu jalur. Ajudannya tanpa aba-aba segera menuruti perintah sang Kapolda.

“Sebenarnya sudah lewat, namun bapak memerintahkan untuk berbalik arah ke lokasi kejadian kecelakaan itu” kata Ramdan. Hal inilah yang mengundang banyak animo masyarakat. Seorang Kapolda yang penyayang terhadap sesamanya. Tanpa peduli masalah strata dan kondisi lain yang melatarbelakanginya. Sebenarnya, ia bisa saja menyuruh bawahannya untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Mengurus semua keperluan yang dibutuhkan oleh korban. Tapi lain halnya dengan Umar Septono, ia tak ragu untuk turun tangan mengatasi problema yang ditemuinya di lapangan.

Dia menjelaskan, tanpa basa basi Kapolda langsung turun dari mobil dan berlari menghampiri para korban. Melihat salah satu korbannya anak kecil, beliau langsung menggendongnya. Ya, Brigjen Umar Septono adalah seorang ayah. Hati nuraninya ikut terpanggil ketika melihat seorang anak kecil tergeletak pulas sembari menangis menahan sakitnya goresan luka karena tergores aspal. Sungguh, ia sekali lagi telah membuktikan bahwa menjadi pelayan masyarakat bukan sekedar tugas yang harus ia penuhi. Melainkan kewajiban yang dengan senang hati ia jalankan. Tampa pamrih dan balasan.

Kapolda NTB Angkat Sendiri Korban Kecelakaan

Seusai menghampiri dan menggendong anak kecil tersebut, Brigjen Umar Septono berjalan cepat menghampiri mobil dan menyuruh ajudannya untuk membawa ketiga korban tersebut ke rumah sakit Bhayangkara. Menurutnya, pertolongan ini sangat darurat mengingat ketigakorban kecelakaan tabrak lari itu sudah lumayan lama menunggu bantuan.

“Bapak bilang naikan ke mobil dinasnya, tapi saya menyarankan untuk pakai mobil lain yang lebih besar karena korbannya berjumlah tiga orang agar sekalian dapat di angkut semuanya” terangnya. Kebetulan saat itu ia bersama ajudannya memakai mobil dinas berjenis sedan, jadi tidak memungkinkan apabila ketiga korban dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara secara bersamaan.

Melihat hal ini, ajudan Brigjen Umar pun tak tinggal diam, ia mencarikan bantuan dengan menyetop pengendara mobil yang kebetulan melintasi tempat kejadian perkara. “Saya berhentikan mobil APV yang kebetulan lewat dan beliau sendiri yang minta tolong kepada pengemudi mobil tersebut untuk mengantar korban ke Rumah Sakit Bhayangkara” ujarnya saat diwawancarai oleh wartawan. Dari pernyataan Ramdan tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa sosok Umar Septono adalah seorang pemimpin yang luar biasa. Tanpa segan, bahkan ia sendiri yang meminta tolong kepada pengemudi agar berbaik hati mengantarkan warganya menuju rumah sakit terdekat. Pemandangan tidak biasa ini tentu menuai simpati dari pengemudi mobil APV tersebut.

Sesudah ketiga korban diangkat ke mobil APV, Umar Septono meminta ajudannya untuk segera menelpon pihak rumah sakit. Hal ini dimaksudkan agar pihak rumah sakit segera mempersiapkan perlengkapan untuk ketiga korban kecelakaan yang sedang dalam perjalanan. Sehingga ketiga korban pun akan mendapatkan pelayanan medis setibanya di rumah sakit. “Waktu itu kita sedang mengejar Sholat Ashar juga, Alhamdulillah setelah beres dan anggota lalu lintas datang, kita bergegas ke Masjid terdekat dan masih bisa menunaikan Sholat berjamaah disana” imbuhnya.

Baca: Kapolda NTB: Laki-laki Yang Shalat di Rumah Namanya Muslim Sholihah Alias Bencong

Kapolda dermawan yang dikenal tak pernah absen dari solat berjamaah lima waktu di masjid ini terlihat begitu piawai menyelesaikan dua kewajiban yang diembannya sekaligus. Dalam berbagi kesempatan, ia kerap kali memotivasi jajarannya untuk tidak meninggalkan kewajiban terhadap sang pencipta. Ya, semangat yang ia tularkan kepada anggota polisi lainnya untuk lebih dulu membangun komunikasi yang baik dengan sang pencipta. Habluminallah istilahnya. Itulah mengapa, ia getol menyerukan sholat lima waktu di lingkungan tempat ia bertugas. Tak peduli seberapa sibuk agenda yang harus dijalani, sepenting apapun materi yang disampaikan dalam rapat atau pertemuan dengan lembaga-lembaga penting dalam negeri. “Khalifah” kapolda NTB ini rela meninggalkannya demi memenuhi panggilan tertinggi yang tiada bandinganya. “Karena panggilan paling tinggi hanya satu, Allahuakbar, Allahuakbar. Panggilan mana lagi yang lebih tinggi,” ucap Kapolda.

Baca: Demi Kejar Sholat Jamaah Awal Waktu, Kapolda NTB Pilih Tinggalkan Acara Festival Senggigi

Tidak sampai disitu, selepas melaksanakan sholat ashar berjamaah. Kapolda Umar Septono meminta ajudannya untuk mengantarkan ke rumah sakit. Ia ingin meminta konfirmasi perihal ketiga korban yang ditolongnya. karena merupakan korban tabrak lagi, tidak ada penanggung biaya ketiga korban tersebut. Disinilah kedermawanan seorang petinggi kepolisian ini kembali membuka mata publik. Ya, beliaulah yang menanggung seluruh biaya pengobatan tanpa ada jaminan apalagi pamrih dari ketiga korban tersebut. “Saya dengar sekilas saat berbincang dengan kepala Rumah Sakit, bapak yang menanggung semua biaya pengobatan para korban tabrak lari yang ditolongnya tersebut” imbuhnya.

Itulah sekilas cerita mengenai Kapolda Umar Septono, pemimpin yang tak pernah gengsi turun tangan menanggapi permasalahan yang ada. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa pemimpin seperti inilah yang diidam-idamkan oleh masyarakat. Dekat dan penyayang dalam memberikan pelayanan.

Kapolda NTB Umar Septono

Kapolda NTB Brigadir Jederal Polisi Drs Umar Septono SH, MH dengan gagah berani menegaskan bahwa beliau rela mengorbankan pangkat, jabatan bahkan nyawa sekalipun demi menegakkan shalat berjamaah di masjid. Di setiap kesempatan, orang nomer wahid di jajaran Polda Nusa Tenggara Barat ini selalu menekankan pentingnya menjaga jamaah di masjid dalam setiap shalat 5 (lima) waktu. “Shalat Tepat Waktu di Masjid Itu Harga Mati”, tegasnya.

Baca: Demi Kejar Sholat Jamaah Awal Waktu, Kapolda NTB Pilih Tinggalkan Acara Festival Senggigi

Dalam sebuah tausiyah di masjid yang dihadiri para anggota, #Kapolda NTB Umar Septono kembali menyemangati para polisi untuk senantiasa rajin-rajin berjamaah ke masjid ketika menjalankan shalat. Beliau mengatakan, laki-laki yang sholat di rumah itu namanya muslim sholihah. Selengkapnya simak tausiyah beliau di video berikut:

Baca: Kapolda NTB Gendong Sendiri Korban Kecelakaan Tabrak Lari

Di samping dikenal sebagai jenderal bintang satu yang rajin shalat berjamaah, Umar Septono juga dikenal karena kebersahajaannya. Ini yang membuat banyak orang menaruh hormat dan kagum. Beliau pernah memikul beras di pundaknya sendiri untuk di antarkan ke warga kurang mampu. Pak Kapolda juga pernah terekam kamera menolong langsung dan membopong korban kecelakaan ke dalam mobil.

Orang yang tidak masuk surga

Menjadi sebaik-baiknya hamba sudah sepantasnya menjadi tujuan utama bagi seluruh umat Muslim. Meskipun sayangnya masih ada beberapa muslim yang entah dengan sengaja atau tidak masih saja berbuat maksiat dan kerusakan. Lewat firman-firman-Nya di dalam Al Qur’an, Allah telah menegaskan bahwa Ia membenci umat-Nya yang melakukan maksiat dan tidak  segan-segan memberikan azab yang pedih.

Azab yang dijanjikan tersebut tidak lain dan tidak bukan ialah Neraka, tempat penyiksaan paling kejam dan paling pedih yang sudah disediakan khusus bagi para umat yang membangkang dihari kiamat kelak. Berbeda dengan umat yang membangkang dan terus menerus melakukan maksiat, Allah juga telah menyediakan tempat penuh kebaikan dan rahmat yang disebut Surga. Tempat inilah yang menjadi impian dan tujuan setiap umat manusia.

Artikel terkait: 7 Golongan Manusia Yang Akan Masuk Surga. Apakah Anda Termasuk Ahli Surga?

Namun, tidak semua golongan manusia berhak masuk ke dalam Surga. Allah juga sudah dengan gamblang menjelaskan golongan-golongan manusia apa saja yang diharamkan masuk ke dalam Surga. Adapun golongan-golongan yang merugi tersebut ialah sebagai berikut.

1.      Anak Durhaka

Tidak akan bahagia anak yang tidak menghargai dan tidak patuh pada orang tuanya karena restu Allah hanya akan didapatkan dari restu kedua orang tuanya. Bukankah orang tuamu ialah senyata-nyatanya malaikat yang Allah ciptakan tepat di depanmu dan kapan bisa anda sentuh dan bisa anda lihat? Orang tua anda ialah orang pertama yang mengajari anda, membela anda, dan melindungi anda dari apa saja yang bisa membuat anda dalam bahaya, itu sebabnya anda harus menyayangi dan menghormati mereka dengan sebaik-baiknya.

Seperti dalam surat Al Isra’ di mana Allah berfirman yang artinya: maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah keduanya perkataan yang baik. Dalam firman tersebut, sudah sangat jelas bahwa mengucapkan ‘ah’ saja sudah menjadi dosa besar, terlebih membentaknya. Maka, sayangilah orang tua anda dengan sebaik-baiknya, atau nanti anda akan menjadi hamba yang paling merugi.

2.      Pecandu Minuman Keras

Golongan kedua yang juga diharamkan oleh Allah untuk masuk ke dalam Surga-Nya ialah mereka yang sudah menjadi pecandu minuman dan obat-obatan lainnya yang bisa menghilangkan kesadaran. Dengan menggunakan minuman dan obat-obatan seperti ini, itu berarti seseorang sudah menjadi kufur dengan nikmat akal yang telah diberikan, padahal akal lah yang membuat manusia berbeda dengan makhluk Allah yang lainnya.

Ketika seseorang sudah dalam keadaan mabuk karena minuman keras atau obat-obatan lainnya, maka tidak menutup kemungkinan orang tersebut akan melakukan dosa atau kejahatan lainnya karena sudah hilang akal, seperti zina, mencuri, melakukan kekerasan dan lainnya. Itu sebabnya juga banyak orang yang mengatakan bahwa mabuk ialah pintu untuk melakukan kejahatan atau tindakan maksiat lainnya, maka anda harus bisa menghindari hal-hal seperti ini jika tidak mau masuk dalam daftar golongan-golongan manusia yang diharamkan masuk Surga oleh Allah SWT.

3.      Seorang Lelaki yang Membiarkan Kekejian di dalam Keluarganya

Menjadi seorang lelaki berarti siap menjadi seorang pemimpin, di mana nantinya harus bertanggung jawab atas apa saja yang dilakukan oleh orang-orang yang dipimpinnya, begitu juga dengan keluarganya. Sebagai seorang kepala rumah tangga, dihari akhir nanti anda akan dimintai pertanggungjawaban atas apa saja yang anda lakukan, juga dengan istri dan anak anda.

Jika seorang laki-laki membiarkan hal-hal keji terjadi dalam rumah tangganya, atau membiarkan anggota keluarganya melakukannya di luar rumahnya, maka seorang laki-laki tersebut juga akan diharamkan untuk masuk kedalam Surga. Sungguh tugas yang tidak mudah bukan? Itu sebabnya, sebagai seorang laki-laki, anda harus bisa bertindak tegas, dan sebagai seorang wanita anda harus bisa menjaga diri anda dari hal-hal yang keji sehingga tidak menyebabkan pemimpin keluarga anda masuk ke dalam neraka.

4.      Pengadu Domba

Dalam kehidupan bermasyarakat, anda akan bisa menemukan berbagai macam kepribadian manusia, ada yang baik dan ada juga yang tidak baik. Namun, yang paling berbahaya ialah seseorang yang baik didepan orang lain namun ternyata berniat buruk dan ingin orang tersebut bermasalah dengan orang lain, atau biasa disebut sebagai pengadu domba.

Orang dengan karakter ini sangat berbahaya karena bisa menyulut permusuhan diantara dua orang atau dua golongan, dan bisa menyebabkan kerusakan-kerusakan yang parah tanpa alasan yang pasti, sedangkan sang pengadu domba akan menjadi penonton yang dengan bahagianya melihat kerusakan yang ia sebabkan sedang berlangsung. Hal seperti inilah yang sangat dibenci oleh Allah SWT, dan langsung dilaknat dengan tidak akan diterima di Surga-Nya.

5.      Seorang Germo

Di jaman sekarang ini, anda mungkin sudah sering mendengar istilah germo, yang berarti seseorang yang pekerjaannya mencari dan menyediakan seorang perempuan atau laki-laki untuk memenuhi nafsu seseorang dengan cara membayarnya. Hal ini sama saja seseorang sudah menjadi penyebab utama dalam perzinahan, dan zina merupakan salah satu dosa besar yang tidak mudah diampuni oleh Allah SWT.

Yang lebih mengkhawatirkan, kini seseorang tidak hanya bisa menjadi seorang germo secara langsung, namun juga menggunakan teknologi seperti internet atau ponsel pintar, sehingga hal seperti ini semakin mudah terjadi. Jika tidak ingin menjadi hamba yang dilaknat oleh Allah SWT, janganlah sekali-kali mencoba untuk mendekati dunia-dunia maksiat seperti ini, atau anda akan menjadi orang yang paling menyesal dihari akhir nanti.

6.      Orang yang Tidak Mau Memaafkan Orang Lain

Dalam kehidupan sehari-hari, sangat wajar rasanya jika seseorang melakukan kesalahan, karena memang tidak ada manusia yang sempurna perbuatannya. Yang terpenting bukanlah kesalahan yang sudah diperbuat itu, namun usaha seseorang yang sudah melakukan kesalahan untuk memperbaiki kesalahannya dengan meminta maaf. Walaupun tidak semua orang dapat memaafkannya.

Namun tahukah anda, jika Allah sangat membenci hamba-Nya yang tidak memaafkan hamba yang lainnya? Karena Allah adalah Maha pemaaf. Allah akan selalu memberikan kesempatan hamba-Nya untuk bertobat selama tidak akan mengulanginya lagi. Lalu, mengapa anda yang juga masih sering melakukan kesalahan tidak bisa memaafkan orang lain?

Baca juga: 12 Macam Azab Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat Menurut Rasulullah SAW

7.      Orang yang Suka Mencari Muka dan Memberi Keterangan Palsu

Menjadi seorang bawahan memang gampang-gampang sulit, karena anda harus bekerja dengan baik sehingga tidak mengecewakan atasan anda. Yang tidak boleh anda lupa, Allah sangat membenci seseorang yang dengan sengaja mencari muka didepan atasannya, dan sering memberikan laporan atau keterangan palsu hanya untuk menguntungkan dirinya sendiri.

Hal ini juga tidak jarang merugikan pekerja lainnya, karena seseorang yang hobi mencari muka tidak segan-segan mengorbankan rekan kerjanya sendiri hanya untuk menjadi yang paling baik dimata atasannya. Orang seperti inilah yang juga diharamkan oleh Allah untuk masuk ke dalam Surga-Nya yang indah.

Nah, itulah ketujuh golongan manusia yang dilaknat oleh Manusia dan tidak akan dimasukkan  kedalam Surga-Nya. Namun, jika seseorang mau bertobat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan selalu memberinya kesempatan. Maka, janganlah menunda-nunda waktu lagi untuk segera bertaubat dan menjadi umat yang bisa diterima di Surga Allah SWT.

Artikel lain: 9 Etika Yang Wajib Dilakukan Saat Anda Jadi Orang Kaya Menurut Imam Ghazali