Chairul Tanjung Pengusaha Muslim Terkaya Indonesia

Dulu, Chairul Tanjung hanya memiliki 1 karyawan, saat memulai usaha semasa kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Namun sekarang, karyawan pria yang akrab disapa CT ini mencapai 100.000.

Di Indonesia sendiri, nama Chairul Tanjung begitu dikenal oleh masyarakat. Ia adalah pengusaha sukses yang memiliki kekayaan berlimpah. Dengan semua harta yang ia miliki, tak menjadikannya sombong dan pelit. Ya, Chairul Tanjung dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap sesama dan suka berbagi.

Banyak masyarakat Indonesia yang terinspirasi dari kisah suksesnya. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak pernah tanggung-tanggung dalam menjalankan usahanya. Meskipun pernah gagal berkali-kali, namun Chairul Tanjung tetap bangkit dan memulai usahanya lagi dari nol.

Berkat kegigihan dan juga kerja kerasnya, ia mampu meraih kesuksesan yang mendatangkan keuntungan luar biasa. Perjalanan hidupnya pun diabadikan dalam sebuah buku yang bertajuk “Chairul Tanjung Si Anak Singkong”. Kamu penasaran dengan kisah suksesnya? Berikut adalah kisah perjalanan hidupnya dari nol sampai menuju sukses.

Biografi dan Kisah Sukses Chairul Tanjung

Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962. Pada mulanya Chairul Tanjung hidup berkecukupan karena keluarganya cukup berada. Ayahnya bekerja sebagai wartawan di surat kabar kecil pada masa orde lama.

Chairul Tanjung hidup dengan kedua orang tua dan enam saudara. Pada zaman orde baru, usaha ayahnya di tutup karena surat kabar dianggap berbahaya dan berita yang disajikan dianggap berseberangan denga para penguasa pada saat itu. Keadaan ini memaksa orang tuanya untuk menjual rumah dan memilih untuk tinggal di sebuah losmen yang sempit.

Baca juga: Kisah Sukses Designer Muslimah Bernama Iman Aldebe

Kedua orang tua Chairul Tanjung, mendidik anak-anaknya dengan tegas dan mempunyai prinsip yang sangat bagus, yaitu agar dapat keluar dari belenggu kemiskinan, maka pendidikan yang setinggi-tingginya adalah kunci utama.

Segala upaya akan dilakukan oleh orang tuanya untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai menuju perguruan tinggi. Untuk membiayai masuk kuliah Chairul Tanjung, ibunya rela untuk menggadaikan kain halusnya secara diam-diam. Melihat begitu besar pengorbanan dari sang ibu, dari situlah muncul pemikiran bahwa ia tidak mau lagi menjadi beban orang tuanya. Waktu itu biaya masuk kuliah sebesar Rp 75.000.

Chairul Tanjung mulai menjalankan bisnis kecil-kecilan yaitu dengan bisnis fotokopi yang bekerja sama dengan pemilik mesin fotokopi tersebut. Mesin fotokopi diletakkan di tempat yang strategis yaitu di bawah tangga yang ada di kampus.

Mulai dari bisnis menjual buku kuliah stensilan, sepatu, kaos, dan barang-barang lainnya di kampus, ia pun mendapatkan modal untuk mendirikan usaha yang lebih besar lagi. Dengan modal yang ia miliki, akhirnya berhasil membuka sebuah toko yang menjual alat-alat kedokteran beserta laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta.

Usaha ini pun akhirnya bangkrut dikarenakan sifat sosial yang dimiliki Chairul Tanjung, yaitu dengan seringnya memberikan fasilitas kepada teman-temannya dan juga sering menTraktir kawan-kawannya.

Usaha yang dirintis oleh Chairul Tanjung memang mengalami naik turun, namun ini tak menjadi penghalangnya untuk maju. Ia tidak tanggung-tanggung dalam melangkah untuk memulai bisnisnya. Hingga munculah ide untuk membuka fotokopian dengan memanfaatkan gedung kosong yang ada di bawah tangga di Fakultas Kedokteran UI.

Karena keterbatasan dana dan tidak bisa membeli mesin tersebut, Chairul Tanjung mencari penyandang dana untuk menyediakan mesin fotokopi dan juga untuk menyewa tempatnya. Waktu itu keuntungan yang didapat dari membuka fotokopi adalah Rp 2,5 per lembarnya. Memang ini jumlah yang sedikit, namun karena di areal kampus, jadi yang memfotokopi jumlahnya lumayan banyak. Jadi jika dikumpulkan setiap harinya, gaji dari Chairul Tanjung lumayan besar.

Tidak hanya membuka fotokopian saja, bisnis lain juga dicobanya untuk menambah pengalaman dan pengetahuan. Setidaknya ia pernah mencoba bisnis jual stiker, pembuatan kaos, jual buku bekas, jual buku kuliah stensilan. Semua itu dilakukannya dengan kerja keras dan tanpa rasa malu. Setelah dirasa modalnya sudah cukup, Chairul Tanjung dengan beraninya menyewa sebuah kios kecil yang berada di Senen, Jakarta Pusat dengan harga sewa satu juta rupiah pertahunnya. Kios tersebut dimanfaatkan untuk membuka CV yang menjual alat-alat kedokteran gigi.

Namun usaha ini juga tidak lama berjalan, karena kiosnya lebih sering digunakan untuk berkumpul teman-teman sesama aktivis. Jadi lebih banyak yang nongkrong dan yang beli malah jarang.

Beberapa  tahun berlalu, Chairul Tanjung mencoba bangkit lagi dengan mendirikan PT Pariarti Shindutama dengan menggandeng dua temannya. PT tersebut bergerak di bidang pembuatan sepatu. Usahanya ini bermodal dari pinjaman Bank Exim sebesar RP 150 juta dengan cicilanringan. Berkat kemahirannya dalam membuka usaha, bisnis sepatu ini mendapat pesanan yang jumlah sangat banyak yaitu 160.000 pasang sepatu yang didapatkan dari pengusaha Italia.

Seiring berjalannya waktu, bisnis Chairul Tanjung semakin berkembang dan sudah bertambah ke bisnis lainnya juga seperti industry sandal, genting, dan juga property. Di tengah bisnisnya yang semakin maju, Chairul Tanjung menemukan kendala yaitu visinya sudah tak sama lagi dengan kedua temannya.

Akhirnya Chairul Tanjung memutuskan untuk mundur dari PT tersebut dan memulai usahanya sendiri. Memang ini merupakan resiko yang harus ia terima, jika menjalankan bisnis secara bersama-sama.

Mendirikan usaha sendiri bukanlah perkara yang mudah, namun dengan pengalaman berbisnis yang telah ia dapatkan, Chairul Tanjung merasa yakin dan mampu untuk memulai bisnisnya lagi dari awal. Tindakan Chairul Tanjung memang cukup berani, ia memutuskan untuk keluar dari jalurnya yang notabenya adalah lulusan dokter gigi.

Kekayaan Chairul Tanjung

Sekeluarnya dari PT Sindhutama, laki-laki piawai ini mulai membangun bisnis kembali dengan membidik tiga bisnis ini yaitu property, keuangan, dan multimedia. Ia pun mendirikan Para Grub yang merupakan perusahaan konglomerasi yang membawahi para Inti Propertindo (merupakan bisnis properti), Para Global Investindo (merupakan bisnis di bidang keuangan), bidang investasi dan media.

Di bidang property telah dibangun Supermall di kawasan bandung yang menghabiskan anggaran hingga 99 milyar. Di bidang investasi, Para Group telah memiliki Trans Corp dan saham 40% di Carrefour. Di tahun 2010 Chairul Tanjung masuk ke dalam daftar salah satu orang terkaya di dunia yang berasal dari Indonesia menurut majalah Forbes.

Pada tahun 2011 Forbes juga mencatatkan namanya sebagai orang terkaya ke-11 di Indonesia dengan total kekayaan 2,1 milyar dolar AS. Saat ini namanya menjadi orang terkaya nomor 5 di Indonesia.

Di tahun 2011 inilah Chairul Tanjung resmi mengganti nama Para Groub menjadi CT Corp. CT Corp membawahi 3 perusahaan sub holding, diantaranya Trans Corp, Mega Corp, dan juga CT Global Resources yang meliputi layanan media, keuangan, gaya hidup, sumber daya alam, dan juga hiburan.

Baginya kemauan dan kerja keras adalah modal utama dalam membangun sebuah bisnis. Menjaga kepercayaan dari pelanggan dan kolega juga sangat penting. Tidak hanya menjalin hubungan baik dengan pengusaha yang tersohor, melainkan juga pengusaha kecil. Mulailah bisnis walaupun dengan modal yang kecil dan keuntungan yang kecil, karena sesuatu yang besar berawal dari hal-hal yang kecil.

Baca: Legenda, Kisah Perjalanan Muhammad Ali (Petinju) dan Kata-kata Indahnya

Demikianlah kisah sukses Chairul Tanjung, kerja keras dan semangatnya patut untuk kamu contoh dalam membangun sebuah bisnis. Semoga kisah sukses Chairul Tanjung dapat menginspirasi kamu untuk meraih kesuksesan.

Catatan:

Kisah Sukses Pengusaha Muslim Chairul Tanjung
Chairul Tanjung pernah menjabat menjadi Menko Perekonomian di akhir pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia mengaku, lebih enak menjadi pengusaha daripada jadi menteri,

“Kalau ditanya enak mana jadi pengusaha atau pejabat? jadi menteri kemarin itu kecelakaan, karena memang kalau diminta memilih jadi menteri apa pengusaha, lebih enak jadi pengusaha,” kata Chairul Tanjung.

Kisah Sukses Iman Aldebe

Pernah dengan nama Aldebe Haute Coulture? Atau Iman Aldebe? Syukurlah  buat yang udah familiar dengan kedua nama itu. Bagi yang belum silakan gogling aja ya. Di sini, kami ingin cerita tentang “Kisah Sukses Desaigner Muslimah Bernama Iman Aldebe” saja.

Sukses merupakan sebuah pencapaian yang harus diraih untuk jaminan di hari tua. Ya, sebisa mungkin raihlah kesuksesan saat usia masih muda. Di saat masih muda pastinya semangat masih membara dan ini harus dimanfaatkan untuk meraih sebuah keberhasilan.

Menjadi seorang muslim tak menjadi penghalang bagi dirinya untuk bisa tampil fashionable dan trendy. Itulah keinginan terbesar dari seorang wanita muslim kelahiran Swedia bernama Iman Aldebe. Keinginan tersebut dapat diwujudkannya setelah melalui proses yang lumayan panjang dan menyulitkan.

Di mana ia harus mendengar celaan dari orang yang ada disekelilingnya tentang ide-ide anti mainstream yang dibuatnya. Namun, semua itu tidak meredupkan semangatnya dalam menekuni dunia fashion khususnya sebagai seorang desaigner.

Untuk mengetahui lika-liku perjalanan hidupnya yang penuh kejadian-kejadian yang mengesankan dan tidak terlupakan seumur hidupnya, simaklah rangkuman yang telah kami buat tentang sosok fenomenal yang begitu menggoncangkan negara tempat ia tinggal dan juga dunia.

Keputusannya untuk menekuni dunia fashion design

Iman Aldebe adalah seorang putri yang memperjuangkan Islam dalam dunia fashion. Ia dikenal sebagai sosok yang pekerja keras dan tidak mudah menyerah meskipun banyak orang yang memandangnya aneh. Ia tidak pernah ambil pusing dengan hinaan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Wanita yang tertarik di dunia fashion ini dikenal sebagai sosok yang pemberani. Ia berani menciptakan sebuah karya yang begitu kontroversial. Ya, karya-karyanya mungkin dianggap aneh oleh sebagian orang dan banyak juga yang menentangnya.

Iman Aldebe merupakan seorang putri dari imam masjid. Dengan gelar tersebut ternyata perjalanan hidupnya penuh dengan tantangan dan tidak berjalan mulus seperti apa yang diinginkannya. Terutama di dalam dunia fashion yang menjadi kegemarannya.

Baginya fashion adalah dunianya. Kecintaanya terhadap dunia fashion memunculkan ide-ide kreatif yang anti mainstream dan tidak diduga-duga bagi penikmatnya. Inovasi-inovasi terbaru selalu muncul dari otak cerdasnya. Ia ingin memberikan warna yang berbeda di dalam dunia fashion.

Memilih dunia fashion desain sebagai dunianya merupakan sebuah pilihan yang sudah ia idam-idamkan. Namun keputusannya itu mendapat kritikan keras dari orang-orang yang ada di sekelilingnya. Kritikan-kritikan yang dilontarkan tidak pernah menciutkan semangatnya untuk menekuni dunia fashion.

Ia tidak terlalu memikirkan apa kata orang. Ia lebih senang mengikuti kata hatinya sendiri dan ia tidak mau mundur meskipun banyak orang yang mencelanya. Semua celaan yang ia dapat dijadikan motivasi untuk terus maju. Ia tidak mau cita-citanya hancur hanya gara-gara celaan dari orang-orang yang tidak mengenal kepribadiannya.

Dengan gelar putri seorang imam, menjadikannya memiliki beban sosial di dalam setiap tindakan yang akan diambilnya termasuk juga dalam berpenampilan. Di dalam kehidupannya, ia dituntut untuk memakai pakaian yang sederhana dan dengan warna yang itu-itu saja. Hal tersebut tentu membuatnya bosan.

Iman Aldebe merupakan sosok yang kreatif dan berinovasi tinggi, sehingga ia lebih cepat bosan dengan pakaian dengan model sama yang dikenakannya setiap harinya. Di dalam benak wanita yang ahli di bidang musik ini muncul sebuah keinginan untuk merubah pakaian yang biasa-biasa saja menjadi pakaian yang luar biasa.

Sifat kreatif yang dimilikinya menjadikan ia lebih suka untuk bereksperimen dengan warna-warna pakaian yang mencolok dan juga make up. Dari sinilahia mulai untuk mengubah kebiasaanya yang tadinya memakai pakaian dengan warna itu-itu saja menjadi mengenakan pakaian dengan warna yang lebih menarik.

Selain memakai pakaian dengan warna-warna menarik yang berbeda dengan pakaian yang dikenakan wanita di dalam komunitasnya, Iman Aldebe juga memutuskan untuk menekuni dunia fashion design saat umurnya baru menginjak 16 tahun. Ini merupakan sebuah keputusan berharga yang dia ambil.

Di usia tersebut ia menyadari bahwa kecintaannya terhadap dunia fashion bukan sekedar hobi saja. Ia menemukan dirinya yang sebenarnya setelah memutuskan menjadi desainer.Karirnya dimulai dengan mendesain gaun yang digunakan untuk wisuda dan seragam untuk pernikahan yang dibuat untuk keluarga dan teman-temannya. Sampai akhirnya karya iman dijadikan salah satu ikon fashion design di dunia.

Iman Aldebe Design

Menanggapi kritikan-kritikan pedas dengan prestasi

Perjalanan karirnya memang tidak mulus, banyak rintangan yang harus ia hadapi. Di awal perjalanan karirnya, ia harus menelan pil pahit karena desainnya ditolak oleh toko-toko ritel. Dari kejadian tersebut, wanita kelahiran Swedia ini mulai mengembangkan bisnisnya dan ingin membuktikan kepada toko-toko ritel yang telah menolaknya, bahwa busana muslim juga bisa menjadi eksis di dunia fashion.

Kemudian Iman Aldebe mulai mempelajari tentang mekanisme pasar dan merilis sebuah hijab simpel yang dinamakan Happy Turban. Desainnya yang unik akan membuat tampilan semakin nyentrik. ternyata hijab turban rancangan Iman Aldebe  ini tidak hanya disukai oleh wanita muslim saja, melainkan wanita nonmuslim juga menyukai jilbab turban.

Cobaan pun masih berlanjut ia harus menerima berbagai kritik pedas dari kaum muslim dan non-muslim.Terutama setelah terjadinya teror 11 September yang mengguncang Amerika yang menjadikan komunitas hijabersdunia mengalami masa-masa yang paling sulit.Selain itu beberapa muslimah yang ada dikomunitasnya menganggap bahwa yang dikerjakannya memang tidak pantas.

Tak hanya di dunia nyata, ia juga mendapat hinaan di dunia maya seperti di Facebook, Email, hingga blog pribadinya. Tidak hanya kritikan pedas dan hinaan saja melainkan juga ancaman yang dilontarkan para heaters.Ada juga yang membuat forum di media sosial yang membahas tentang dirinya. Mereka bahkan sampai berkata bahwa Iman Aldebe sudah tidak layak hidup.

Dengan kritikan tersebut, Iman Aldebe tidak menyerah, justru semakin memacu semangatnya untuk menciptakan gaya hijab yang nyaman digunakan oleh muslimah yang kerja di kantor, hijab yang cocok untuk untuk seragam polisi wanita, hijab untuk apoteker bahkan yang lebih unik lagi adalah menciptakan hijab untuk seragam tentara wanita.

Ia merasa bangga dapat menjadi pelopor dalam mendesain jilbab resmi yang cocok untuk dikenakan polisi, tentara, apoteker, dan lainnya. Dengan cercaan dari banyak orang, nyatanya sampai saat ini ia masih tetap berkarya dan bahkan bisa lebih sukses.

Selain label hijabnya, sekarang ini Iman Aldebe juga mempunyai clothing line yang diberi nama Aldebe Haute Coulture. Karya dari Iman Aldebe sudah dijual diberbagai toko-toko besar dan e-commerce manca negara. Ia juga berharap rancangannya dapat masuk ke negara fashion terbaik seperti Inggris.

Misinya dalam mendesain sebuah hijab adalah mengangkat mode sebagai penghilang prasangka buruk yang beredar di masyarakat muslim dan ia juga ingin mendongkrak citra wanita muslim yang begitu tertindas di negara Barat agar tidak terisolasi saat menjalankan hidupnya di tengah-tengah masyarakat.

Karyanya yang kontroversial berhasil mematahkan paradigma bahwa seorang muslim berhijab tidak dapat menjalankan pekerjaan yang tidak pantas seperti polisi, tentara, apoteker, dan pekerjaan wanita muslim tak umum lainnya.

Belajar dari kisah Iman Aldebe, bahwa orang-orang yang membenci dapat dijadikan sebuah motivasi untuk terus maju dan menciptakan karya yang tidak pernah terpikirkan oleh orang sebelumnya. Teladan yang bisa dicontoh dari kisah Iman Aldebe adalah tanggapi kritikan dengan prestasi.

https://www.youtube.com/watch?v=ZpKcCnUCIII

Kisah Yusuf dan Zulaikha

Islam merupakan agama yang penuh akan kasih sayang dan cinta, maka sebagai orang yang beragama anda dianjurkan untuk saling menyayangi dan mencintai sesama, dengan cara yang baik dan tidak melanggar syariat tentunya. Meskipun kasih sayang tidak selalu melulu tentang pasangan hidup, namun kisah percintaan di antara lawan jenis masih menjadi salah satu kisah cinta yang  paling menarik untuk disimak.

Salah satu kisah cinta yang paling menggugah dan memberikan banyak inspirasi ialah kisah cinta antara Zulaikha dan Nabi Yusuf. Terlahir dalam lingkungan keluarga yang jauh berbeda dan jarak usia yang jauh berbeda juga, pada akhirnya tidak menghalangi keduanya untuk bisa bersama dalam pernikahan yang indah dan penuh cinta.

Namun, kisah percintaan kedua insan ini bukanlah kisah percintaan yang mulus-mulus saja. Nabi Yusuf yang dilahirkan dari keluarga biasa saja dan kemudian dibuang ketika ia masih kecil telah dibuang disumur dengan alas an untuk dijual dipasar, yang kemudian malah membuat Nabi Yusuf dibesarkan oleh seorang pria yang memiliki kedudukan yang tinggi.

Atas Rahmat AllahSWT, Nabi Yusuf tumbuh menjadi seorang pria yang cerdas dan memiliki banyak sekali pengetahuan mengenai kehidupan. Nabi Yusuf juga merupakan sosok yang pintar dalam berkomunikasi sehingga tampak lebih menarik di mata orang lain. Hal ini semakin  disempurnakan dengan wajahnya yang tampan dan rupawan. Benar sekali, Nabi Yusuf disebut-sebut sebagai seorang Nabi yang paling tampan wajah dan perawakannya setelah Baginda Rasulullah Muhammad Saw.

Karena ketampanan, kemuliaan, kejujuran dan kecerdasannya, tidak heran jika banyak sekali wanita yang jatuh hati dan berusaha mencari perhatian juga mencuri hati Nabi Yusuf.Namun, yang menjadi fokus Nabi Yusuf ialah beriman kepada Allah dengan sebaik-baiknya dan berusaha menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah seperti zina.

Bukan hanya wanita biasa yang jatuh cinta pada sosok Nabi Yusuf, namun istri Al-Aziz yang bernama Zulaikha pun jatuh cinta padanya. Meskipun awalnya malu-malu, namun semakin lama Zulaikha semakin berani menunjukkan perasaannya dan berusaha menggoda Nabi Yusuf. Godaan yang diterima oleh Nabi Yusuf pun sangat beragam, mulai dari sekedar ucapan-ucapan saja, hingga semakin lama semakin berani dengan berusaha menyentuh Nabi Yusuf.

Menghadapi godaan yang semakin sering diterimanya, Nabi Yusuf hanya bisa berdoa dan memohon perlindungan dari Allah agar tidak pernah merasa tergoda  dengan rayuan-rayuan yang diberikan dan masih bisa menjaga dirinya dari perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT. Meskipun terus menerus menerima penolakan, Zulaikha malah semakin berani menggoda Nabi Yusuf, karena berfikir bahwa penolakan yang diberikan oleh Nabi Yusuf selama ini hanyalah berupa kepura-puraan dan berusaha menjaga citra dirinya saja.

Hingga pada suatu hari ketika rumah sedang sepi, Zulaikha menutup semua pintu rumahnya dan dengan terang-terangan menyatakan rasa cintanya pada Nabi Yusuf. Iajuga meminta agar Nabi Yusuf mau menjadi miliknya dan mereka bisa hidup berasa. Sebagai bentuk pengabdian dan rasa ikhlasnya kepada Allah SWT, Nabi Yusuf menolak perasaan Zulaikha dengan tegas. Padahal, sebagai laki-laki normal tentu  saja Nabi Yusuf memiliki keinginan seperti laki-laki kebanyakan, namun sekali lagi Nabi Yusuf berusaha untuk mengendalikan hawa nafsunya.

Setelah penolakan tersebut, godaan dan rayuan masih saja diterima oleh Nabi Yusuf, bahkan semakin lama cara yang dicoba oleh Zulaikha semakin beragam dan menjebak saja. Hingga pada akhirnya, terjadilah pertengkaran yang cukup antara Nabi Yusuf dan Zulaikha. Zulaikha berusaha memeluk Nabi Yusuf namun Nabi Yusuf masih berusaha untuk terus menghindarinya.

Seperti yang difirmankan Allah dalam surat Yusuf diayat 23 yang  artinya:

“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukan dirinya (kepadanya)  dan dia menutup semua pintu-pintu, seraya berkata: marilah ke sini. Yusuf berkata: Aku berlindung kepada Allah, sungguhtuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang zalim tidak akan beruntung.

Namun kali ini takdir berkata lain, ketika Zulaikha sedang merayu Nabi Yusuf, maka mucullah suaminya Al-Azis. Tidak mau disalahkan atas keadaan yang sedang terjadi, Zulaikha menggunakan cara licik untuk menjebak Nabi Yusuf dan mengatakan bahwa Yusuf lah yang menggoda Zulaikha dan berusaha untuk memperkosa Zulaikha.

Mendengar hal itu, tentu saja Nabi Yusuf tidak tinggal diam. Ia berusaha melakukan pembelaan. Hingga ada seseorang yang memberikan kesaksian dan berkata: jika baju yang dikenakan oleh Nabi Yusuf robek pada bagian depannya, maka jelaslah bahwa Nabi Yusuf yang berdusta, dan begitu pula sebaliknya. Karena yang terjadi ialah pakaian Nabi Yusuf robek pada bagian belakang, maka sudah jelas bahwa Zulaikha lah yang berusaha untuk merayu Nabi Yusuf, dan sudah pasti kini Zulaikha yang berada dalam posisi terancam.

Merasa tidak terima karena berpikir bahwa istrinya akan diperkosa oleh seorang pemuda yang selama ini sangat dipercaya dan dikasihinya, akhirnya Al Aziz memutuskan untuk memenjarakan Nabi Yusuf. Hukuman penjara ini juga merupakan salah satu pilihan Zulaikha karena tidak menginginkan jika Nabi Yusuf menerima hukuman mati atau hukuman lainnya yang sangat kejam.

Setelah beberapa tahun tinggal di dalam penjara, akhirnya Nabi Yusuf pun dibebaskan. Ketika Nabi Yusuf bebas, ternyata Zulaikha sudah berubah menjadi seorang yang jauh lebih baik dan  menjaga harga dirinya dengan jauh lebih baik pula. Ntah dari mana awalnya, mereka pun dipertemukan kembali dan menjadi saling mencintai.

Kisah antara Nabi Yusuf dan Zulaikha ini hingga kini masih menjadi perdebatan di beberapa cendekiawan Islam, karena memang masih ada beberapa misteri yang masih belum bisa dijelaskan sejelas-jelasnya. Setiap ahli kitab juga memiliki pendapatnya masing-masing. Namun  setidaknya dari kisah tersebut bisa mengingatkan anda kembali akan  Kuasa Allah Ta’ala yang bisa menyatukan apa-apa saja yang Ia kehendaki, dan memisahkan mereka yang memang tidak seharusnya bersama.

Sekali lagi, jodoh tidak akan tertukar. Dengan siapapun anda berjodoh kelak, maka ia adalah sebaik-sebaiknya pendamping yang Allah ciptakan untuk engkau, dan juga merupakan cerminan dari sikap dan amalan yang anda perbuat selama ini. Bukankah seorang wanita yang baik hanya untuk lelaki yang baik pula?

Kisah tersebut juga mengingatkan anda bahwa satu-satunya tempat terbaik bagi anda berlindung ialah Allah Ta’ala. Dengan berlindung kepada Allah, Nabi Yusuf dapat menolak godaan dan rayuan yang selama ini dilancarkan oleh Zulaikha. Padahal Zulaikha merupakan wanita yang cantik dan bisa membuat laki-laki mudah merasa jatuh cinta padanya.

Sekali lagi, terlepas dari adanya perdebatan yang terjadi mengenai kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha ini, kisah ini juga mengajarkan bahwa jika seorang hamba ingin bertaubat, maka Allah akan selalu membukakan jalan yang baik bagi umat-Nya. Itu sebabnya, mulailah untuk bertobat dari sekarang atas segala dosa yang telah anda perbuat sebelumnya.

Allahuakbar, Maha Besar Allah dengan segala ketentuan-Nya, yang terkadang masih sulit bisa diterima oleh umat-Nya yang memiliki keterbatasan.

Kisah Wanita Rajin Beribadah Namun Tidak Menutup Aurat

Masihkah anda mengingat dengan satu pepatah yang mengatakan bahwa sebaik-baiknya perhiasan di dunia ialah wanita yang sholehah? Tentu  masih bukan? Karena hingga saat ini pun pepatah ini masih sering kali digunakan sebagai pengingat atau bahkan sindiran bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sungguh sebuah anugerah bukan jika anda memiliki istri yang sholehah? Anda tidak perlu bersusah payah mengingatnya shalat karena ia sendiri pun sudah memiliki kesadaran yang tinggi agar tidak pernah meninggalkan shalatnya. Atau bisa saja malah istri yang nantinya mengingatkan suaminya untuk melaksanakan shalat berjamah.Bukankah secara otomatis tanggung jawab dan beban anda sebagai seorang kepala keluarga menjadi berkurang.

Namunsebenarnya kriteria seperti apa yang bisa membuat seorang wanita dianggap menjadi wanita sholehah? Apakah ia yang tidak pernah meninggalkan shalat wajibnya, rajin menyempurnakannya dengan shalat sunnah, rajin juga berpuasa sunnah dan juga mengaji. Bukankah hal ini sudah menjadi kriteria sebagai wanita yang sholehah? Lalu, bagaimana jika wanita yang rajin beribadah tadi masih belum mau menutup auratnya? Masihkah ia dianggap sebagai wanita shalehah?

Mungkin  sering diantara anda mendengar seorang wanita mengatakan: “biar hatinya dulu saja yang dihijabi, nanti kepalanya insya Allah akan  segera menyusul.”Padahal sudah sangat jelas bahwa Allah memerintahkan untuk semua umatnya yang perempuan agar menutup auratnya untuk melindungi dirinya sendiri dan sebagai tanda.

Untuk mengingatkan anda kembali bahwa menutup aurat ialah sepenting-pentingnya perkara bagi wanita muslim, simaklah kisah tentang seorang wanita yang rajin sekali beribadah namun masih belum menutup auratnya berikut ini.

Dikisahkan ada seorang wanita yang sangat rajin ibadahnya. Setiap hari ia melaksanakan shalat lima waktu,pun  masih menambahkannya dengan dengan beberapa shalat sunnah, baik di pagi dan juga malam hari. Di lingkungannya pun, wanita ini terkenal sebagai wanita baik, dan rajin sekali beribadah.

Hanya satu kekurangan wanita yang taat beribadah ini, ia masih belum menggunakan hijab untuk menutupi auratnya. Sudah banyak sekali orang yang menasehatinya agar menutup auratnya, baik dari keluarganya sendiri hingga para ustadzahyang ingin wanita ini menjadi sosok wanita shalehah yang sempurna.

Setiap kali ada orang yang menasehatinya, jawaban dari wanita yang taat beribadah ini selalu sama, yakni “Insya Allah untuk saat ini yang penting hatinya dulu yang berhijab.” Hingga beberapa orang yang sudah sering menasehatinya menjadi merasa sedikit putus asa dan mulai membiarkannya saja.

Hingga sampailah pada suatu malam, seperti biasa wanita yang taat beribadah ini shalat isya dan tidak lama kemudian memutuskan untuk tidur. Ketika tidur, wanita ini bermimpi tengah berada pada sebuah taman yang sangat indah dan belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Di sejauh matanya memandang, matanya dimanjakan dengan rumput hijau, dan bunga warna-warni yang sedang bermekaran.

Di taman ini juga terdapat sungai yang sangat jernih airnya, sehingga siapa saja bisa bercermin pada aliran airnya. Udara dan suasana di sekitar taman ini juga berbeda dengan taman biasanya. Di sini, udara dan suasanya begitu segar, menyenangkan dan menenangkan. Tidak pernah ia rasakan sebelumnya yang pasti.

Di taman yang indah ini, terdapat juga beberapa wanita lainnya. Wanita-wanita itu merupakan wanita yang cantik dan terlihat sholehah. Wanita yang taat beribadah tadi menghampiri salah satu wanita yang wajahnya sangat bersih bersinar dan tidak terlalu jauh dari dirinya. Ia menyapanya dengan mengucapkan salah “assalamu’alaikum saudariku”.

Wanita tersebut menjawabnya dengan senyum ramah “wa’alaikum salam, selamat datang saudariku”. Kemudian percakapan di antaranya pun berlanjut. Wanita yang taat beribadah tadipun mulai bertanya.

“saudariku, apakah ini Surga?”

Dan wanita yang dihampirinya menjawab “bukan saudariku, ini hanyalah tempat untuk menunggu sebelum surga.”

Ia kembali bertanya: “benarkah wahai saudariku? Masya Allah, jika tempat menunggunya saja seindah ini, maka tidak bisa ku bayangkan bagaimana indahnya Surga itu nantinya.”

Tidak puas, wanita tadi kembali bertanya, “amalan apa yang telah engkau lakukan sehingga bisa membuatmu kembali ke sini wahai saudariku? Wanita tadi menjawabnya dengan tersenyum “sama sepertimu, saudariku”

Tidak lama setelah percakapan tadi, tiba-tiba saja diujung taman wanita yang taat beribadah namun masih belum berhijab tadi melihat sebuah pintu yang benar-benar indah. Secara perlahan, pintu tersebut terbuka, dan ia mulai melihat beberapa wanita yang sedang menikmati keindahan taman tadi berjalan kearah pintu tersebut dan memasukinya satu persatu.

Hingga wanita yang diajak berbicara tadi berseru “ayo kita ikuti mereka kepintu itu” sambil setengah berlari takut ketinggalan. Masih belum memahami apa yang sedang terjadi, wanita ini bertanya “apa yang ada dibalik pintu indah itu?”dengan semangat wanita satunya menjawab: “Tentu saja Surga saudariku”.

Setelah menjawabnya, entah mengapa lari wanita itu semakin cepat, dan wanita yang taat beribadah tadi semakin jauh tertinggal. Ia berusaha berlari semakin kencang lagi, namun  tetap tidak bisa mengejarnya. Semakin kencang ia berlari, maka terasa semakin kencang juga wanita satunya berlari, dan terasa semakin jauh juga pintu Surga tadi.

Merasa semakin tertinggal, wanita yang rajin beribadah namun tidak menutup auratnya berteriak dan bertanya: “amalan apa yang telah engkau lakukan sehingga bisa berlari dengan begitu ringannya, saudariku?” Dan kemudian terdengar jawaban “sama denganmu saudariku”.

Sadar bahwa wanita yang diajaknya akan segera sampai di pintu Surga, wanita ini bertanya kembali “amalan apalagi yang engkau lakukan namun tidak aku lakukan?” wanita tersebut akhirnya tersenyum, dan kemudian menjawab “Apakah engkau masih tidak memperhatikan dan menyadari apa yang membuatmu berbeda denganku, saudariku?”

Akhirnya wanita yang masih belum berhijab ini seperti kehabisan nafas dan tidak lagi mampu untuk menjawabnya. Hingga ia pun mendengar lagi apa yang dikatakan oleh wanita lainnya berupa “Apakah engkau  berpikir bahwa Allah akan  mengizinkan masuk ke dalam  Surga-Nya tanpa jilbab yang dapat menutup auratmu?”

Setelah mengatakan kalimat itu, wanita tadi pun berhasil mencapai Pintu Surga dan masuk ke dalamnya. Namun kemudian ia mengintip  kembali dan mengatakan “sungguh sayang sekali, amalan yang kau lakukan selama ini masih belum mampu membawamu ke Surga ini hanya karena engkau masih belum menutup aurat. Cukuplah Surga sampai di hatimu saja karena niatmu hanyalah menghijabihatimu saja”.

Setelah itu, wanita yang rajin beribadah ini tertegun dan terbangun dari tidurnya. Ia beristighfar beberapa kali dan kemudian bangkit untuk mengambil wudhu dan melaksanakan shalat malam seperti biasanya. Setelah shalat, ia menangis dan merasa sangat menyesal karena selama ini masih belum mau menutup auratnya.

Sejak saat itu, wanita yang rajin beribadah tersebut memutuskan untuk menggunakan hijab dan tidak  lagi menampakkan aurat pada mereka yang bukan mukhrimnya. Maha Besar Allah yang memberikan hidayah dan peringatan untuk hamba-Nya melalui mimpi seperti ini.

Dari kisah tadi, dapat disimpulkan bahwasanya Allah benar-benar tidak menyukai wanita muslim yang tidak menutup auratnya meskipun taat dalam melakukan ibadah. Hal ini juga sebaiknya menjadi peringatan bagi anda agar tidak lagi menunda-nunda diri untuk berhijab.

Kisah Seorang Ayah Yang Bertobat Karena Anaknya Yang Tuli dan Bisu

Ayah ialah panutan dan pahlawan nomor satu di mata anak-anaknya, maka jangan heran jika anak-anak anda mengikuti semua yang anda lakukan, baik perbuatan yang dicintai Allah maupun yang sangat dibenci-Nya. Sebagai seorang panutan, bagaimana jika ternyata sosok ayah yang ada dikeluarga bukanlah sosok yang baik?

Alih-alih menjadi panutan bagi anak-anaknya, malah ada seorang ayah yang tidak segan-segan melakukan perbuatan dosa di depan anaknya tanpa rasa menyesal sama-sekali. Lalu, apakah semua anak yang tumbuh dengan sosok ayah yang demikian akan menjadi anak nakal pula?

Ternyata tidak. Maha Besar Allah dengan segala kuasa dan ketentuan-Nya. Adalah seorang laki-laki yang tinggal di Madinah berusia 37 tahun dan sudah menikah juga memiliki seorang anak laki-laki. Tidak seperti kebanyakan anak lainnya, Marwan yang masih berusia 7 tahun ini terlahir bisu dan tuli sehingga memiliki sedikit keterbatasan dalam hal berkomunikasi.

Meskipun begitu, Marwan tumbuh menjadi anak yang baik dan taat akan agama. Dari kecil ia dididik ibunya yang Shalihah dan juga hafal dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Karena sudah dari kecil diajari untuk selalu mengingat dan takut kepada Allah SWT, Marwan sering kali merasa takut dan bersedih ketika melihat ayahnya, atau orang Madinah menyebutnya dengan Abi melakukan perbuatan-perbuatan  yang dilarang oleh Allah SWT.

Selama ini, sang Ayah memang dikenal sebagai orang yang lalai. Ia lebih sering meninggalkan shalat wajib daripada melaksanakannya. Ketika melaksanakan shalat pun biasanya didasari atas ketidakenakannya dengan orang lain, atau hanya karena ingin mendapatkan pujian karena  sudah melaksanakan shalat. Tidak hanya itu saja, sang ayah juga akrab dengan dukun sehingga semakin jauh saja ia dengan jalan Allah.

Ayah Marwan ini bisa menjadi sosok seperti itu karena terjebak dengan pergaulan yang kurang baik. Hampir seluruh temannya merupakan teman yang serupa dimana jarang sekali melakukan shalat dan lebih sering mendatangi dukun  untuk mendapatkan pertolongan. Padahal satu-satunya tempat untuk meminta pertolongan dan perlindungan ialah Allah Ta’ala.

Hingga pada suatu hari selepas adzan maghrib, dimana hanya ada Marwan dan ayahnya di rumah. Sang ayah sudah akan bersiap-siap untuk keluar rumah seperti biasa untuk berkumpul dan bersenang-senang dengan teman-temannya. Marwan mengajak ayahnya berbicara dengan bahasa isyarat seperti biasa: “Abi mengapa engkau tidak shalat maghrib?”

Kemudian Marwan juga menunjukkan tangannya ke atas yang mengisyaratkan bahwa Allah di atas sana selalu melihat dan mengawasimu. Melihat sang ayah hanya diam, tidak lama kemudian, Marwan menangis tersedu-sedu. Melihat anaknya menangis, sang ayah berusaha untuk merangkul dan menenangkan Marwan.

Namun Marwan menolak untuk dipeluk ayahnya dan malah berlari ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Marwan terlihat berwudhu dengan khusyuk meskipun wudhu nya belum sempurna, dan lagi-lagi sang ayah masih terus diam melihatnya. Selesai berwudhu, Marwan kembali memberikan isyarat agar ayahnya tidak terburu-buru untuk keluar dan menunggunya sebentar.

Kemudian dibentangkanlah sajadah di depan ayahnya, dan shalat maghriblah Marwan di depan ayahnya. Melihat itupun sang ayah masih saja diam tertegun dan belum melakukan apa-apa, namun sudah dengan perasaan yang bercampur aduk tidak karuan. Setelah selesai shalat maghrib, Marwan bangun dan mengambil Al-Qur’an, tanpa ragu Marwan membuka satu halaman dan menunjukannya pada sang ayah.

Adapun surat yang ditunjukkan oleh Marwan ialahQur’an Surat Maryam ayat 45, yang artinya:

“Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzabdari Allah Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaithan”

Setelah menunjukkan ayat tersebut, Marwan kembali menangis tersedu-sedu. Tampak jelas bahwa selama ini Marwan menyimpan kekhawatiran yang sangat besar setiap kali ayahnya melakukan dosa didepannya. Merasa bersalah, malu dan tidak tahan dengan yang dilakukan oleh anaknya, sang ayah pun ikut menangis. Tangisan kedua laki-laki ini tumpah sehingga suara tangisannya seperti memenuhi rumah mereka yang hening.

Tidak lama kemudian, Marwan bangkit dan mulai mencium kening ayahnya, begitupun dengan tangan ayahnya.Lalu berkata lagi melalui isyarat tangannya: “Shalatlah wahai ayahku sebelum ayah meninggal dan dikubur, dan sebelum datang adzab.”

Mendengar hal itu, sang ayah langsung merasa ketakutan yang luar biasa besar. Perasaan takut ini benar-benar tidak bisa digambarkan hingga membuatnya merasa merinding, juga sangat bersalah.Kemudian sang ayah bangkit dan menyalakan lampu disetiap ruangan rumahnya dengan diikuti Marwandengan perasaan yang sedikit aneh.

Kemudian, Marwan memberikan isyarat lagi, ia berkata: “tinggalkan urusan lampu terlebih dahulu dan marilah kita ke Masjid Nabawi.” Sang ayah menjawab, mari kita ke mesjid yang dekat dengan rumah saja. Namun Marwan terus menerus meminta untuk pergi ke Mesjid Nabawi, sehingga sang ayah merasa tidak tega untuk menolaknya dan akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Mesjid Nabawi juga.

Dengan menggandeng Marwan, sang ayah berangkat ke Mesjid Nabawi dengan perasaan campur aduk, merasa takut, merasa bersalah dan masih banyak lagi perasaan lainnya yang tidak bisa digambarkan. Dalam perjalanan ini pun Marwan tidak pernah mengalihkan pandangannya dari ayahnya.

Sesampainya di Masjid Nabawi, Marwan dan  ayahnya mencari tempat untuk shalat karena seperti biasa Masjid Nabawi selalu dipenuhi oleh Umat Muslim yang tidak hanya berasal dari Madinah saja. Setelah selesai mengumandangkan iqomah, Imam Mesjid membacakan salah  satu Firman Allah, yakni Surat An-Nur ayat 21 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah syaitan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitanitu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan  munkar.Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendakii-Nya. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”

Mendengar firman tersebut, lagi-lagi sang ayah tidak bisa menahan tangisya. Marwan yang berada persis di samping ayahnya juga tidak bisa menahan tangisnya, maka pecah lagilah tangisan ayah dan anak ini. Marwan dan ayahnya duduk di Masjid Nabawi ini lebih dari satu jam dan masih terus menangis. Namun tangisan kali ini merupakan tangisan penuh makna dan pengantar kepada kehidupan yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Hingga pada akhirnya Marwan mengatakan : “sudahlah wahai abiku, ku mohon”

Sadar karena telah membuat anaknya menjadi khawatir dengan tangisannya yang keras dan tak kunjung reda, sang ayah pun berusaha untuk diam dan menenangkan anaknya hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.

Untuk sang ayah, malam itu merupakan malam paling berarti dalam hidupnya karena akhirnya bisa menjadi seseorang yang jauh lebih baik, dan menjadi lebih istimewa karena anaknya satu-satunya yang membuatnya menjadi seperti itu.

Merasa penasaran, sang ayah menanyakan pada istrinya apakah istrinya yang menyuruh Marwan untuk menunjukkan surat tersebut dan membuatnya menjadi bertobat. Namun dengan mengucapkan nama Allah, sang istri yang shalehah itu berkata tidak sekalipun meminta Marwan untuk melakukannya.

Maha Besar Allah, semoga kita termasuk dalam hamba yang diberikan hidayah.