PonPes AL-FATAH Temboro dan Jama’ah Tabligh

by -11 views

Pondok Temboro Dan Jamaah Tabligh“, begitu judul asli tulisan ini. Penulisnya bukan pemuda sembarangan. Beliau adalah Gus Yusuf Al-Baqir (26 th), hafidz Qur’an sejak usia 9 tahun, hafal kitab shahih Bukhari serta ribuan hadits lain. Beliau adalah putra KH Uzairon TA (pengasuh Ponpes Al Fatah yg wafat pada 2014).

Yuk kita baca tulisan beliau berikut ini dengan bacaan Bismillaahirrahmaanirrahiim:

pesantren al fatah temboro


Perjuangan demi perjuangan di lalui, cobaan demi cobaan di lewati tanpa henti. Namanya hidup didunia dilanda suatu ujian itu hal biasa. Sebaik apapun syiar islam atau sebuah pondok pesantren jika yang menilai orang yang memiliki rasa dengki dan iri hati, maka seribu satu macam jalan yang dibuat untuk menyebarkan fitnah, menggiring opini agar ummat tidak lagi berimpati kepada syiar islam atau pondok pesantren tersebut. Andai saja pendiri atau pengasuhnya bukan seorang kekasih Allah, mungkin sudah lama pondok pesantrennya ditutup, sebab mereka yang hatinya di penuhi rasa benci.

Tapi tidak semudah itu, sebab pesantren kami tidak dibangun berasaskan materi, dengan hasil meminta profosal dan donasi sana-sini, meminta sumbangan dari orang yang mengiming-ngimingkan janji. Apa lagi mereka yang hanya sekedar lewat mencari dukungan demi menjadi petinggi negri, kemudian hilang seakan ditelan bumi. Tidak juga dengan meminta bayaran pendaftaran dan bulanan (SPP) yang besar kepada setiap santri, dengan menjual nama Pesantren lebel Sunnah.

Akan tetapi pesantren kami berasaskan rasa cinta yang berlandaskan amal agama. Doa-doa beliau, wali-wali Allah yang ada didalamnya, serta santri-santri yang datang dari berbagai penjuru nusanntara, bahkan dari belahan dunia. Doa dan wujud kerja sama yang baik dengan ahli kampungnya, dan para wali santri yang notabenenya adalah jamaah tabligh, yang telah berjuang untuk menjadikan anak-anaknya orang yang sholeh-sholehah, alim-alimah, hafidzoh-hafidzoh, agar kelak senantiasa mengamalkan agama.

Doa para da’i Allah di seluruh penjuru tanah air indonesia dan dunia, yang mana doa-doa tersebut dipanjatkan penuh keikhlasan, sertai rasa cinta dan air mata. Sehingga dengan kekuatan ini pesantren kami wujud, berdiri kokoh, dan tidak mudah tergoyahkan fitnah ulah media yang sengaja ingin merusak citra pondok dan kampung kami tercinta. Sebab ini pula yang menjadikan kampung kami barokah, menjadi asbab hidayah bagi siapa saja mengunjunginya.

Mereka yang membenci, mencaci dan mencela, terkadang hanya korban isu berita media yang tidak bertanggung jawab dan manipulasi. Dan kemungkinan besar juga mereka belum pernah menginjakkan kakinya dipesantren kami, dan belum pernah berkunjung ke kampung temboro tempat pesantren kami berada.

Atau bisa jadi, mereka hanyalah orang-orang yang memiliki kepentingan dunia, berpura-pura baik demi memcari popularitas, tapi dibenak mereka tidak ingin melihat agama ini tegak dan di amalkan dengan sempurna dalam satu kampung dan oleh setiap individu ummat. Mereka datang untuk melihat, mencari titik kelemahan dan kesalahan, bukan untuk memetik sebuah hikmah.

Atau mereka adalah orang-orang yang berfaham sekuler, menginginkan kebebasan hidup, tanpa di atur-atur agama. Mereka pengadu domba, dengan membenturkan agama dengan aturan suatu negara. Mencari sasaran sebab utama dalam penyebaran agama, maka ditemukanlah jamaah tabligh yang berpusat didesa Temboro, sebelumnya ditemukan dimasjid kebun jeruk JKT, Seri Petaling Malaysia, dan juga NIDZOMUDDIN india sebagai markas dunia.

Dan mereka ada juga dari segelintir manusia, yang hanya fanatik buta pada satu kelompok, yang mana mulut mereka mudah mengkafirkan, membid’ahkan siapa saja yang tidak sependapat atau berseberangan dengan mereka. Dan itu merupakan inti dari da’wah yang didoktrin oleh guru mereka dalam kajiannya. Bahkan dalam sakte mereka sendiri, sering terjadi kontradiksi satu sama lain. Mulai dari ustadznya sampai kepada murid-muridnya.

Orang-orang yang punya kerakter seperti keterangan di atas, lalu apa tanggapan dari pihak pondok pesantren kami dan Jamaah Tabligh? Tidak lain, hanya mendoakan hidayah, bersyukur.. karena dengan cobaan-cobaan hidup itu dapat menggugurkankan dosa. dan berterima kasih kepada mereka, karena tidak perlu susah payah, pihak pesantren kami dan jamaah tabligh dapat hadiah istimewa dari mereka berupa kado pahala yang akan terus mengalir.

Jika orang yang dihatinya sudah tersimpan secercah titik hidayah, maka ketika berkunjung kedesa temboro, dia akan terharu, dan akan mudah menerima kebaikan-kebaikan. Bagaimana tidak, sebelum masuk desa temboro sudah terpampang tulisan “KAWASAN WAJIB BERBUSANA MUSLIM”. Iya! disana semua wanitanya yang menutup aurot dengan sempurna, laki-lakinya serempak belajar mengamalkan sunnah, mulai dari berpakaian, berjenggot dan sunnah-sunnah lainnya. Jika tiba waktu sholat serempak untuk berjamaah di masjid-masjidnya, tanpa terkecuali dari kalangan apapun juga.

Disini juga kita bisa menemukan tukang ojek yang lebih mementingkan sholat berjamaah, ketimbang mengejar orderan penumpangnya. Maka ketika melihat kenyataan ini, hati mereka yang kunjungpun terketuk untuk turut mendoakan, bukan seperti mereka ikutan-ikutan membenci, mencaci dan mencela.!

Jika saudara datang kepesantren kami, di sana sudah ada pelayan ruang tamu yang siap melayani 24 jam, dan menyediakan ruang tamu dengan pelayanan komplit, mulai dari kamar tidur, kamar mandi, dan makan gratis. Bagitu pula jika saudara datang ke Markas Tablighnya, disana sudah ada istiqbal yang siap menyambut 24 jam, dan menyediakan ruang tidur, kamar mandi dan makan gratis. Sesekali datang berkunjunglah kesana, agar saudara tidak cepat tertipu dan terhasut berita media.

Kita sering mendengar berita mereka yang terekspos di media, mereka yang membanggakan tanah air indonesia. Mereka yang membawa berbagai prestasi dari luar dan dalam negri, menjuarai berbagai event agamis. Yang jika mendengarnya sangat membanggakan hati, dan itu merupakan sauatu kebanggaan juga buat kami.

Tapi tahukah saudara bahwasanya, dipondok pesantren kami setiap tahunnya mengeluarkan puluhan santri yang yang telah wisuda belajar dan menghafal ribuan hadist, bahkan pernah menjadi pemecah rekor dunia tak terkalahkan sampai hari ini, dengan menghafal 10.000 hadist. Mengeluarkan puluhan santri yang menghafal kitab Mukhtasor Bukhori, menghafal kitab Minhaj Ath-Tholibin. Mengeluarkan ratusan santri Khatam Qubro Al-qur’an, ratusan santri Khatam Sugro Al-qur’an, dan Khatam Hafalan kitab lainnya.

Tidak cukup sampai disitu, setelah berbulan-bulan belajar, mereka akan ada latihan menyampaikan ilmunya, melalui kerja Dakwah Watabligh, dikirim keseluruh penjuru tanah air indonesia, sampai keluar negri. Sehingga kalau ada yang nyinyir orang dakwah meniggalkan kelurga, terbantahkan sebab mereka masih anak-anak muda.

Maka ketika saudara membenci, menghina dam mencela pesantren kami atau jamaah tabligh, sacara tidak langsung saudara telah membenci, menghina dan mencela mereka mulai dari para Ulamanya, santri-santrinya yang telah belajar dan menghafal hadist-hadist Nabi dan mereka yang hafidz-hafidz Al-Qur’an. Yang mana mereka anak-anak yang latar belakang orang tuanya adalah Jamaah Tabligh.

Andai semua prestasi ini diekspos dimedia, tentu lebih membanggakan, bukan hanya indonesia, bahkan mungkin dunia. Semangat mereka dalam mendalami ilmu agama, oleh guru kami “Syeikhuna Ubaidillah Al-Ahror Rohimahullahu Taala Anhu” tidak diabaikan begitu saja, mereka di beri hadiah yang begitu istimewa, yaitu berupa uang tunai dan umroh ke baitullah.

Mungkin kita sedikit bertanya : Lalu dari mana dananya semua itu?. Jawabnya : Dari uang pribadi beliau, bukan minta donasi atau dapat sumbangan dari luar negri.!

Satu lagi, orang sibuk bicara kontradiksi bid’ahnya tarawih 20 rokaat, tapi tetap saja dikerjakan diMekkah dan Madinah hingga hari ini, dan Alhamdulillah pondok pesantren kami dan desa temboro tarawihnya 20 rakaat, dengan membaca berjuz-juz Al-Qur’an, mulai dari ada yang 1 juz, 2, 3 hingga sampai 30 juz Al-Qur’an dalam satu malam. Ketika seluruh dunia mengggap mustahil untuk dibuat, pondok pesantren kami dan desa temboro yang mengawali.

Siapapun insya Allah akan bangga dengan prestasi ini, kecuali mereka yang dihati dan akalnya sudah terbentuk sifat membenci, mencaci, mencela yang kemungkinan besar itu juga dianggap sebagai sebuah prestasi buat mereka. Maaf, berita ini tidak bisa did
apatkan melalui media, jika saudara ingin mendengarkannya langsung, silahkan berkunjung kesana, kepondok dan desa kami.

Pondok pesantren kami tidak membatasi berapa dan siapapun yang berkunjung, baik dari kalangan Jamaah Tabligh, Nahdlatu Ulama, Muhammadiyah, Salafi, dan lain sebagainya. Di sana akan ditegur sapa dengan ramah. Berbeda itu hal biasa, yang penting tidak saling membenci, mencaci, dan mencela yang akan menimbulkan sebuah permusuhan.

Benar jika ada yang mengatakan pesantren kami adalah basis Jamaah Tabligh, karena Jamaah Tabligh bukanlah suatu kelompok organisasai yang membeda-bedakan kefahaman. Hanya sebuah nama sebutan yang membentuk satu fikir, satu kerja, yaitu mengajak ummat untuk taat kepada Allah dan kembali kepada sunnah baginda Rosulullahu Shollallahu Alaihi Wasallam. Mengajak ummat untuk ramai-ramai menghidupkan amal agama, dirumah, dimasjid dan dalam kehidupan sehari-hari.

Saudaraku, Jagalah jari dan lisanmu dari menulis dan membicarakan sesuatu yang kamu tidak ketahui kebenarannya, karena itu semua kelak akan kamu pertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhanahu Wataala.

Salam kami untuk semua, semoga setelah covid19 berlalu, kita bisa beraktifitas kembali sebagaimana biasanya. Kerja, ibadah dan saling selaturrohim satu sama lain. Santri-santri kembali dengan sehat dan memulai aktifitas belajar sebagaimana mestinya. amin….

” Anggaplah cobaan hidup itu seperti air, ia mungkin membuatmu basah, menggigil, dan tak nyaman. tapi yang jelas ia akan membuatmu bersih dari kotoran-kotoran (Dosa)”

Muballigh Islam,
8 Mei 2020 /15 Romadhon 1441 H

======oleh Gus Yusuf Al-Baqir Rohimahullahu Taala Anhu._ atau biasa dipanggil Gus Yusuf, putra K.H. Uzairon Thoifur Abdillah pendiri Pesantren Al-Fatah Temboro. Saya sangat kagum dengan kedalaman ilmu beliau, selain beliau sudah hafal al-Qur’an pada umur Sembilan tahun, juga hafal ribuan Hadis Rasulallah saw.

Leave a Reply