Adab Dalam Menuntut Ilmu Menurut Imam Al Ghazali Yang Perlu Kamu Tau

Agama Islam merupakan agama yang sempurna, dimana tidak hanya mengajarkan apa-apa saja yang berkaitan dengan keagamaan dan akhirat, namun juga memberikan ajaran yang tegas dan jelas mengenai keduniawian. Ini sebabnya, tidak heran jika seorang Muslim yang tangguh kehidupannya menjadi lebih tertata dan teratur, sehingga lebih menarik dan bisa lebih dipercaya oleh orang lain dibandingkan yang tidak.

Salah satu anjuran yang diberikan oleh Rasulullah SAW ialah menuntut ilmu. Hal ini bukanlah tanpa dasar, karena wahyu pertama yang diberikan kepada Rasulullah ialah “iqra” yang artinya membaca. Bukan hanya sekedar membaca, namun makna dari iqra ini jauh lebih luas, dan sangat erat hubungannya dengan menuntut ilmu.

Lalu, apa yang sebaiknya anda lakukan ketika sedang menuntut ilmu? Apalagi saat ini sudah terdapat beragam cara untuk menuntut ilmu sesuai dengan apa yang anda inginkan, tidak hanya dari lembaga sekolah formal. Sebagai seorang Muslim, anda hendaklah selalu mengedepankan identitas Muslim dengan beberapa adab yang telah diajarkan oleh Imam Al Ghazali. Menurut Imam Al Ghazali, adab-adab yang harus anda jaga dalam menuntut ilmu ialah sebagai berikut.

1.      Menjaga Kebersihan Jiwa

Ilmu bukan sekedar kebutuhan fisik anda untuk bisa hidup dengan lebih baik, melainkan juga berkaitan erat dengan jiwa dan akhlak anda. seperti yang sering anda temui, mereka yang memiliki akhlak baik bisa menerima ilmu dengan lebih baik daripada yang tidak. Mengapa demikian?

Imam Al Ghazali mengatakan, jika batin anda belum bersih dari hal-hal yang kurang baik, maka ilmu itu akan sulit untuk bisa diterima dan ilmunya pun tidak akan bisa berguna bagi orang lain dan agamanya sendiri. Bahkan, Ibnu Mas’ud juga mengatakan bahwa: bukan ilmu namanya hanya karena banyak meriwayatkan, melainkan ilmu ialah cahaya yang dimasukkan kedalam hati.

Artikel Lain: 9 Etika Yang Wajib Dilakukan Saat Anda Jadi Orang Kaya Menurut Imam Ghazali

2.      Bersungguh-sungguh Hingga Seperti Memberikan Seluruh yang anda Miliki

Ilmu bukanlah hal main-main yang bisa anda dapatkan dengan hal yang main-main pula. Dalam menuntut ilmu, ada banyak hal yang harus diperjuangkan dan dikorbankan, karena itu tidak heran jika banyak orang yang dengan suka rela meninggalkan tempat tinggal lamanya ketempat tinggal baru hanya untuk menuntut ilmu.

Perjuangan dan pengorbanan seperti ini tentu saja hanya bisa dilakukan  jika seseorang benar-benar memiliki niat yang tulus dan bersungguh-sungguh. Itu sebabnya, sebelum anda mulai menuntut ilmu, maka anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa anda akan melakukannya dengan sungguh-sungguh, sehingga proses menuntut ilmu tidak akan berakhir dengan sia-sia, karena Allah sangat membenci seseorang yang menyia-nyiakan segala sesuatu.

3.      Tidak Menentang Guru dan Tidak Merasa Sombong Ketika Menuntut Ilmu

Masihkah anda ingat dengan pepatah yang mengatakan bahwa guru ialah seorang tanpa tanda jasa? Masihkah anda mempercayainya? Seharusnya iya, karena guru adalah yang tidak hanya memberikan suatu materi, namun terus sabar menjelaskan kepada muridnya ketika sang murid masih belum bisa memahamiya, berbeda dengan  ketika anda belajar sendiri.

Itu sebabnya, Imam Al Ghazali menegaskan bahwa anda tidak boleh menentang guru selama semua yang dilakukannya ialah untuk kebaikan muridnya. Tidak hanya itu saja, ketika sedang menuntut ilmu, anda juga tidak boleh merasa sombong karena jika anda berlaku demikian, maka tidak akan bisa terseraplah ilmu tersebut.

4.      Menghindarkan Diri dari Perselisihan yang Terjadi diantara Manusia

Saat sedang mempelajari sesuatu, tidak jarang seseorangterjebak atau terlibat dalam perbedaan pendapat diantara guru atau seorang guru dengan orang lainya yang merasa memiliki pengetahuan serupa. Hal ini biasanya akan menimbulkan kebingungan dan keraguan dalam  benak sang murid.

Itu sebabnya, Imam Al Ghazali juga menyarankan agar seseorang yang sedang menuntut ilmu menghindari hal tersebut. Anda sebaiknya bisa menentukan sendiri mana yang bisa diterima dan anda percayai sebagai ilmu yang lebih masuk akal. Jika memang masih sedikit ragu untuk memutusnya, maka mintalah petunjuk pada Sang Maha Tahu Allah SWT, maka anda bisa mendapatkan kemantapan dalam menuntut ilmu.

5.      Lebih Terfokus pada ilmu yang Terpenting, yakni Akhirat

Sudahkah anda mengetahui untuk apa anda ketika masih hidup? Jika belum, renungkan terlebih dahulu, hingga menemukan jawabannya yang tidak lain tidak bukan ialah mengabdikan diri bagi Sang Maha Pencipta, Allah SWT, dan memantaskan diri menjadi seorang hamba yang taat sehingga tidak sekalipun berani melakukan apa-apa saja yang sudah jelas diharamkan oleh Allah.

Oleh karena hal tersebut juga, maka sebaiknya anda lebih memfokuskan diri dalam ilmu agama demi hari akhirat kelak. Imam Al Ghazali menyebut ini dengan Makrifatullah, yang berarti mengenal Allah. Imam Al Ghazali juga menegaskan bahwa ilmu ini merupakan ilmu yang paling mulia, karena secara otomatis bisa mendekatkan anda kepada sang Khalik.

Baca juga: 6 Poin Luar Biasa Nasehat Dari Imam Al Ghazali Yang Sering Kita Abaikan

6.      Tidak serta merta menolak bidang ilmu yang terpuji, namun harus menekuninya hingga paham dengan maksudnya.

Meskipun sudah ditegaskan bahwa anda sebaiknya lebih terfokus pada akhirat, bukan berarti anda langsung tidak peduli dengan keilmuwan lainnya. Bukankah Al-Qur’an juga menjelaskan hal-hal ilmiah seperti terbentuknya bumi dan proses-proses dalam kehamilan yang selama ini sering dibahas dalam pengetahuan alam?

Ilmu-ilmu tersebut malah membuktikan bahwa semua firman  Allah ialah nyata adanya, dan tidak ada yang bisa menentang atau merubah apa-apa saja yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Karena alasan ini, tidak seharusnya  anda langsung acuh tak acuh dengan ilmu-ilmu lainnya. Jika anda mempelajari hal-hal lain seperti ini, bisa saja anda bisa menyempurnakannya dan menjadikannya menjadi lebih nyata.

7.      Mengingat Bahwa Tujuan Menuntut Ilmu adalah untuk Menghiasi Jiwa dan kemudian Menyebarkanya Kembali

Tahukah anda manusia seperti apa yang bisa menjadi sebaik-baiknya manusia? Ialah manusia yang kehadirannya bisa berguna untuk orang lain. Akan hanya menjadi kesia-siaan semata jika anda memiliki banyak ilmu namun tidak bisa menjadikannya berguna bagi orang lain. Itu sebabnya, jangan lupakan adab terakhir dalam menuntut ilmu menurut Imam Al Ghazali ini, yakni untuk menyampaikannya lagi hanya karena Allah SWT.

Dalam menyampaikan ilmu yang sudah dimilikinya, ia tidak akan memikirkan harta, kekuasaan, kedudukan ataupun yang lainnya. Yang ia pikirkan hanya bagaimana ia bisa memberikan sesuatu yang baik dan berguna bagi orang lain, sehingga bisa menaikkan derajatnya di sisi Allah, dan bisa mendapatkan tempat yang baik juga nantinya ketika hari akhir telah tiba.

Itulah ketujuh adab yang dikatakan Imam Al Ghazali untuk anda yang akan atau sedang menuntut ilmu. Bidang keahlian apapun yang kini sedang anda pelajari, jangan pernah lupakan tujuan utama anda untuk menjadi umat yang berguna dan lebih taat kepada Allah SWT, karena hanya dengan cara ini anda bisa meraih kesuksesan di mata Allah SWT.

Semoga adab-adab yang sudah dijelaskan tadi dapat membuat proses menuntut anda menjadi lebih bermakna, dan ilmu yang sudah anda dapatkan pun menjadi lebih berguna di jalan Allah SWT.

Baca juga: 9 Amalan dan Dzikir Penghapus Dosa Dalam Islam

Nasehat Dari Imam Al Ghazali

Sudah bukan rahasia lagi jika Islam memiliki ulama dan para cendekiawan yang hingga saat ini masih dijadikan sebagai panutan utama setelah Rasulullah SAW. Salah satunya ialah Imam Al Ghazali. Untuk sedikit mengingatkan anda lagi mengenai Imam Al Ghazali ini, beliau merupakan seorang ulama besar, ahli filsafat Islam dan seorang ahli pikir yang memberikan banyak sekali sumbangsihnya untuk kemajuan manusia dan tentu saja agama Islam.

Karena pemikirannya yang mendalam mengenai agama Islam dan kehidupan, tidak heran jika beliau memiliki banyak sekali nasihat yang dirangkai dalam kata-kata indah dan sarat makna.Hingga saat ini, nasihat dari Imam AlGhazali ini masih banyak sekali dijadikan sebagai pegangan untuk umat Islam demi bisa menjalankan hidup yang lebih bermakna dan lebih dekat dengan-Nya.

Untuk dijadikan sebagai pengingat bersama, berikut enam nasihat dari Imam Al Ghazali yang sebaiknya bisa selalu diingat.

1.      Yang Paling Besar adalah Nafsu

Sebagai manusia, terlebih lagi anda yang masih muda dan mencari jati diri dan pengalaman, mungkin anda sering bertanya, sebenarnya apa yang paling besar didunia ini selain dari kehendak sang Pencipta Allah SWT? Tidak lain dan tidak bukan ialah nafsu yang ada pada dalam diri anda sendiri.

Nafsu pada diri anda ini akan sangat menentukan apa yang akan anda lakukan satu menit kemudian, baik nafsu untuk melakukan hal yang maksiat ataupun yang bisa mendatangkan berkat. Sayangnya, nafsu maksiatlah yang lebih sering menguasai manusia sehingga pada akhirnya melakukan hal-hal yang merusak, baik yang merusak dirinya sendiri ataupun lingkungannya.

Untuk itu, cobalah untuk lebih mengendalikan hawa nafsu diri anda dengan lebih mengingat Allah.Ingatlah, Allah tidak pernah memalingkan sedikitpun pengawasan-Nya dari para umat-Nya.Dan tidak ada yang lebih indah melainkan ketika anda sedang melakukan amalan baik dalam pengawasan Allah SWT.

2.      Yang Paling Dekat ialah Mati

Di suatu hari ketika sedang mengajar murid-muridnya, Imam Al Ghazali bertanya: wahai Muridku, sesungguhnya apa yang paling dekat itu? Murid-muridnya memberikan jawaban yang beragam, mulai dari sahabat, kerabat, guru, orang tua, pasangan hidup dan lainnya.

Setelah semua muridnya memberikan jawabannya, Imam Al Gazhali mengatakan bahwa sesungguhnya yang paling dekat ialah mati. Mengapa? Karena kematian ialah janji dari Allah SWT, dan Allah tidak pernah sekalipun mengingkari janji yang diberikan kepada umat-Nya.

Ya. Kematian ialah sesuatu yang akan menimpa siapa saja, tidak peduli seseorang tersebut sedang berada dimana, sedang melakukan apa, dengan sebab apa, atau sedang bersama siapa. Sebab takdir dari Allah adalah pasti. Itu sebabnya, anda sudah harus bersiap-siap dari saat ini untuk bekal kematian anda kelak, tidak peduli masih seberapa muda anda.

3.      Yang Paling Jauh adalah Masa Lalu (ciyeeee masa lalu :D)

Nasehat berikutnya yang juga sebaiknya selalu anda ingat ialah nasehat yang satu ini, yakni tidak ada yang lebih jauh dari masa lalu. Matahari atau bintang memang selama ini sudah dianggap cukup jauh oleh manusia, namun jaraknya masih bisa diperkirakan dan tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti akan ada seorang ilmuwan yang bisa mendekatinya.

Berbeda dengan masa lalu, seberapa keraspun anda mencoba, anda tidak akanbisa mendatanginya kembali, bahkan sekedar untuk bisa mendekatinya. Semakin anda berusaha untuk mendekatinya, maka semakin jauh juga jarak masa lalu tersebut.

Karena itu, tidak sedikit orang yang merasa menyesal atas sesuatu yang pernah dilakukannya dimasa lalu dan berharap bisa kembali untuk memperbaikinya. Supaya anda tidak termasuk dalam golongan orang yang menyesal, pikirkan terlebih dahulu hal-hal yang akananda lakukan saat ini, sehingga tidak akan menyakiti atau mengusik orang lain, karena Allah tidak menyukai hamba-Nya yang menyakiti sesama.

4.      Yang Paling Ringan adalah Meninggalkan Shalat

Pernahkan anda menggenggam segenggam kapas? Sangat ringan bukan? Namun ternyata masih ada hallain yang lebih ringan menurut Imam Al Ghazali, yakni meninggalkan shalat. Sudah ribuan bahkan jutaan kali dikatakan bahwa Shalat merupakan tiang agama, namun masih ada saja ribuan atau bahkan jutaan umat Muslim yang masih meninggalkan shalatnya.

Sebagian dari umat Muslim masih menyepelekan shalat karena shalat merupakan ibadah yang dilakukan lebih dari satu kali setiap harinya, sehingga mereka beranggapan masih bisa melaksanakan shalat Dzuhur ketika meninggalkan shalat Subuh. Padahal kedua shalat tersebut memiliki nilai amalan dan azab sendiri jika seseorang mengerjakan ataupun  meninggalkannya.

Agar tidak menjadi hamba yang merugi dan dibenci oleh Sang Pencipta, janganlah sekalipun meninggalkan shalat anda hanya karena alasan kesibukan dunia. Karena sesungguhnya sekali saja anda meninggalkan shalat anda, maka akan ada satu urusan dunia yang juga tidak akan terselesaikan.

5.      Yang Paling Tajam adalah Lidah

Pernahkan anda melihat pertunjukan yang memperlihatkan benda atau senjata-senjata yang tajam dan bisa memotong apa saja yang ada di depannya? Namun sesungguhnya masih ada yang lebih tajam dibandingkan dengan benda-benda tadi.

Ya, Imam Al Ghazali meninggalkan nasehat bahwa sesungguhnya yang paling tajam itu ialah lidah manusia.Meskipun tidak memiliki permukaan setajam pedang samurai, namun satu perkataan dari lidah manusia bisa melukai seseorang dan sulit sekali untuk bisa ditemukan obatnya.

Itu sebabnya, janganlah sekalipun dengan sengaja mengatakan hal-hal untuk menyakiti orang lain, atau anda sendiri yang nantinyaakantersakiti dan merugi. Cobalah untuk menjadi seorang hamba yang bisa menjaga hati hamba lainnya, niscaya anda juga akan dijaga oleh Allah SWT.

6.      Yang Paling Berat adalah Menanggung Amanah

Tahukah anda? Bahwa sesungguhnya binatang, tumbuhan, malaikat, gunung-gunung dan ciptaan Allah yang lainnya tidak ada yang menerima ketika ditunjuk sebagai seorang khalifah? Hanya manusia yang mau menerimanya, dan sebagian diantaranya dengan sangat mudahnya melupakan amanah tersebut dan malah berbuat banyak kerusakan.

Setiap manusia merupakan khalifah dan memiliki amanah untuk dirinya sendiri. Jadi, jika saat ini anda sedang berada dalam kesulitan, tanyakan pada diri anda sendiri apa yang sudah atau saat ini anda lakukan hingga bisa dalam posisi tersebut.

Ya, menanggung amanah bukanlah hal yang mudah. Jika anda ditunjuk untuk menanggung amanah tertentu dan merasa belum sanggup untuk menerimanya,jangan malu untuk menolaknya terlebih dahulu hingga anda merasa mampu. Daripada anda harus memaksakan diri anda sendiri, dan gagal melaksanakan amanah yang diberikan.

Itulah keenam nasehat dari Imam Al Ghazaliyang sarat akan makna, semoga keenam nasehat tersebut bisa selalu anda ingat dan bisa menuntun anda menjadi seorang hamba yang lebih baik dan lebih taat. Ingatlah,apa yang terjadi pada anda saat ini tidak lain adalah akibat dari yang anda lakukan, dan Allah tidak pernah salah dalam menempatkan umat-Nya pada suatu posisi tertentu. Mari bersama-sama berusaha menjadi hamba yang taat dan bisa mendatangkan manfaat.